Doa Turun Hujan

Di dalam agama Islam, hujan bukan sekadar proses ilmiah yang terjadi di alam. Ada beberapa pengetahuan dan perlakuan khusus terkait hujan. Misalnya, doa turun hujan yang beragam sesuai dengan intensitas air yang turun.

Musim hujan di Indonesia terjadi karena adanya angin musim barat. Di indonesia, musim hujan akan terjadi mulai bula Oktober hingga Februari. Bagi sebagian wilayah di Indonesia akan mengalami banjir besar dan sudah menjadi langganan.

Dalam Islam, hujan juga dimaknai sebagai rahmat dan keberkahan.  Untuk itu, dalam kesempatan ini kita akan belajar tentang hujan serta apa saja yang dilakukan seorang muslim saat hujan turun.

Perspektif Hujan 

Semakin sering kamu membuka Alquran, akan semakin sering kamu membacanya. Semakin sering dibaca, Alquran akan semakin dekat dan mengajarkan banyak hal. Tidak sekadar dibaca, Alquran juga perlu untuk ditadabburi.

Secara perlahan ketika kamu memahami makna dan esensi Alquran dalam kehidupan, akan semakin banyak fakta yang kamu temukan, seperti tentang hujan yang sedang kamu pahami.

Menurut Alquran 

Dalam Alquran, hujan diturunkan sebagai rahmat kepada penduduk bumi. Disebutkan dalam QS. Asy-syura ayat 28:

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ

“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.”

Pada kondisi kekeringan akibat kemarau, tentunya orang-orang akan sangat mengharapkan turunnya hujan. Hujan tersebut akan turun bersamaan dengan meningkatkan iman dan takwa.

Salah satu caranya adalah shalat istisqa (salat minta hujan).

Maka dalam QS. Al A’raf ayat 96 disebutkan:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

Salah satu ahli tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam kitab tafsirnya menyebutkan:

“Bahwa keberkahan dari langit adalah hujan, keberkahan dari bumi adalah tumbuhnya tanaman-tanaman. Tanaman itupun tumbuh dengan adanya hujan yang turun dari langit.”

Sebagai seorang muslim, kamu meyakini hanya Allah yang menurunkan hujan, dengan kuasa-Nya melalui malaikat Mikail.

Sebab turunya hujan sangat mudah bagi Allah, dengan memerintahkan awan membentuk gumpalan, dan kemudian turunlah rintik hujan.

QS. Al A’raf Ayat 57

Allah Ta’ala juga menyebutkan bagaiman hujan itu turun dalam surat Al A’raf ayat 57:

“Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”

Ilmu pengetahuan yang diketahui tentang hujan, sangat jelas disebutkan dalam Alquran.

Dimana hujan itu diturunkan dalam kadar/ukuran (yang diperlukan). Sebagaimana dalam Alquran surat Az-zukhruf ayat 11 menyebutkan:

Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan) lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).

Menurut Sains

Dalam buku “Islam Itu Ilmiah”, Abdul Syukur Al Azizi menyebutkan kadar/ukuran yang disebutkan merujuk pada karakteristik air hujan.

Secara umum jumlah air yang terun ke bumi itu selalu sama, karena rata-ratanya air yang menguap ke langit sebanyak 16 ton akan turun juga ke bumi.

Kadar turunya hujan pun telah diatur oleh Allah baik kecepatan, ketinggian, dan kapasitasnya. Kecepatan rata-rata turunnya hujan adalah 8-10 KM/jam, sehingga hujan yang turun tidak merusak permukaan bumi. Subhanallah.

Hujan juga memiliki fakta yang menarik tentang lapisan atmosfer, dimana proses terbentuknya hujan, temperatur udara turun 400 derajat celsius di bawah nol. Dalam kondisi ini air hujan tidak berubah menjadi es.

Oleh karena demikian hujan yang turun telah sesuai dengan kadar kebutuhan penduduk bumi untuk ditumbuhkannya berbagai macam tumbuhan dan menyuburkannya.

“Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.” (QS. An Nahl: 10)

Kapan Hujan Turun?

Allah swt menurunkan hujan pada siang dan malam hari. Allah membagi hujan sesuai kehendak-Nya. Dalam sebuah riwayat dari seorang tabi’in, Al Muthallin bin Hanthab mengatakan:

ما من ليل ولا نهارالا والسماء تمطرفيها ويصرفه الله حيث شاء

“Hujan itu diturunkan siang dan malam, hanyasaja Allah menurunkan kapan dikehendaki-Nya

Imam Rafi’I mengemukakan, sebagaimana dalam kitab Faidhul Qadir, hujan itu diturunkan siang atau malam, baik di laut atau di darat, pada musimnya atau tidak, dan semua itu sesuai dengan kehendak Allah.

Diriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas:

وعن ابن عباس ما من عام أقل مطرا من عام ولكن الله قسم ذلك بين عباده على ما شاء

“Setiap tahun hujan turun tidak lebih sedikit dari dari sebelumnya dan Allah membagi hujan kepada hamba-Nya seseuai kehendak-Nya

Dalam suatu riwayat disebutkan pula:

وروى أن الملائكة يعرفون عدد المطر وقدره كل عام لأنه لا يختلف لكن تختلف فيه البلاد

“Bahwasanya malaikat mengetehui jumlah hujan dan kadarnya setiap tahun,hanya saja jumlah butiran hujan itu berbeda di setiap daerahnya

Hujan Adalah Rahmat Dari Allah

air langit

Ada banyak rahmat Tuhan, salah satunya adalah hujan yang sering kamu nikmati kesegarannya. Bila rahmat itu dimaknai sebagai pemberian Allah yang baik untuk umat, maka hujan telah memberikan banyak manfaat untuk manusia.

Disadari atau tidak, ada banyak sekali manfaat hujan yang dirasakan, diantaranya:

1. Sumber air minum

Air merupakan sumber kehidupan dalam hidup. Baik bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Umumnya air diambil dari dalam tanah dengan menggali sumur, tetapi air juga dapat diperoleh dari hujan langsung.

2. Sebagai penyubur tanaman

Air hujan sangat sangat dibutuhkan bagi tumbuhan. Tanpa air hujan banyak tanaman akan mati karena kegersangan, dalam hal ini hujan sumber utama penyubur tanaman

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ

“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen.”

Manfaat Hujan Lainnya

  1. Sumber ekonomi masyarakat
    Sisi lain hujan dalam perspektif rahmat adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam hal ini hujan dapat menambah pemasukan seperti adanya ojek hujan yang menyediakan payung atau bagi beberapa orang yang menjual baju mantel.
  2. Sumber energi listrik baru
    Tidak hanya energi surya, tenyata tetesan hujan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Hal ini sudah dibuktikan oleh siswa SMK Cakra Buana, Depok.

Dalam QS. Asy Syura Allah menyebutkan hujan sebagai rahmat.

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ

“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.”

Pada masa Rasulullah dan masa salafussalih terdahulu, mereka sangat bergembira atas turunnya hujan, dan bertabarruk dengan turunnya hujan. Dalam hadits sahih disebutkan bahwa:

عن أنسٍ -رضي الله عنه-، قال: أصابنا ونحن مع رسول الله -صلى اللهُ عليه وسلم- مطرٌ، قال: فحسَر رسول الله -صلى اللهُ عليهِ وسلم- ثوبَه حتى أصابَه مِن المطر، فقلنا: يا رسول الله! لمَ صنعتَ هذا؟ قال: “لأنَّه حديثُ عهدٍ بِربِّه تعالي

Dari Anas bin Malik ra: “Kami kena hujan dan kami bersama Rasulullah, kemudian Rasul membuka baju beliau sehingga terkena hujan, maka kami bertanya; wahai Rasulullah mengapa engkau melakukan ini? Beliau menjawab: karana hujan ini adalah kabar dari komitmen Tuhan-Nya.”

Nama-nama Hujan

Dalam Alquran ada dua ragam penamaan hujan. Seperti yang disebutkan dalam QS. Al furqan ayat 48:

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۚ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً طَهُوْرًا ۙ

“Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih.”

Dalam ayat di atas, hujan disebutkan dengan istilah maa thahura yang berarti air yang suci lagi bersih. Air yang seperti air yang dapat digunakan untuk bersuci sebagaimana banyak disebutkan kriterianya dalam kitab fiqih sebagai salah satu syarat dalam beribadah.

Imam Syafi’I meriwayatkan dalam kitab Um: “Sesungguhnya Nabi apabila telah mengalir air yang mengalir (hujan) maka beliau berkata:keluarlah kalian dengan kami kepada ini yang telah Allah jadikan sebagai air yang suci menyucikan, maka bersucilah dengannya.

Istilah Penamaan Hujan Lainnya

air hujan

Dari beberapa penilitian ilmuan, air hujan adalah air penyulingan yang paling bersih. Hal ini sulit dijangkau oleh teknologi sebagai salah satu tanda kebersaran Allah Sang khaliq. Atau air hujan ini disebut juga Al mak Almuqthir.

Selain itu, hujan juga diistilahkan dengan al mak alfurat yang bermakna air segar yang dapat diminum.

Dalam buku Ensiklopedi mukjizat Alquran dan Hadits para ilmuan menemukan bahwa air hujan yang dikonsumsi tubuh dapat mensterilkan organ dalam dibandingair mineral biasa.

Fakta ini merujuk pada QS. Al Anfal ayat 11:

اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَۗ

“(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).”

