Dzikir Pagi & Petang [BACAAN DAN PENJELASAN LENGKAP]

JANGAN KETINGGALAN
EMAIL EKSLUSIF
Dapatkan email-email terbaik langsung ke inbox kamu dari hasana.id
Subscribe!
in syaa Allah manfaat 🙂

Tiada sikap yang paling baik dari seorang insan yang menghamba dirinya kepada Allah, melainkan patuh pada perintahnya, beriman dengan segala ajaran yang dibawa oleh utusannya, dan hatinya selalu tenang ketika mengingatnya.

Salah satu hal yang sangat dianjurkan dalam agama adalah berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, baik dalam keadaan lapang lebih-lebih dalam situasi sempit.

Semua manusia didunia berlomba untuk mencari kebahagiaan, ada yang mencarinya di kekayaan sehingga waktunya habis dalam menumpuk rezeki dan lupa pada pemberi rezeki, ada yang mencarinya di jabatan hingga rela menempuh jalur apasaja agar obsesinya terpenu.

Namun mereka lupa pada janji Allah yang menyatakan hanya dengan mengingatnya lah hidupmu akan bahagia. Semua itu karena keimanan kita yang semakin terkikis dan digilas oleh syaitan, hawa nafsu, dan cinta dunia.

Iman dan dzikir adalah dua hal yang bisa dibedakan namun tidak dapat dipisahkan dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun, karena hanya orang yang mengingat Allah lah yang damai hidupnya dan tentram hatinya.

Maka wajar jika Allah sangat banyak menganjurkan hambanya untuk memperbanyak dzikir setiap hari. Tidak ada cara lain untuk mendapatkan ketenangan jiwa selain berdzikir kepadanya.Hal ini tertuang dalam firman Allah Swt pada surat Ar Ra’d ayat 28

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Ada ibadah seumur hidup yang namanya Haji, ada ibadah tahunan, yang namanya idul fitri, idul adhha, dan puasa Ramadhan, ada ibadah bulanan, puasa hari putih dan hitam namanya yaitu puasa tiga hari awal bulan dan tiga hari akhir bulan, ada ibadah mingguan yaitu sholat Jumat yang menjadi sayyidul ayyam, ada ibadah harian solat fardhu dengan dikawal oleh tahajjud dan dhuha.

Yang paling utama ada ibadah setiap waktu tanpa mengenal waktu, setiap detik, setiap keaadan, setiap tarikan nafas dan setiap aliran darah yang dinamakan dengan ibadah berdzikir kepada Allah Swt.

Dari uraian diatas dzikir adalah perintah Allah dalam setiap keadaan, namun ada juga dzikir yang dianjurkan dalam waktu tertentu dan tempat tertentu. Secara umum dzikir dapat dibagi menjadi tiga.

Ada dzikir yang pembacaannya setiap waktu, seperti kalimat thayyibah, Hauqalah, takbir, tahmid dan lain sebagainya, ada yang diharuskan dalam waktu yang telah ditetukan oleh syari’at seperti dzikir pagi dan sore, dzikir hari jumat, dzikir bulan Ramadhan, dzikir, hari raya idul fitri dan idul adhha, dan lain sebagainy.

Juga ada dzikir yang pelaksanaanya berdasarkan tempat, seperti dzikir ketika naik haji, dzikir di padang arafah, dzikir ketika hendak tidur dan lain sebagainya.

Dari berbagai macam jenis dzikir yang termasuk kedalam zikir harian adalah dzikir pagi dan petang, sehingga pada kesempatan ini kita aka mempelajari lebih detail tentang pengamalan, tatacara dan kelebihan dzikir tersebut.

Tuntunan bacaan dzikir diwaktu pagi

Pagi adalah waktu yang istimewa untuk mengawali aktifitas kita kedepannya,ada beragam planning yang telah tersusun rapi dalam daftar kegiatan kita sepanjang hari bisa amburadul hanya karena kita enggan memulai hari, dan malas bertemu pagi. Sepatutnya kita awali pagi dengan energi positif agar hari yang kita lalui bisa seperti yang kita harapkan.

Agama turut merspon positif perihal tersebut, dan memberi solusi agar tetap bersemangat mengawali aktifitas harian kita. Dengan memulai hari dengan dzikir dapat menjadi obat bagi bermacam problematika di hari itu.

