no comments

Zakat Fitrah: Niat, Doa, Tata Cara, dan Keutamaan

PENGERTIAN ZAKAT FITRAH

Zakat Fitrah berbeda dengan zakat mal (harta) karena zakat fitrah merupakan kewajiban terhadap individu. Sedangkan zakat harta merupakan kewajipan kepada harta-harta yang dimiliki. Oleh sebab itu, tidak disyaratkan pada zakat fitrah seperti apa yang disyaratkan pada zakat harta, seperti nisab, haul dan sebagainya.

Zakat fitrah juga memiliki beberapa nama diantaranya zakat puasa, zakat badan dan sedekah fitri.

Zakat fitrah ini sendiri merupaka amalan yang khusus diturunkan kepada umat nabi Muhammad. Menurut pendapat yang masyhur zakat fitrah disyariatkan pada tahun ke 2 hijriah dua hari menjelang hari raya idul fitri. Zakat fitrah merupakan penutup lobang pada kekurangan yang ada selama bulan puasa sama halnya dengan sujud sahwi yang menutupi kekurangan yang terjadi dalam salat.

Sabda Rasulullah SAW dari Ibn Umar yang :“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah, satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, pada hamba sahaya, orang yang merdeka, lelaki, perempuan, kanak-kanak dan orang dewasa dari kaum Muslimin” (HR  Bukhari)

Ucapan Rasulullah SAW “kanak-kanak dan orang dewasa” menunjukkan bahawa Zakat Fitrah itu wajib bagi anak kecil, diambil dari hartanya apabila ia memiliki harta, lalu dikeluarkan oleh walinya, seperti halnya dalam zakat harta. Apabila ia tidak memliki harta, maka zakat fitrahnya wajib bagi orang yang memberikan nafkah kepadanya. Pendapat ini dipegang oleh Jumhur Ulama.

Adapun tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah untuk menyucikan harta. Karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain. Sehingga tidak ada suatu alasan pun bagi seorang umat muslim untuk tidak menunaikan zakat fitrahnya.

Sebelum menyerahkan zakat fitrah seorang muslim harus melafalkan bacaan niat terlebih dahulu karena setiap perbuatan tidak terlepas dari pada niat.

Dalil-dalil wajibnya zakat

Ibadah zakat ini disebut-sebut juga sebagai saudara kandung dari ibadah salat karena seringkali dalam banyak ayat dan hadits, perintahnya disandingkan secara langsung dengan perintah salat. Sebagai contoh dalam Surat Al-Baqarah ayat ke-110 berikut.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

Artinya, “Dan dirikanlah salat serta bayarkanlah zakat!”

Begitu juga dalam beberapa hadits, Nabi SAW menyebutkan kewajiban untuk mengeluarkan zakat yang berbarengan dengan empat kewajiban lainnya. Salah satu di antaranya disebutkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut.

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَن عَبْدِ اللهِ بِنْ عَمْر بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَا رَسُولُ اللهِ وإقَامَةُ الصَّلَاةِ وَإْيتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ. رواه البخاري

Artinya, “Dari Abi Abdurrahman, Abdullah ibn Umar ibnul Khattab ra, ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Islam didirikan dengan lima perkara, kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah, dan berpuasa di Bulan Ramadan,” (HR Bukhari).

Selain kedua dalil tersebut, Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab dan begitu juga Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid menyebutkan adanya kesepakatan ulama (ijmak) terkait kewajiban zakat. An-Nawawi menulis.

أَمَّا حُكْمُ الْمَسْأَلَةِ، فَالزَّكَاةُ فَرْضُ وَرُكْنُ بِاِجْمَاعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَظَاهَرَتْ دَلَائِلُ الْكِتَابِ وِالسُّنَّةِ وإِجْمَاعُ اللأمة عَلَى ذَلِكَ

Artinya, “Adapun hukum persoalan ini, maka zakat merupakan salah satu rukun dan fardhu Islam berdasarkan ijmak kaum muslimin. Banyak dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur’an, hadits, dan ijmak terkait masalah tersebut.”

Berdasarkan keterangan ini wajar kiranya Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq memerangi orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat pada masa pemerintahannya. Karena baginya kewajiban mengeluarkan zakat tidak ada bedanya dengan kewajiban shalat.

Ia pernah berkata, “Demi Allah, sungguh aku akan memerangi orang yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat.”

Dengan kerasnya ancaman terhadap mereka yang enggan mengeluarkan zakat, kiranya dapat menjadi perhatian bagi seluruh umat Islam yang telah mampu dan melengkapi syarat-syaratnya agar dapat mengeluarkannya pada waktu yang telah ditentukan. Allahu a’lam.

Hadits tentang zakat fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap orang dari kaum muslimin, baik anak kecil, orang dewasa, laki-laki, perempuan, merdeka dan budak.  Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar bahwasanya:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ الْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Zakat Fitrah merupakan pembersih puasa dari hal-hal yang mengotorinya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘laihi wassalam:

زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin.”(Hadits Hasan riwayat Abu Daud)

SYARAT-SYARAT ZAKAT FITRAH

Syarat pembayaran zakat fitrah adalah si muzakki(yang mengeluarkan zakat) harus orang islam, orang kafir tidak boleh mengeluarkan zakat kecuali dia memiliki hamba sahaya dan keluarga yang muslim sebagaiman tanggungan nafakah keduanya. Kemudian si muzakki mendapatkan waktu pembayaran zakat yaitu mendapati tenggelamnya matahari pada malam hari raya. Maka ada kewajiban zakat bagi orang yang meninggal setelah terbenam matahari. Kemudian bila harta zakat fitrah itu merupakan kelebihan dari makanan pokok untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang di tanggung biaya hidupnya selama sehari semalam idul fitri,juga kelebihan dari pakaian, tempat tinggal dan pembantu yang ke semuanya diperlukan olehnya sendiri atau diperlukan oleh orang yang ditanggung biaya hidupnya, juga kelebihan dari pembayaran hutangnya.

