Penyakit Ain: Penyebab, Contoh, Penyembuhan, DLL [PEMAPARAN LENGKAP]

Kita semua tau bahwa tidak ada satu pujian pun di dunia yang tidak kembali pujiannya kepada Allah.

Maka sudah sepantasnya  kita sandarkan pujian kepada Allah, agar senantiasa rahmat tercurahkan kepada kita, juga untuk menolak dari berbagai marabahaya.

Salah satu marabahaya yang timbul akibat dari pujian ini adalah penyakit ain.

Maka dari itu kita dianjurkan untuk selalu berlindung kepada Allah dari penyakit ain ini, mereka yang dengan sebab perkataan dan ucapan nya bisa menyebabkan mudharat bagi orang lain dinamakan orang yang mempunyai ain atau shahibul ain.

Sebenarnya penyakit ain itu apa sih? Kayak nya penyakit ini begitu mengerikan, masa dengan hanya ucapan bisa melukai orang.

Lalu apakah ada dalil baik Al Quran maupun hadits mengenai hal ini? Dan apakah pada masa Rasulullah Saw juga terjadi penyakit ini atau tidak?

Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang membuat pikiran semakin penuh dengan rasa penasaran ini.

Untuk lebih jelas dan lengkap maka pada kesempatan ini penulis akan merangkum artikel yang berkaitan dengan penyakit ain ini. Adapun pembahasan yang akan kita kaji adalah sebagai berikut:

  1. Apa itu penyakit ain
  2. Dalil tentang penyakit ain
  3. Contoh sakit karena ‘ain
  4. Penyebab penyakit ain
  5. Cara sembuh dari penyakit ain
  6. Penyakit ain pada bayi
  7. Penyakit ain pada wanita

Berikut penjelasan lebih lengkapnya

Apa itu penyakit ain

 Kita sebagai manusia yang memiliki sifat-sifat seperti cinta, benci, kasih, marah dan lain sebagianya, pastilah sering atau pernah melampiaskan sifat tersebut kepada orang lain.

Misalnya dengan mengatakan kepada kawan kita yang sangat tampan “sungguh sangat tampan kamu melebihi ketampanan seorang gadis” sebagai ungkapan kekaguman kita kepadanya.

Namun apakah kita tau bahwa ucapan-ucapan seperti itu dapat menyebabkan kemudharatan kepada saudara kita, baik itu berlandaskan kesengajaan kita ataupun tidak.

Kemudharatan yang akan menimpa saudara kita ini adalah karena disebabkan oleh ucapan kita yang tidak disandarkan kepada Allah Swt.

Kemudharatan yang akan timbul itu bermacam rupa dan bentuknya, seperti tubuh seseorang bisa demam, memerah dan lain sebagainya. Inilah yang dinamakan penyakit ain.

Ain secara etimologi adalah mengandung makna mata atau cahaya. Maka penyakit ain secara bahasa adalah penyakit yang berkaitan dan berdampak dari mata.

Sedangkan penyakit ain secara terminologi adalah penyakit yang timbul dan terjadi akibat pengaruh dan perkataan seseorang yang memiliki ain ketika melihat sesuatu yang membuatnya benci, iri, dengki, kagum, takjub dan lain sebagainya.

Ucapan yang diiringi dengan kedengkian kepada apa  yang dilihatnya dan membuat apa yang  dipandang menjadi mudharat dinamakan dengan ain.

Imam ibn atsir dalam kitab an nihayah nya mengatakan penyakit ain adalah penyakit yang timbul dari penglihatan orang yang memiliki sifat iri terhadap apa yang dilihatnya

Ibnu hajar al asqalan dalam kitabnya fathul barri mengatakan penyakit ain adalah penyakit yang menyebabkan orang yang dilihat olehnya jatuh sakit dan terluka.

Ibnu hajar juga menambahkan keterangannya bahwa penyakit ain ini juga bisa tumbuh dari rasa suka yang disertai hasad dalam hatinya.

Atau juga bisa terjadi akibat pandangan yang mengandung kekaguman yang berlebihan terhadap apa yang dilihatnya, tanpa ada rasa dengki. Juga bisa timbul pada orang saleh dan baik.