Ada beragam susunan dzikir di pagi hari baik itu ma’tsurat (dzikir berdasarkan tuntunan dari Rasulullah Saw), atau ghairu ma’tsurat (kumpuland zikir yang disusun oleh para ulama). Sebagaimana yang tersebut dalam Al-Quran Surat Al A’raf ayat 205

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai.

Dalam ayat ini terdapat anjuran berdzikir di waktu pagi dan petang dengan adab-adab seperti berdzikir dengan tenang, khusyu’, rendah diri, dan tidak lalai, juga menyatakan bahwa dzikir itu ada yang diucap dengan lidah, ada yang hanya dari hati, dan ada yang lisan berdzikir bersama hati, yang demikian itu paling utama.

Dan masih banyak ayat yang menganjurkan dzikir diwaktu pagi dan petang juga keutamaan-keutamaan didalamnya.

Dzikir waktu pagi mempunyai banyak keberkahan dan fadhilah, ada baiknya kita hafal dan renungi kandungan dari dzikir tersebut, namun jika masih ada dari kita yang belum menghafalnya, dibawah ini akan kita cantumkan teks arab, latin, dan juga terjemahannya untuk memudahkan bagi kita dalam mengamal dzikir ini.

Insyaallah dengan berdzikir di pagi hari Allah mudahkan segala urusan kita baik di dunia maupun di akhirat, juga Allah hilangkan segala marabahaya di hari itu Amiin.

1. Membaca doa perlindungan

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bi kalimaatillahit taamaati min syarri ma khalaq

Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan ciptaanNya

2. Membaca Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إلهَ إلاَّ أنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وأبُوءُ بِذَنْبِي ، فَاغْفِرْ لِي ، فَإنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أنْتَ

Allahumma Anta Rabbi khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’ul laka bi ni’matika ‘alayya, wa abu’un bidzanbi, faghfirli, fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa Anta

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku tidak ada tuhan kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hambaMu, aku penuhi janjiku padaMu sekuat tenagaku, aku berlindung padaMu dari kejahatan yang aku kerjakan, Aku mengakui nikamt yang telah Engkau berikan kepadaku sedangkan aku selalu berbuat dosa kepadaMu, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mampu mengampuni segala dosa kecuali Engkau.

3. Membaca doa menolak bahaya tiga kali

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

Bismillahil ladzi la yadhurru ma’as mihi syaiun fil ardhi wala fissama’i wa huas sami’ul ‘aliim

Artinya: Dengan nama Allah zata yang tidak akan mudharat apa yang dibumi dan dilangit dengan Asma nya dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui.

4. Membaca doa naik saksi

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

Allahumma fathiras samawati wal ardhi, ‘alimal ghaibi wasysyahadati rabba kulli syai’in wamalikahu, Asyhadu an lailaha illa anta, a’udzu bika min syarri nafsii wa syarrisy syaithani wasyirkihi

Artinya: Ya Allah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui gaib dan nyata Tuhan dan yang merajai segala sesuatu, aku bersaksi tiada Tuhan selain engkau, aku berlindung kepada engkau dari kejahatan nafsuku, kejahatan syaitan dan sekutunya.

5. Membaca doa pagi sore

اللَّهُمَّ إنِّي أصبَحْتُ أُشهِدُكَ، وأُشهِدُ حَمَلةَ عَرشِكَ ومَلائكتَكَ، وجَميعَ خَلقِكَ، أنَّكَ أنتَ اللهُ الذي لا إلهَ إلَّا أنتَ، وأنَّ محمدًا عبدُكَ ورسولُكَ

Allahumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikataka wa jami’a khalqika annaka antallah alladzi lailaha illa anta wa anna muhammadan ‘abduka wa rasuluka

Artinyaa: Ya Allah aku menjalani pagi ini, aku bersaksi kepadaMu, bersaksi kepada malaikat penanggung ‘arsy, bersaksi kepada semua malaikatMu, dan seluruh makhlukMu bahwa Kau adalah Allah, tiada tuhan selainMu dan Muhammad adalah utusanMu dan pesuruhMu.

6. Membaca tasbih 100 kali

سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ

Subhanallahi wa bihamdihi

Artinya: Maha suci Allah dan segala puji baginya

7. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas masing-masing tiga kali

8. Membaca kalimat syukur

اللهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

Allahumma ma ashbaha min ni’matin au bi ahadim min khalqika, faminka wahdaka la syarika laka falakal hamdu wa lakasy sykru

Artinya: Ya Allah apa saja nikmat yang datang padaku diwaktu pagi atau pada ciptaanMu semuanya dariMu semata, tidak ada sekutubagiMu, segala puji bagiMu dan segala syukur bagiMu.