Air hujan dalam ayat di atas tidak hanya menjelaskan air sebagai media untuk mensucikan diri, tetapi juga dapat menjadi sumber kekuatan dengan manfaat medis yang terkandung di dalamnya.

Doa Yang Dibaca Saat Hujan

kita pernah dengar sebuah pepatah “sedia payung sebelum hujan” ungkapan ini sebenarnya sebagai antispasi kita dalam menghadapi setiap pekerjaan.

Payung dalam pepatah di atas bisa kita artikan sebagai ilmu pengetahuan yang harus kita ketahui saat hujan. Bagaimana persiapan sebelum, sedang dan setelah hujan terjadi.

Apa-apa saja yang kita baca saat hujan agar hujan yang penuh berkah itu menjadi berkah untuk kita.

Selama ini kita abai saat hujan turun, sangat banyak amalan yang luput kita kerjakan, padahal ada satu amalan yang sangat mudah dilakukan tanpa mengeluarkan modal harta dan tenaga, tanpa harus keluar keringat, yaitu berdoa saat hujan turun.

Doa yang dibaca pun bervariasi berdasarkan kondisi air yang turun. Ada doa yang dibaca saat hujan yang normal. Ada doa ketika hujan lebat, ketika hujan disertai angin kencang dan petir, bahkan ada yang dibaca agar hujan reda.

Doa Ketika Hujan

doa hujan

Sebagai penanda suatu keberkahan saat turun hujan, Rasulullah menganjurkan berdoa saat sedang hujan turun, saat petir, dan ketika hujan berhenti.

Dalam Hadis Shahih Bukhari No. 1032 dari Ummul Mukminin Aisyah ra:

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Innan nabiyya shallallahu alaihi wasallama kana idza ro almatharo qaal “allahumma shayyiban Nafi’an”

“Sesungguhnya nabi ketika melihat hujan beliau berkata : allahumma shayyiban Nafi’an”

Kisah Dibalik Doa

Doa ini memiliki makna semoga hujan yang diturunkan benar-benar memberikan manfaat dan bukan sebagai azab. Adapaun lanjutan setelah hadis ini nabi juga mengatakan untuk berdoa dengan doa apa saja yang dikehendaki.

Karena pernah suatu hari, saat wajah nabi yang selalu bersinar seketika menjadi pucat saat hujan dan kembali bercahaya setelahnya. Sehingga Aisyah bertanya kepadan Nabi:

Ya Rasulullah , apabila mendung terlihat orang-orang merasa bahagia karena akan turunnya hujan, namun mengapa engkau terlihat takut?

Nabi menjawab keheranan Aisyah itu dengan penuh pelajaran:

“Wahai Aisyah, bagaiman saya meyakini kalau angin, dan awan mendung itu bukan mendatangkan azab dari Allah? Sedang kaum Ad dibinasakan oleh angin kencang. Ketika mereka melihat awan mendung, mereka bergembira karena mengira hujan akan turun. Padahal bukan hujan, melainkan azab yang Allah turunkan

Abu daud dan lainnya meriwayatkan dengan isnad yang hasan dari Abi Hurairah, saya dengar Rasul bersabda:

“Angin adalah ruh Allah Ta’ala, artinya sebagian dari rahmat-Nya yang datang sebagai angin rahmat dan datang pula sebagai angin azab, maka apabila kamu melihatnya maka kalian jangan mencacinya, tapi mintalah kepada Allah kebaikannya, dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya.”

Doa Ketika Hujan Lebat

Hujan lebat ini terjadi dimana intensitas hujan dalam jumlah banyak dalam waktu yang bisa lama. Dalam kondisi ini biasanya akan terjadi genangan yang mengganggu bahkan bisa mengakibatkan banjir.

Meskipun dalam kondisi ini sedikit upaya yang bisa dilakukan, akan tetapi sebagai insan yang beriman kita bisa berdoa kepada Allah yang menurunkan hujan. Doa yang dibaca adalah

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma hawaalaina wa la ‘alaina, allahumma ‘alal aakami wal jibaali wazh zhiraabi wa buthuunil audiyati wa manaabitisy syajari.

“Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan” (HR. Bukhari-Muslim)

Hujan yang lebat ini bisa menjadi suatu kekhawatiran bagi kita. Karena hujan lebat itu lebih dibutuhkan ke tempat-tempat yang sangat kekeringan, tempat dimana pepohona sangat butuh air, dimana ada waduk dan danau alami.