Penyakit ain ini tidak membutuhkan fasilitas apapun untuk timbulnya bahaya, ia hanya berperan dengan pandangan kepada obyek tertentu.

Juga bisa timbul akibat orang buta yang hanya mendengar cerita dan kejadian dari orang lain, dan bisa juga dengan hanya melihat foto atau video  tertentu.

Dalil-Dalil Tentang Penyakit Ain

Ada berbagai dalil dan bukti tentang adanya penyakit ain ini baik sekarang maupu dulu di era Rasulullah Saw.

Bukti-bukti ini semakin diperkuat oleh banyaknya berita yang terdengar di berbagai penjuru mengenai penyakit ini.

Diantara dalil-dalilnya adalah

Al Quran

وَإِن يَكَادُ الّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمّا سَمِعُواْ الذّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنّهُ لَمَجْنُونٌ

Latin: Wa iy yakādullażīna kafarụ layuzliqụnaka bi`abṣārihim lammā sami’uż-żikra wa yaqụlụna innahụ lamajnụn

Artinhya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata:”Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila”.

Ada beragam komentar ahli tafsir dalam menafsirkan ayat ini. Sebagian nya adalah komentar dari imam ibnu katsir dalam kitab tafsirnya

“ibnu Abbas, Mujahid, dan ulama lain menjelaskan pada kalimat “hampir menggelincirkan kamu” adalah mereka orang-orang kafir hampir mencelakai kamu oleh sebab pandangan mereka yang dipenuhi kebencian dan iri dengki kepadamu seandainya Allah tidak melindungi mu.

Dalam ayat ini jelas menyebutkan bahwa bisa saja pandangan buruk seseorang terhadap kita dapat menyebakan kita dalam komdisi bahaya jika tidak dilindungi Allah Swt.

Hadits

عن بن عباس عن النبي صلى الله عليه وسلم قال العين حق ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين

 

Latin: ‘an ibni ‘abbas ‘anin nabiyyi shallallahu ‘alaihi wasallam qaala al ‘ainu haqqun walau kana syaiun saabaqal qadra saabaqathul ‘ainu

Artinya: diriwayatkan dari ibnu abbas ra dari Nabi Muhammad Saw bersabda: sesungguhnya penyakit ain itu benar (adanya) dan seandainya ada sesuatu yang lain yang bisa mendahului takdir, sungguh penyakit ain inilah yang akan mendahuluinya.

Dalam kitab misykatul mashabih dijelaskan tentang maksud dari “penyakit ain yang bisa mendahului takdir” yaitu bahwa dalam hadits diatas mengandung kalam yang mubalaghah dalam artian sangking benar adanya penyait ain ini seolah-olah jika ada yang bisa mendahului takdir, maka penyakit ain yang bisa.

Juga hadits riwayat aisyah rha bahwa Rasulullah Saw bersabda

كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ

Latin: kaana Rasuulullah Shallallahu alaihi wasallam ya’murunii an astarqia minal ‘aini

Artinya: Rasulullah Saw bersabda Rasulullah Saw memerintahkan aku untuk diruqyah dari penyakit ain

Juga hadits riwayat Jabir

أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ

Latin: aktsru man yamuutu ba’da qadhaa’illah waqadarihi bil ‘aini

Artinya: sesungguhnya penybab kematian terbanyak yang terjadi kepada umatku setlah ketentuan Allah adalah ain

Namun meskipun demikian, kita tetap meyakini bahwa yang bisa membuat seseorang dalam keadaan mudharat atau tidak tetaplah Allah Swt.

Jika Allah tidak mentakdirkan seseorag terkena penyakit ini maka dia akan aman-aman saja dan tidak akan bahaya. Sebaliknya jika Allah menghendaki untuk terkena maka tidak ada seorangpu yang bisa menolaknya.

Maka dari itu kita selalu diperintahkan untuk terus membaca sebuah doa yaitu

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مَنْكَ الْجَدُّ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin: Allahumma la mani a lima a thaita wa la mu’thiya lima mana’ta wa la yanfa’u dzal jadii minkal jaddu, la ilaha illa anta.

