Dzikir Pagi Petang [BACAAN DAN PENJELASAN LENGKAP]

Dzikir pagi petang menjadi salah satu ikhtiar bagi seorang muslim untuk menjaga dirinya. Bagaimana tepatnya bacaan dzikir ini? Hasana.id akan memaparkannya dengan lengkap.

dzikir pagi petang buku

Mengenal Dzikir Pagi Petang

Tiada sikap yang paling baik dari seorang insan yang menghamba dirinya kepada Allah, melainkan patuh pada perintah-Nya, beriman dengan segala ajaran yang dibawa oleh utusan-Nya, dan hatinya selalu tenang ketika mengingat-Nya.

Salah satu hal yang sangat dianjurkan dalam agama adalah berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, baik dalam keadaan lapang terlebih dalam situasi sempit.

Apalagi dalam kesehariannya, semua manusia di dunia berlomba untuk mencari kebahagiaan. Ada yang mencarinya dari kekayaan sehingga waktunya habis dalam menumpuk harta dan lupa pada pemberi rezeki.

Bahkan, ada yang mencari kebahagian dengan berlomba meraih jabatan hingga rela menempuh jalur apa saja agar obsesinya terpenuhi.

Namun, mereka lupa pada janji Allah yang menyatakan “hanya dengan mengingat-Nya hidupmu akan bahagia.” Semua itu karena keimanan kita yang makin terkikis dan digilas oleh setan, hawa nafsu, dan cinta dunia.

Iman dan dzikir adalah dua hal yang bisa dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun. Karena hanya orang yang mengingat Allah yang damai dan tenteram hatinya.

Maka, wajar jika Allah menganjurkan hamba-Nya untuk memperbanyak dzikir setiap hari. Tidak ada cara lain untuk mendapatkan ketenangan jiwa selain berdzikir kepada-Nya.

Hal ini telah tertuang dalam firman Allah Swt pada surat Ar Ra’d ayat 28:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Kamu tentu sudah mengetahui jika ada ibadah seumur hidup yang namanya haji, ada pula ibadah tahunan yang namanya idulfitri, iduladha, dan puasa Ramadhan.

Kemudian ada ibadah bulanan, puasa tiga hari di tiap-tiap awal bulan dan tiga hari di akhir bulan, selanjutnya ada ibadah mingguan yaitu salat Jumat yang menjadi sayyidul ayyam.

Terakhir, ada ibadah harian salat fardu yang dikawal oleh salat tahajud dan salat dhuha.

Yang paling utama adalah terus melakukan ibadah setiap waktu, setiap keadaan, dan setiap tarikan nafas yang dikenal dengan ibadah dzikir kepada Allah Swt.

Dari uraian di atas dapat kamu pahami bahwa dzikir adalah perintah Allah di dalam setiap keadaan, tetapi ada juga dzikir yang dianjurkan dalam waktu tertentu dan tempat tertentu seperti dzikir pagi petang.

dzikir pagi petang latin

Mengenal Dzikir Pagi Petang dan Tata Caranya

Secara umum dzikir dapat dibagi menjadi tiga. Pertama, dzikir yang pembacaannya setiap waktu, seperti kalimat thayyibah, Hauqalah, takbir, tahmid dan lain sebagainya.

Kedua, ada dzikir yang harus dibaca dalam waktu yang telah ditentukan oleh syari’at seperti dzikir pagi petang, dzikir hari jumat, dzikir di bulan Ramadhan, dzikir di hari idulfitri dan iduladha, dan lain-lain.

Ketiga, terdapat pula dzikir yang pelaksanaannya berdasarkan tempat seperti dzikir ketika naik haji, dzikir di padang arafah, dzikir ketika hendak tidur dan seterusnya.

Dari berbagai macam jenis dzikir harian adalah dzikir pagi petang. Untuk itu hasana.id akan membantu kamu agar bisa mempelajari lebih detail tentang pengamalan, tata cara, dan keutamaan dzikir tersebut.

Tuntunan Bacaan Dzikir di Waktu Pagi

Pagi adalah waktu yang istimewa untuk mengawali aktifitas kita. Umumnya kita telah membuat beragam rencana yang telah tersusun rapi di dalam daftar kegiatan.

Agar keseharian kita dapat dijalani dengan penuh semangat, maka sepatutnya mengawali pagi dengan energi yang positif.

Berkaitan dengan hal itu, Islam memberikan solusi agar kita selalu bersemangat mengawali aktifitas harian. Caranya adalah memulai hari dengan berdzikir yang juga bisa menjadi obat bagi bermacam problematika setiap hari.