Doa Ketika Hujan Disertai Petir

Biasanya hujan dengan keadaan seperti ini turut diserati petir dan kilat. Imam Malik dalam kitab Muwatha’ meriwayatkan dari Abdullah bin Zubair sesungguhnya Nabi bila mendengar petir,belia meninngalkan bercerita dan membaca doa

سبحان الذي يسبح الرعد بحمده والملائكة من خيفته

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi walmalaikatu min khifatih

“Maha Suci Tuhan yang petir bertasbih dengan pujian-Nya dan malaikat, karena takut kepada-Nya”

Saat terjadinya kilat kita dilarang untuk melihatnya. Imam Syafi’I meriwayatkan dari Al Um dari Urwah bin Zubair, sesungguhnya beliau berkata, apabila salah seorang kalian melihat kilat atau hujan, maka jangan mengisyarah kepadanya.

Dalam perpektif medis, melihat cahaya kilat akan merusak penglihatan karena cahaya kilat yang kuat.

Doa Hujan Disertai Angin Kencang

Adapun doa yang dibaca saat hujan beserta angin kencang.

أللهم حوالينا ولا علينا

Allahumma hawaalaina wala ‘alaina

Ya Allah jadikanlah hujan disekeliling kami dan bukan diatas kami

Diriwayatkan oleh Syaikhani, arti doa di atas adalah moga Allah menurunkan hujan di lembah-lembah dan padang rumput, jangan pada bangunan-bangunan dan seumpanya.

Nabi juga mengajarkan kita sebuah doa sebagaiman dalam Sahih Muslim, apabila terjadi angin badai nabi membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

Allahumma inni asaluka khairah wa khaira ma fiha wa khaira ma arsilta bihi, wa a’udzubika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma arsilta bihi

“Ya Allah sesunggunya aku meminta kebaikannya angin, dan kebaikan yang ada padanya angin dan kebaikan yang Engkau utuskan dengannya angin. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya angin, dan keburukan yang ada padanya, dan keburukan yang Engkau utuskan”

Doa Yang Dibaca Ketika Hujan Reda

Selain membaca doa yang telah disebutkan di atas, dalam keadaan hujan telah reda kita masih dianjurkan membaca doa sebagaimana yang dinukilkan Imam Nawawi al bantani dalam kitabnya Nihayatuz zain hal 114

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirnaa bifadhlillaahi wa rohmati

Kita telah dihujani dengan anugerah Allah serta rahmatnya

Makadoa barusan mengisyaratkan rasa syukur kita atas rahmat yang Allah turunkan kepada kita.

Waktu Terbaik Untuk Berdoa

waktu doa

Anehnya, sebagian manusia merasa gelisah saat turunnya hujan. Mungkin, karena ada undangan yang tidak bisa dipenuhi, ada kegiatan yang tidak terselesaikan, atau ada cucian yang tidak bisa dijemur.

Tapi apakah kamu pernah menyadari ternyata hujan itu adalah waktu terbaik untuk berdoa?

Sejenak mari merenung dan memahami hadis nabi berikut ini.

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah mustajabah doa pada tiga keadaan: ketika bertemunya dua pasukan, ketika hendak/menjelang shalat dan ketika turun hujan”

Dalam hadis yang lain Nabi mengatakan:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Ada dua doa yang tidak ditolak: ketika panggilan (azan) dan ketika turun hujan”

Berobat Dengan Hujan

Selain sebagai air yang digunakan untuk bersuci, hujan juga diturunkan sebagai obat untuk kesembuhan penyakit. Sebagaimana nukilan dalam kitab Annawadir oleh Imam Qalyubi:

فائدة ; روي أنه صلى الله عليه وسلم قال: علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ، فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى

Faidah: Telah diriwayatkan bahwasanya Rasulullah berkata, “Jibril telah memberitahuku satu obat, sehinggaa aku tidak memerlukan obat yang lain dan tidak perlu ke tabib.” Maka sahabat Abubakar, Umar, Usman dan Ali bertanya, “obat apakah itu Rasulullah? Kami membutuhkan obat itu”, maka Nabi menjawab “ambillah air hujan secukupnya, kemudian bacakan surat alfatihah, al ikhlas, al falaq, an nas dan ayat kursi masing-masing 70 kali, kemudia minum di pagi hari dan sore selama seminggu”. Demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran sebagai seorang nabi, sungguh Jibril telah memberitahuku: “barangsiapa meminum obat ini, niscaya Allah angkat penyakit pada tubuhnya dan Allah sembuhkan segala penyakit yang ada. Dan barangsiapa meminumkan air ini kepada istrinya dan tidur bersamanya, dengan izin Allah istrinya akan hamil”

Penutup

Manfaat hujan

Dari ayat dan hadis mengenai hujan, islam dengan konsep rahmat yang diajarkan kepada sahabat hasanah.id mencoba mendidik untuk selalu bersyukur atas setiap pemberian Allah, seperti hujan.

Sehingga kamu tidak lagi memandang hujan sebagai bencana, tetapi rahmat yang tidak terlepas dari setiap ujian dan cobaan, agar pandai dalam bersyukur.

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p