“Ya Allah tidak ada yang menghalangi bagi apa yang telah Engkau berikan dan tidak kepada orang yang kaya di sisi Engkau segala kekayaanya selain dari kebesaranMu ya Rabb. Tidak ada Tuhan yang layak disembah selain Engkau.”

Kesimpulannya adalah dalam mazhab ahlussunnah waljamaah tidak ada sesuatu apapun yang bisa menghalangi dan mendahului takdir, semua yang sudah dan akan berlaku di alam semesta ini semuanya berputar pada roda takdir yang telah di tentukan Allah swt.

Lalu kalimat dalam hadits bisa mendahului takdir adalah sebagai titik penekanan akan kebenaran akan adanya dan nyatanya penyakit ini.

Dan masih banyak komentar dan pendapat dari para ulama mengenai kebenaran dari penyakit ain ini, semoga kita semua dijauhkan dari pandangan orang yang benci yang bisa mencelakakan kita Amiin ya rabbal Alamin.

Contoh sakit karena ‘ain

Pada masa rasulullah Saw ada seorang sahabat yang sangat tampan dan berkulit putih hendak mandi di sungai, nama nya abu sahl bin hunaif.

Dia pun melepaskan jubahnya karena mau mandi, ketika dia telah melepaskan jubahnya, amir bin rabiah pun takjub dan kagum akan postur tubuh abu sahl yang bagus.

Sehingga dia mengucapkan kalimat “ sungguh bagus badan abu sahl bahkan seorang gadis pun akan kalah bagsunya dengan badan abu sahl”.

Kemudian pada hari itu abu sahl terkena demam yang semakin lama semakin parah demamnya.

Diberitaukan lah keadaan abu sahl kepada Rasulullah Saw, sehingga Rasulullah pun datang menjenguknya.

Ketika Rasulullah telah sampai ditempat nya, diceritakan lah kejadian yang baru saja terjadi yaitu ucapan amir yang menyebabkan demam.

Maka rasulullah bersabda, “apakah kalian hendak membunuh saudara kalian sendiri? Bukankah penyakit ini sungguh benar adanya?

Kemudian Rasulullah menyuruh Amir utuk berwudhu dan mendoakan sahabat abu sahl agar diangkatnya penyakit yang baru saja di dierita oleh saudaranya.

Maka amir pun berwudhu dan berdoa kepada abu sahl agar mendapatkan kesembuhan. Maka tidak lama setelah itu abu sahl pun berangsur-angsur sehat kembali

Penyebab penyakit ain

sebagai manusia biasa dan penuh dengan perbuatan salah, kita tidak bisa mengetahui isi dari hati seseorang, tidak bisa mencegah orang lain untuk tidak menyyukai kita, sebagai mana juga tidak bisa melarang orang lain untuk tidak membenci kita.

Perasaan orang lain terhadap kita sungguh tidak bisa kita kontrol semau kita.

Terkadang ada perbuatan kita yang tanpa kita tau malah membuat orang lain iri, ada pencapaian kita yang terkkadang malah membuat mereka semakin sakit hati, Kita tidak tau itu semua.

Maka dari itu tugas kita hanyalah berbuat yang terbaik untuk diri kita sendiri dan jangan mengganggu lingkungan sekitar dengan ulah kita.

Berbicara tentang penyakit ain, sebagaimana yang telah penulis paparkan secara gamblang di atas, dimana tanpa kita sadari atau kita ketahui seseorang bisa saja melukai fisik dan psikis kita.

Lalu apa saja penyebab dan faktor yang mengakibatkan seseoarang bisa terkena serangan penyakit ain ini?

Berikut penulis mencoba menjelaskan sedikit tentang beberapa faktor seseorang bisa terdampak penyakit ini.

Iri

Seseorang yang iri terhadap sesuatu yang ada pada kita, baik itu harta, prestasi, pencapaian, dan lain sebagainya pasti tidak akan suka terhadap itu semua.

Salah satu dari ketidaksukaan nya pada kita adalah dengan ucapan atau perkataan yang menjelekkan pribadi kita.