Ada beragam susunan dzikir di pagi hari, baik itu ma’tsurat (dzikir berdasarkan tuntunan dari Rasulullah saw) atau ghairu ma’tsurat (kumpulan dzikir yang disusun oleh para ulama).

Sebagaimana yang tersebut dalam Al-Quran surat Al-A’raf (ayat 205):

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Artinya:

“dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”

Dalam ayat ini terdapat anjuran berdzikir di waktu pagi dan petang dengan adab-adab seperti berdzikir dengan tenang, khusyu’, rendah diri, dan tidak lalai.

Ayat tersebut juga menyatakan bahwa dzikir itu ada yang diucap dengan lidah, ada yang hanya dari hati, dan ada yang lisan berdzikir bersama hati. Yang terakhir itu paling utama.

Masih banyak ayat-ayat lain yang juga menganjurkan dzikir diwaktu pagi dan petang juga keutamaan-keutamaan di dalamnya.

Perlu diketahui bahwa dzikir pagi mempunyai banyak keberkahan dan fadilah sehingga baik untuk dihafalkan dan direnungi kandungannya.

Namun kalau kamu masih belum bisa menghafalnya, hasana.id telah mencantumkan teks arab, latin, dan juga terjemahannya untuk memudahkan kamu dalam mengamalkan dzikir ini.

Insyaallah dengan berdzikir di pagi hari, Allah akan memudahkan segala urusan kita baik di dunia maupun di akhirat, serta Allah hilangkan segala marabahaya di hari itu Aamiin.

dzikir pagi petang al matsurat

1. Membaca Doa Perlindungan

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bi kalimaatillahit taamaati min syarri ma khalaq

Artinya:

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan ciptaan-Nya.”

2. Membaca Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إلهَ إلاَّ أنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وأبُوءُ بِذَنْبِي ، فَاغْفِرْ لِي ، فَإنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أنْتَ

Allahumma Anta Rabbi khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’ul laka bi ni’matika ‘alayya, wa abu’un bidzanbi, faghfirli, fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa Anta

Artinya:

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku tidak ada tuhan kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hambaMu, aku penuhi janjiku padaMu sekuat tenagaku, aku berlindung padaMu dari kejahatan yang aku kerjakan, Aku mengakui nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku sedangkan aku selalu berbuat dosa kepadaMu, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mampu mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

3. Membaca Doa Menolak Bahaya Tiga Kali

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

Bismillahil ladzi la yadhurru ma’as mihi syaiun fil ardhi wala fissama’i wa huas sami’ul ‘aliim

Artinya:

“Dengan nama Allah zat yang tidak akan mudarat apa yang di bumi dan di langit dengan Asma-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

4. Membaca Doa Naik Saksi

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

Allahumma fathiras samawati wal ardhi, ‘alimal ghaibi wasysyahadati rabba kulli syai’in wamalikahu, Asyhadu an lailaha illa anta, a’udzu bika min syarri nafsii wa syarrisy syaithani wasyirkihi

Artinya:

“Ya Allah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui gaib dan nyata Tuhan dan yang merajai segala sesuatu, aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku berlindung kepada engkau dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya.”

5. Membaca Doa Pagi Sore

اللَّهُمَّ إنِّي أصبَحْتُ أُشهِدُكَ، وأُشهِدُ حَمَلةَ عَرشِكَ ومَلائكتَكَ، وجَميعَ خَلقِكَ، أنَّكَ أنتَ اللهُ الذي لا إلهَ إلَّا أنتَ، وأنَّ محمدًا عبدُكَ ورسولُكَ

Allahumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikataka wa jami’a khalqika annaka antallah alladzi lailaha illa anta wa anna muhammadan ‘abduka wa rasuluka

Artinya:

“Ya Allah aku menjalani pagi ini, aku bersaksi kepadaMu, bersaksi kepada malaikat penanggung ‘arsy, bersaksi kepada semua malaikatMu, dan seluruh makhlukMu bahwa Kau adalah Allah, tiada tuhan selainMu dan Muhammad adalah utusanMu dan pesuruhMu.”

6. Bertasbih 100 kali

سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ

Subhanallahi wa bihamdihi

Artinya:

“Maha suci Allah dan segala puji baginya.”

7. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas Masing-Masing Tiga Kali

8. Mengucapkan Kalimat Syukur

اللهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

Allahumma ma ashbaha min ni’matin au bi ahadim min khalqika, faminka wahdaka la syarika laka falakal hamdu wa lakasy sykru

Artinya:

“Ya Allah apa saja nikmat yang datang padaku diwaktu pagi atau pada ciptaanMu semuanya dariMu semata, tidak ada sekutu bagiMu, segala puji bagiMu dan segala syukur bagiMu.”

9. Membaca Kalimat Rida

رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

Radhitu billahi Rabba wa bil islami dina wa bimuhammadin nabiyya

Artinya:

“Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku.”

10. Membaca Doa Keselamatan

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allahumma inni asalukal ‘afwa wal ‘afiata fid dunya wal akhirah, Allahumma inni asalukal ‘afwa wal ‘afiata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali, Allahumma stur ‘aurati wa amin rau’ati, Allahummah fadhni min bayna yadayya, wa min khalfi, wa ‘an yamini, wa ‘an syimali, wa min fauqi, wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala min tahti

Artinya:

“Ya Allah sungguh aku memohon padaMu keampunan dan kesehatan di dunia dan di akhirat, ya Allah sungguh aku memohon padamu ampunan dan kesehatan pada urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku,

Ya Allah tutuplah aibku tenangkan aku dari rasa takut, ya Allah jagalah aku di hadapanku, di belakangku, di kananku, di kiriku, dan di atasku. Dan aku berlindung dengan keagunganMu agar aku tidak ditipu dari bawahanku.”

Tuntunan Bacaan Dzikir di Waktu Petang

Sebagaimana pagi adalah permulaan bagi kita untuk menyambut cerahnya hari, begitulah sore adalah pembukaan mengawali malam untuk beristirahat karena berbagai aktifitas yang kian penat.

Tidak ada amal yang terlebih baik dalam memulai dan menutup suatu pekerjaan selain berdzikir kepada Allah Swt.

Terlebih sore hari adalah satu momentum terbaik dari sepanjang hari dan malam. Karena sore merupakan waktu peralihan siang dengan malam, terang dengan kegelapan.

Sepatutnya bagi kita di momentum yang paling krusial itu adalah tidak melupakan dzikir kepada Allah, apalagi jika bertepatan dengan sore dihari jumat karena waktu mustajabah doa terdapat di sore jumat.

Tambahan lagi, sore hari juga menjadi waktu terbaik untuk memohon perlindungan dan kemaslahatan untuk dua belas jam kedepan.

Sebagaimana pagi adalah waktu terbaik memohon keamanan dan kenyamanan aktifitas kita selama dua belas jam.

dzikir pagi petang arab dan latin

Dzikir yang dibaca di sore hari sama dengan zikir waktu pagi, yaitu:

  1. Doa perlindungan
  2. Sayyidul istighfar
  3. Doa penolak bahaya tiga kali
  4. Membaca doa sore hari
  5. Melafazkan doa naik saksi
  6. Membaca tasbih 100 kali
  7. Melafazkan surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas masing-masing tiga kali
  8. Membaca kalimat rida
  9. Mengucapkan kalimat syukur
  10. Membaca doa keselamatan

Namun, ada sedikit penambahan untuk dzikir di sore hari yaitu kumpulan dzikir yang telah disusun oleh seorang waliyullah di tarim Al Habib Umar bin Hafidz.

Berikut zikir setelah asar yang dikutip dari kitab Khulashah Madad karya Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

1. Membaca Surat Al-Waqiah

2. Melantunkan Doa setelah Al-Waqiah

Berikut kami sertakan teks asli, latin, serta terjemahannya untuk memudahkan dalam memahaminya.

. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻُﻦْ ﻭُﺟُﻮْﻫَﻨَﺎ ﺑِﺎْﻟﻴَﺴَﺎﺭِ , ﻭَﻻَﺗُﻮﻫِﻨَّﺎﺑِﺎْﻻِﻕْﺗَﺎﺭِ

Allahumma shun wujuhana bil yasar, Wala tuhinna bil iqtar

“Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan, jangan hinakan kami dengan kemiskinan”

, فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَخَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ اَعْطَانَاوَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَا

Fanastarziqa thalibi rizqika wanasta’thifa syirara khalqika wanasytagila bihamdi man a’thana

“sehingga kami harus mencari rizki dari para pencari rizki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk, dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami.”