9. Membaca kalimat ridha

رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

Radhitu billahi Rabba wa bil islami dina wa bimuhammadin nabiyya

Artinya: Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku.

10. Membaca doa keselamatan

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allahumma inni asalukal ‘afwa wal ‘afiata fid dunya wal akhirah, Allahumma inni asalukal ‘afwa wal ‘afiata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali, Allahumma stur ‘aurati wa amin rau’ati, Allahummah fadhni min bayna yadayya, wa min khalfi, wa ‘an yamini, wa ‘an syimali, wa min fauqi, wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala min tahti

Artinya: Ya Allah sungguh aku memohon padaMu keampunan dan kesehatan di dunia dan diakhirat, ya Allah sungguh aku memohon padamu ampunan dan kesehatan pada urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku, ya Allah tutuplah aibku tenangkan aku dari rasa takut, ya Allah jagalah aku dihadapanku, dibelakangku, dikananku, dikiriku, dan diatasku. Dan aku berlindung dengan keagunganMu agar aku tidak ditipu dari bawahanku.

Tuntunan bacaan dzikir diwaktu petang

Sebagaimana pagi adalah permulaan bagi kita untuk menyambut cerahnya hari, begitulah sore adalah pebukaan mengawali malam untuk beristirahat kerana berbagai aktifitas yang kian penat.

Tidak ada amal yang terlebih baik dalam memulai dan menutup suatu pekerjaan selain berdzikir kepada Allah Swt. Sore adalah satu momentum terbaik dari sepanjang hari dan malam karena waktu sore adalah waktu peralihan siang dengan malam, terang dengan kegelapan.

Sepatutnya bagi kita di momentum yang paling krusial itu adalah tidak melupakan dzikir kepada Allah, apalagi jika bertepatan dengan sore dihari jumat karena waktu mustajabah doa terdapat di sore jumat.

Sore juga menjadi waktu terbaik untuk memohon perlindungan dan kemaslahatan untuk dua belas jam kedepan sebagaimana pagi adalah waktu terbaik memohon keamanan dan kenyamanan aktifitas kita selama dua belas jam.

Dzikir yang dibaca di sore hari sama dengan zikir waktu pagi, yaitu:

  1. Membaca doa perlindungan
  2. Membaca Sayyidul Istighfar
  3. Membaca doa menolak bahaya tiga kali
  4. Membaca doa sore hari
  5. Membaca doa naik saksi
  6. Membaca tasbih 100 kali
  7. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas masing-masing tiga kali
  8. Membaca kalimat ridha
  9. Membaca kalimat syukur
  10. Membaca doa keselamatan

Namun ada sedikit penambahan untuk dzikir disore hari yaitu kumpulan dzikir yang telah disusun oleh seorang waliyullah di tarim Al Habib Umar bin Hafidz

Berikut zikir setelah asar yang dikutip dari kitab Khulashah Madad karya Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz

1. Membaca surat Al Waqiah

2. Membaca doa setelah Al Waqiah

Berikut kami terakan teks asli, latin serta terjemahannya untuk memudahkan dalam memahaminya.

. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻُﻦْ ﻭُﺟُﻮْﻫَﻨَﺎ ﺑِﺎْﻟﻴَﺴَﺎﺭِ , ﻭَﻻَﺗُﻮﻫِﻨَّﺎﺑِﺎْﻻِﻕْﺗَﺎﺭِ

Allahumma shun wujuhana bil yasar, Wala tuhinna bil iqtar

Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan, jangan hinakan kami dengan kemiskinan

, فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَخَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ اَعْطَانَاوَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَا

Fanastarziqa thalibi rizqika wanasta’thifa syirara khalqika wanasytagila bihamdi man a’thana

sehingga kami harus mencari rizki dari para pencari rizki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk, dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami.