Missal “pasti dia mendapatkan harta dari jalur yang haram” atau “kulitnya semakin hari semakin buruk mungkin dia kena kutukan” dan lain-lain.

Kalimat semacam ini bisa saja mengenai kita tanpa kita sadari. Sebagaimana yang tersebut dalam beberapa kitab, seperti kitab  syarh misykatul mashabih dan lain-lain

Ibnu abbas juga berpendapat demikian ketika menafsirkan ayat diatas, yaitu mengajak kita untuk berhati-hati terhadap dengki dari manusia. Juga sebagaimana yang tersebut dalam surat Al falaq ayat terakhir yaitu

`ÏBur Ìhx© >‰Å™%tn #sŒÎ) y‰|¡ym ÇÎÈ

Latin: wamin syarrin haasidin idzaa hasad

Artinya: dan dari keburukan pendengki apabila mendengki

Kedengkian yang seperti ini bisa saja dalam sekejap menyebabkan orang yang di dengki jatuh sakit, apabila pandangan nya bisa memperngaruhi dia. Sebagaimana yang ibnu abbas jelaskan di atas.

Kagum

Pada dasarnya sifat kagum adalah sifat yang normal pada seseorang, sifat yang tidak akan menyebabkan orang lai kenapa-napa, sifat yang berbentuk sebuah apresiasi akan keberhasilan seseorang.

Namun ketika bentuk apresiasi nya melewati batas kewajaran maka disinilih timbul permasalahan baru.

Penyakit ain ini tidak hanya bisa dilakukan oleh orang yang iri dan dengki kepada orang lain, tetapi juga bisa muncul dari rasa kagum seseorang.

Seperti yang dilakukan oleh Amir bin rabiah kepada Abu sahl ketika melihat warna kulit Abu sahl yang terlalu putih.

Ekspresi kagum yang berlebih Amir malah mencelakakan Abu sahl, dia malah terkena demam.

Kagum yang berlebihan ini mungkin tanpa sengaja dan tanpa diketahui oleh nya tapi kendatipun demikian juga bisa menyebabkan orang yang dikagumi nya tertimpa bahaya.

Inilah bahaya dari penyakit ain ini. Semoga kita semua tethindar darinya Aminn.

Cara sembuh dari penyakit ain

Ada beberapa kiat dari Rasulullah saw untuk sembuh dan hilang penyakit ain pada penderitanya. Berdasarkan kejadian yang terjadi pada periode Rasulullah dan cara Rasulullah mengobati sahabat yag terkena penyakit ini dapat kita ketahui beberapa cara berikut:

Doa

Sebagaimana orang yang kagum berlebihan bisa menyebabkan kita menderita penyakit ain, maka orang tersebut juga bisa mendoakan untuk kesembuhan si penderitanya.

Sebagaimana yang Rasulullah lakukkan ketika menyuruh amir untuk mendoakan abu sahl karena terkena penyakit ain olehnya.

Doa orang tersebut lebih cepat terkabul sebagaimana pandangan dia lebih cepat berpengaruh untuk orang lain.

Maka dari itu meskipun tanpa sengaja dia telah mencelakakan orang lain namun dia tetap dianjurkan untuk mendoakan orang yang telah m,enderita olehnhya.

Ruqyah

Hal lain yang bisa dilakukan adalah meruqyah, artinya melazimkan wirid tertentu untuk dibaca oleh penderita.

Membacakan doa-doa kesembuhan, dan lebih sering mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan demikian insyaallah cepat atau lambat penyakit tersebut akan hilang dan diangkat padanya.

Ruqyah disini bukanlah mendatangai dukun atau para normal untuk dibaca mantra-mantra tertentu, bukan seperti itu. Akan tetapi lebih kepada menggiatkan lagi amalan yang dulu lupa atau tidak diamalkan.

Penyakit Ain Pada Bayi

Penyakit ain pada bayi pada dasarnya sama juga seperti yang terjadi pada orang dewasa, pada masa Rasulullah saw pun sering tertimpa penyakit ain ini pada bayi, yang ditandai dengan tidak berhenti si bayi menangis.