وَاَنْتَ مِنْ وَرَاءِذَلِكَ كُلِّهِ اَهْلُ اْلعَطَاءِ وَاْلمَنْعِ

Wa Anta min Wara’i dzalika kullihi ahlul ‘atha’i wal man’i

“Padahal hanya engkaulah yang berwenang dalam member maupun tidak”

اَللَّهُمَّ كَمَاصُنْتَ وُجْوُ هَنَاعَنِ السُّجُوْدِاِلاَّلَكَ فَصُنَّاعَنِ اْلحاَجَةِاِلاَّاِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثلاثا

Allahumma kama Shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fashunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wakaramika wafadhlika, ya arhamar rahimin

“Ya Allah sebagaimana telah engkau jaga kami dari sujud selain kepadamu, maka jagalah kami dari keperluan selain kepadamu, dengan kemurahanMu, kemuliaanMu, dan karuniaMu, yang maha pengasih lagi maha penyayang”

(diulang 3 kali)

3. Membaca Hizbul Bahar yang Disusun oleh Abu Hasan Asy Syadzili

بِسْمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الرَّحْيْمِ. يَاعَلِيُّ يَاعَظِيْمُ. يَاحَلِيْمُ يَاعَلِيْمُ. اَنْتَ رَبِّيْ وَعِلْمُكَ حَسْبِيْ. فَنِعْمَ الرَّبُّ رَبِّيْ. وَنِعْمَ اْلحَسْبُ حَسْبِيْ. تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَاَنْتَ

اْلعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ

نَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِى الْحَرَكَاتِ وَالسَّكَنَاتِ. وَالْكَلِمَاتِ وَالْاِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ.مِنَ الشُّكُوْكِ وَالظُّنُوْنِ. وَاْلاَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوْبِ. عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوْبِ. فَقَدِ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالاً شَدِيْدًا. (وَاِذْ يَقُوْلُ اْلمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اِلاَّغُرُوْرًا)

فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا هَذَا اْلبَحْر.َ كَمَا سَخَّرْتَ اْلبَحْرَ لِمُوْسَى. وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلاِبْرَاهِيْمَ. وَسَخَّرْتَ اْلجِبَالَ وَاْلحَدِيْدَ لِدَاوُدَ. وَسَخَّرْتَ الرِّيْحَ وَالشَّيَاطِيْنَ وَاْلجِنَّ لِسُلَيْمَانَ. وَسَخِّرْلَنَا كُلَ بَحْرٍهُوَ لَكَ فِى اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ. وَاْلمُلْكِ وَ اْلمَلَكُوْتِ وَبَحْرَ الدُّنْيَا وَبَحْرَ اْلاَخِرَةِ. وَسَخَّرْلَنَا كُلَّ شَيْءٍ. يَامَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلُّ شَيْءٍ

(كهيعص) (كهيعص) (كهيعص)

اُنْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ. وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. وَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ اْلغَافِرِيْنَ. وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ. وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ اْلقَوْمِ الظَّاِلمِيْنَ. وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيْبَةً كَمَا هِيَ فِى عِلْمِكَ. وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَاِئنِ رَحْمَتِكَ. وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ اْلكَرَا مَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَ الْعَافِيَةِ فِي الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ. اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

اَللَّهُمَّ يَسِّرْلَنَا اُمُوْرَنَا. مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوْبِنَا وَاَبْدَانِنَا وَالسَّلاَمَةِ وَاْلعَافِيَةِ فِى دِيْنِنَ وَدُنْيَانَا . وَكُنْ لَنَا صَاحِبًا فِى سَفَرِنَا وَخَلِيْفَةً فِى اَهْلِنَا, وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوْهِ اَعْدَائِنَا. وَامْسَخْهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَلاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ اْلمُضِيَّ وَلاَاْلمجَيْءَ اِلَيْنَا

وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوْا الصِّرَاطَ فَانَّى يُبْصِرُوْن. وَلَوْنَشَآءُ لمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَااسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَلاَيَرْجِعُوْنَ

يس. وَاْلقُرْآنِ الْحَكِيْمِ* اِنَّكَ لَمِنَ اْلمُرْسَلِيْنَ* عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ* تَنْزِيْلَ اْلعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ* لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ* لَقَدْحَقَّ اْلقَوْلُ عَلَى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَيُؤْمِنُوْنَ* اِنَاجَعَلْنَا فِى اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فِهَيَ اِلَى اْلاَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ* وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ

شَاهَتِ اْلوُجُوْهُ(ثَلاَثًا)

وَعَنَتِ اْلوُجُوْهُ لِلْحَيِّ اْلقَيُّوْمِ. وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