وَاَنْتَ مِنْ وَرَاءِذَلِكَ كُلِّهِ اَهْلُ اْلعَطَاءِ وَاْلمَنْعِ

Wa Anta min Wara’i dzalika kullihi ahlul ‘atha’i wal man’i

Padahal hanya engkaulah yang berwenang dalam member maupun tidak

اَللَّهُمَّ كَمَاصُنْتَ وُجْوُ هَنَاعَنِ السُّجُوْدِاِلاَّلَكَ فَصُنَّاعَنِ اْلحاَجَةِاِلاَّاِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثلاثا

Allahumma kama Shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fashunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wakaramika wafadhlika, ya arhamar rahimin

Ya Allah sebagaimana telah engkau jaga kami dari sujud selain kepadamu, maka jagalah kami dari keperluan selain kepadamu, dengan kemurahanMu, kemuliaanMu, dan karuniaMu, yang maha pengasih lagi maha penyayang (3kali)

3. Membaca Hizbul Bahar yang disusun oleh abu Hasan Asy Syadzili

بِسْمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الرَّحْيْمِ. يَاعَلِيُّ يَاعَظِيْمُ. يَاحَلِيْمُ يَاعَلِيْمُ. اَنْتَ رَبِّيْ وَعِلْمُكَ حَسْبِيْ. فَنِعْمَ الرَّبُّ رَبِّيْ. وَنِعْمَ اْلحَسْبُ حَسْبِيْ. تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَاَنْتَ

اْلعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ

نَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِى الْحَرَكَاتِ وَالسَّكَنَاتِ. وَالْكَلِمَاتِ وَالْاِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ.مِنَ الشُّكُوْكِ وَالظُّنُوْنِ. وَاْلاَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوْبِ. عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوْبِ. فَقَدِ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالاً شَدِيْدًا. (وَاِذْ يَقُوْلُ اْلمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اِلاَّغُرُوْرًا)

فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا هَذَا اْلبَحْر.َ كَمَا سَخَّرْتَ اْلبَحْرَ لِمُوْسَى. وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلاِبْرَاهِيْمَ. وَسَخَّرْتَ اْلجِبَالَ وَاْلحَدِيْدَ لِدَاوُدَ. وَسَخَّرْتَ الرِّيْحَ وَالشَّيَاطِيْنَ وَاْلجِنَّ لِسُلَيْمَانَ. وَسَخِّرْلَنَا كُلَ بَحْرٍهُوَ لَكَ فِى اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ. وَاْلمُلْكِ وَ اْلمَلَكُوْتِ وَبَحْرَ الدُّنْيَا وَبَحْرَ اْلاَخِرَةِ. وَسَخَّرْلَنَا كُلَّ شَيْءٍ. يَامَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلُّ شَيْءٍ

(كهيعص) (كهيعص) (كهيعص)

اُنْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ. وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. وَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ اْلغَافِرِيْنَ. وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ. وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ اْلقَوْمِ الظَّاِلمِيْنَ. وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيْبَةً كَمَا هِيَ فِى عِلْمِكَ. وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَاِئنِ رَحْمَتِكَ. وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ اْلكَرَا مَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَ الْعَافِيَةِ فِي الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ. اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

اَللَّهُمَّ يَسِّرْلَنَا اُمُوْرَنَا. مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوْبِنَا وَاَبْدَانِنَا وَالسَّلاَمَةِ وَاْلعَافِيَةِ فِى دِيْنِنَ وَدُنْيَانَا . وَكُنْ لَنَا صَاحِبًا فِى سَفَرِنَا وَخَلِيْفَةً فِى اَهْلِنَا, وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوْهِ اَعْدَائِنَا. وَامْسَخْهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَلاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ اْلمُضِيَّ وَلاَاْلمجَيْءَ اِلَيْنَا

وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوْا الصِّرَاطَ فَانَّى يُبْصِرُوْن. وَلَوْنَشَآءُ لمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَااسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَلاَيَرْجِعُوْنَ

يس. وَاْلقُرْآنِ الْحَكِيْمِ* اِنَّكَ لَمِنَ اْلمُرْسَلِيْنَ* عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ* تَنْزِيْلَ اْلعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ* لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ* لَقَدْحَقَّ اْلقَوْلُ عَلَى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَيُؤْمِنُوْنَ* اِنَاجَعَلْنَا فِى اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فِهَيَ اِلَى اْلاَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ* وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ

شَاهَتِ اْلوُجُوْهُ(ثَلاَثًا)

وَعَنَتِ اْلوُجُوْهُ لِلْحَيِّ اْلقَيُّوْمِ. وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

(حمعسق)(طس)

(مَرَجَ اْلبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ* بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَيَبْغِيَانِ)

(حم) (حم) (حم) (حم) (حم) (حم) (حم)