Ketika saydina hasan lahir, Rasulullah membaca kalimat taawuz untuk menjaga dari terkena penyakit ini. Rasulullah Saw bersabda bahwa dulu nabi Ibrahim as juga membaca kalimat tawwuz untuk menjaga nabi ismail as

Doanya yaitu

“A’udzu bikalimaatillahittaammati min kulli syaithoonin wahaammatin, wa man kulli ‘ainin laammatin.”

Artinya: Aku berlidung kepada Allah dengan menyebut kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dari setiap gangguan setan dan hewan berbisa serta dari setiap pandangan mata yang dengki.

Aisyah meriwayatkan dari Nabi Muhammad saw bahwa nabi melihat bayi yang menangis lalu berkata, mengapa bayi ini menangis? Mengapa tidak kalian ruqyah bayi ini dari penyakit ain?

Urwah bi  zubair juga meriwayatkan hal yang sama, bahwa nabi suatu hari masuk kerumah ummu salamah lalu melihat ada seorang bayi yang menangis lalu beliau bersabda mengapa tidak kalian ruqyah bayi ini dari penyakit ain

Rasulullah Saw juga menyuruh ibu-ibu ketika ada anaknya yang sakit untuk meruqyah anak nya dengan doa-doa tertentu.

Dalam keadaan tertentu para bayi tidak berhenti menangis entah kenapa, dan para ibu kesulitan untuk mendiamkan anaknya.

Maka pada saat itulah para ibu harus me ruqyah dan membaca doa-doa untuk menghilangkan sakit  yang ada pada ankanya.

Penyakit Ain Pada Wanita.

Para wanita juga tidak bisa menghindar dari terkena penyakit ini, artinya penyakit ini dapat terserang siapa saja, tak peduli itu orang dewasa, kanak-kanak, laki-laki, perempuan, orang baik, orang jahat, dan semuanya.

Tidak ada yang bisa menolaknya.

Maka dari itu para wanita juga harus memperbanyak wirid dan zikir untuk menolak keburukan ini. Keburukan yang sewaktu-waktu bisa saja mengenai kita.

Ada banyak doa yang bisa dibaca untuk menolak dan mengangkat penyakit ini.  Seperti doa diatas dan doa- doa lain yang berhubungan dengan penyembuhan.

Juga bisa menolak penyakit ain ini dengan membaca doa pada air zam zam dan diberi minun kepada wanita yang terkena penyakit ini.

Penyakit ini juga bisa terjadi melalui media sosial lewat foto ataupun video yang begitu banyak tersebar di media. Itulah fasilitas untuk menetapkan target kepada seseorang target tertentu

Semakin banyak orang yang iri dan dengki kepada kita, maka semakin besar dampak penyakit ain ini terjadi. Ini tidak bisa dielak.

Maka dari itu tugas kita adalah berlindung pada Allah swt untuk dijauhkan kita dari penyakit ini

Cara mengobatinya adalah membasahi tubuh dengan bekas air wudhu orang yang menyebabkan kita terkena penyakit ain, setelah itu bertawakal dan menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt

Penutup

Allah tidak memberikan suatu musibah kepada hambanya melainkan untuk diampunkan segala dosa dan diangkat martabatnya.

Penyakit yang selama ini menimpa kita adalah kesembuhan. Kesembuhan dari penyakit dosa yang telah menumpuk. Kesembuhan dari kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan

Penyakit ain sebenarnya sama juga dengan penyakit lain. Ia datang dari Allah dengan kehendak Allah dan akan diangkat juga oleh Allah.

Jika Allah tidak menghendaki akan tertimpanya penyakit makan selamanya penyakit tidak akan datang pada kita.

Maka tugas kita saat ini hanyalah meminta yang terbaik kepadaNya, jika memang dengan diberikan penyakit dapat menggugurkan dosa kita maka tidak apa.

Jika memang ujian yang menimpa malah memperkuat keadaan kita maka juga tidak apa.

Semoga Allah Swt selalu melindungi kita dari segala marabahaya baik di dunia, di alam kubur, hingga di akhirat, dan ditempatkan kita semua pada sisi yang terbaik di sisinya. Amiin Ya Rabbal Alamin

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p