(حمعسق)(طس)

(مَرَجَ اْلبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ* بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَيَبْغِيَانِ)

(حم) (حم) (حم) (حم) (حم) (حم) (حم)

حُمَّ اْلاَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرَ, فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ

حم* تَنْزِيْلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ* غَافِرِالذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ. اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ

(بِسْمِ اللهِ)

باَبُنَا(تَبَارَكَ) حِيْطَانُنَا(يَس) سَقْفُنَا(كَهَيَعَصَ) كِفَايَتُنَا(حم.عسق) حِمَايَتُنَا

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْنَا. وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ اِلَيْنَا. بِحَوْلِ اللهِ لاَيُقْدَرُ عَلَيْنَا. (وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحيْطٍ . بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِى لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ)

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَّمَدْ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا

Kenapa Harus Selalu Mengingat Allah dan Melakukan Dzikir Pagi Petang?

Sebuah pertanyaan yang begitu dalam, mengapa kita harus selalu mengingat Allah? Bukankah Allah Maha segalanya sehingga Allah tidak memerlukan apapun dari kita.

Ketaatan dan kepatuhan kita pada-Nya tidak akan membuat Tuhan menjadi lebih tinggi. Sebab esensi daripada pencipta adalah Mahatinggi, juga kedurhakaan kita padanya tidak akan mengurangi kebesaran-Nya.

Untuk itu kita harus paham posisi kita  sebagai makhluk (ciptaan) dan Allah sebagai Khaliq (pencipta), kita sebagai ‘abdun (hamba) dan Allah sebagai ma’bud (yang disembah).

Sebagai seorang hamba yang telah mendapatkan ribuan bahkan jutaan nikmat dari Allah tidak selayaknya kita melupakan sang pemberi nikmat.

Terlebih manusia sangat menginginkan kehidupan yang tenteram, tenang, dan bahagia di mana semua itu tidak akan didapatkan kecuali dengan berdzikir mengingat Allah, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Anfal (ayat 2):

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karena-Nya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

Memahami Keutamaan Mengingat Allah

Dalam Tafsir Baghowi dijelaskan makna dari bergetar ketika menyebut nama Allah adalah takut ketika disebut perihal siksa dan azab. Sebaliknya, hati menjadi tenang ketika disebut perihal anugerah dan pahala.

Selain itu, di dalam kitab Manhajus Sawi disebutkan, suatu hari seseorang bertanya pada Salman ra, amal apa yang paling afdal disisi Allah Swt? Salman menjawab, apakah engkau tidak membaca surat Al ‘Ankabut (ayat 45), yaitu:

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Artinya:

“Dan Sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar.”

Imam Salman menjelaskan makna dari ayat ini adalah hal yang paling besar di dunia yaitu ketika Allah mengingatmu melebihi besarnya kamu mengingat Allah.

Juga kisah Mu’adz diakhir perjumpaannya dengan Rasulullah saw ketika meminta nasehat kepada Rasulullah:

“Ya Rasulullah, beritahukan aku apa amal paling baik? Rasul menjawab, “engkau meninggal, sedangkan lidahmu dalam keadaan basah karena berdzikir kepada Allah Swt.”

Ibn ‘Athaillah as Sakandari ra juga pernah berkata, “jangan pernah kamu tinggalkan berdzikir walaupun hatimu masih lalai. Karena kelalaian hatimu tanpa menyebutNya jauh lebih berbahaya daripada lalai tetapi masih mmengucap dzikir pada-Nya.”

Apalagi orang yang tidak pernah berzikir adalah satu pertanda kalau orang itu telah dijauhkan hatinya dari mengingat Allah Swt.

dzikir pagi petang adalah

Penutup

Dari uraian diatas ada beberapa poin penting yang perlu kita garis bawahi. Pertama, poros kehidupan dan waktu kita tidak boleh luput dari berdzikir. Karena dzikir adalah makanan rohani yang dapat menghidupkan jiwa sebagaimana tubuh memerlukan makanan jasmani.

Kedua, terdapat dua waktu terbaik untuk berdzikir, yaitu ketika pagi dan sore hari. Pasalnya, kedua waktu tersebut menjadi pintu gerbang untuk memasuki aktifitas siang dan malam.

Semoga dengan ulasan ini, kamu senantiasa mengamalkan dzikir pagi petang sehingga Allah jadikan kita semua orang-orang yang istikamah dalam berdzikir kepada-Nya Aamiin.

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p