حُمَّ اْلاَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرَ, فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ

حم* تَنْزِيْلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ* غَافِرِالذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ. اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ

(بِسْمِ اللهِ)

باَبُنَا(تَبَارَكَ) حِيْطَانُنَا(يَس) سَقْفُنَا(كَهَيَعَصَ) كِفَايَتُنَا(حم.عسق) حِمَايَتُنَا

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْنَا. وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ اِلَيْنَا. بِحَوْلِ اللهِ لاَيُقْدَرُ عَلَيْنَا. (وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحيْطٍ . بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِى لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ)

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَّمَدْ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا

Kenapa harus selalu mengingat Allah

Sebuah pertnyaan yang begitu mendalam, mengapa kita harus selalu mengingat Allah, bukankan Allah maha segalanya, bukankah Allah tidak memerlukan apapun dari kita.

Ketaatan dan kepatuhan kita padanya tidak akan membuat Tuhan menjadi lebih tinggi sebab esensi daripada pencipta adalah Maha tinggi, juga kedurhakaan kita padanya tidak akan mengurangi kemahapersaannya.

Bahkan kekurangan dan kelebihan yang diperlihatkan pada makhluk adalah ciptaannya juuga. sejatinya kitalah yang membutuhkannya.

Itu semua benar, namun pertama-tama kita harus paham posisi kita dimana, kita sebagai makhluk (ciptaan) dan Allah sebagai Khaliq (pencipta), kita sebagai ‘abdun (hamba) dan Allah sebagai ma’bud (yang disembah). Sebagai seorang hamba yang telah mendapatkan ribuan bahkan jutaan nikmat dari Allah tidak selayaknya kita melupakan pemberi nikmat

Kedua manusia sangat menginginkan kehidupan yang tentram, tenang dan bahagia dimana semua itu tidak akan didapatkan kecuali dengan berdzikir mengingat Allah, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Anfal ayat dua

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Dalam Tafsir Baghowi dijelaskan makna dari gemetar ketik menyebut nama Allah adalah takut ketika disebut perihal siksa dan azab, dan menjadi tenang ketika disebut perihal anugerah dan pahala.

Dalam kitab Manhajus Sawi disebutkan, suatu hari seseorang bertanya pada Salman ra, amal apa yang paling afdhal disisi Allah Swt? Salman menjawab, apakah engkau tidak membaca surat Al ‘Ankabut ayat 45 yaitu

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Dan Sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar

Imam Salman menjelaskan makna dari ayat ini adalah hal yang paling besar di dunia ini adalah ketika Allah mengingatmu melebihi besarnya kamu mengingat Allah

Juga kisah Mu’adz diakhir perjumpaan nya dengan Rasulullah Saw ketika meminta Nasehat pada Rasulullah, ya Rasulullah beritaukan aku apa amal paling baik? Rasul menjawab, engkau meninggal sedangkan lidahmu dalam keadaan basah karena berdzikir kepada Allah Swt.

Ibn ‘Athaillah as Sakandari ra berkata, jangan pernah kamu tinggalkan berdzikir walaupun hatimu masih lalai karena kelalaian hatimu tanpa menyebutNya jauh lebih bahaya daripada lalai namun masih mmengucap dzikir padaNya, juga orang yang tidak pernah berzikir adalah satu tanda orang itu telah dijauhkan oleh Allah Swt. Mudah-mudahan Allah jadikan dzikir kamu menjadi dzikir yang lidah menyebutNya dan hati ingat padaNya

Penutup

Dari uraian diatas ada bebrapa poin penting yang perlu kita garis bawahi, bahwa poros kehidupan dan waktu kita tidak boleh adanya kekosongan dari berdzikir, karena dzikir adalah makanan rohaniah yang dapat menghidupkan jiwa sebagaimana keberlangsungan tubuh dengan adanya suplay makanan jasmani.

Salah satu waktu terbaik untuk berdzikir yaitu ketika pagi dan sore, sebab dua waktu tersebut menjadi pintu gerbang untuk memasuki aktifitas siang dan malam. Semoga Allah jadikan kita semua orang-orang yang istiqamah dalam berdzikir kepadaNya Amiin.

 

JANGAN KETINGGALAN
EMAIL EKSLUSIF
Dapatkan email-email terbaik langsung ke inbox kamu dari hasana.id
Subscribe!
in syaa Allah manfaat 🙂

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p