BESARNYA ZAKAT FITRAH YANG DI KEALUARKAN

Besar zakat fitarh untuk satu orang adalah satu sha’ makanan pokok yang lumrah pada daerah orang yang di zakat fitrahi. Satu sha’ yaitu 4 mud, satu mud adalah   1  rithel dan menurut perkiraan segolongan ulama’ adalah sepenuh cekupan dua telapak tangan yang sedang.

Ukuran satu sha’ dalam mazhab Maliki 2,7 kg beras. Dalam mazhab Hambali 2,2 kg beras dan dalam mazhab Syafii 2,5 kg beras.

Pembagian Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

  1. Waktu Harus yaitu dari awal bulan Ramadhan hingga akhir bulan Ramadhan.
  2. Waktu Wajib yaitu setelah terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan atau pada malam hari raya.
  3. Waktu Afdhal yaitu selesai salat Subuh pada hari akhir Ramadhan hingga sebelum mengerjakan sembahyang sunat Aidil Fitri.
  4. Waktu Makruh yaitu setelah sembahyang sunat Aidil Fitri sehingga sebelum terbenam matahari.
  5. Waktu Haram yaitu setelah terbenam matahari pada hari raya Aidil Fitri.

Siapa saja yang wajib membayar zakat fitrah

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma; beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, berupa satu sha’ kurma kering atau gandum kering. (Kewajiban) ini berlaku bagi kaum muslimin, budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun wanita, anak kecil maupun orang dewasa ….” (Hr. Al-Bukhari, no. 1433; Muslim, no. 984)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, sebagai penyuci orang yang berpuasa dari perbuatan yang menggugurkan pahala puasa serta perbuatan atau ucapan jorok, juga sebagai makanan bagi orang miskin ….” (Hr. Abu Daud, no. 1611)

Dari hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum zakat fitri adalah wajib bagi orang yang memenuhi dua persyaratan berikut:

  1. Beragama Islam

Zakat fitri adalah bentuk peribadahan kepada Allah dan berfungsi membersihkan orang yang telah berpuasa dari noda-noda dosa yang dilakukannya ketika puasa. Sementara hal ini tidak mungkin dilakukan oleh orang kafir karena semua ibadah mereka tidak akan diterima dan mereka juga tidak berpuasa. Ibnu Qudamah mengatakan, “Zakat fitri tidak wajib bagi orang kafir, baik merdeka maupun budak. Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di antara ulama tentang tidak wajibnya zakat untuk orang kafir merdeka dan balig.” (Al-Mughni, 5:469)

  1. Mampu untuk menunaikannya

Ulama berselisih pendapat tentang standar ukuran disebut “mampu” menunaikan zakat.

Pertama, Hanafiyah dan para ulama Kufah berpendapat bahwa ukuran kemampuan orang yang wajib zakat fitri adalah orang yang memiliki sisa dari kebutuhan hidupnya, sebanyak satu nishab zakat harta (85 gram emas) atau sesuatu yang senilai dengan 85 gram emas. Sebagian Hanafiyah berpendapat bahwa orang yang memiliki harta senilai kurang dari 85 gram emas boleh memberikan zakat fitri sebagai sedekah. Namun, pendapat ini kurang tepat karena ukuran “mampu” dalam zakat fitri berbeda dengan ukuran “mampu” pada zakat harta.

Kedua, mayoritas ulama (Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah) memberikan ukuran: selama memiliki sisa makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam hari raya dan besok paginya, karena dalam Islam, orang yang ada dalam keadaan semacam ini telah dianggap orang kaya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang meminta, sementara dia memiliki sesuatu yang mencukupinya, maka dia telah memperbanyak api neraka (yang akan membakar dirinya).”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa ukuran ‘sesuatu yang mencukupinya’ (sehingga tidak boleh meminta)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Dia memiliki sesuatu yang mengenyangkan (dirinya dan keluarganya) selama sehari-semalam.” (Hr. Abu Daud)

Imam Ahmad ditanya, “Kapankah seseorang itu wajib mengeluarkan zakat fitri?” Beliau rahimahullah menjawab, “Jika dia memiliki sisa makanan satu hari maka dia wajib berzakat.” (Al-Masail Ishaq An-Naisaburi)

Ibnu Qudamah mengatakan, “Zakat fitri itu tidak wajib ditunaikan kecuali dengan dua syarat. Salah satunya, dia memiliki sisa makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam dan siang hari raya, sebanyak satu sha’. Nafkah untuk pribadi itu lebih penting sehingga wajib untuk didahulukan. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Mulai dari dirimu dan orang yang kamu tanggung nafkahnya.’ (Hr. At-Turmudzi).” (lihat Al-Kafi fi Fiqh Hanbali, 1:412)

KEMANA ZAKAT FITRAH KITA BERIKAN

Khusunya pada bab zakat fitrah ini ditasharufkan kepada orang fakir dan miskin. Dan mengenai masalah ini, ulama fiqih berbeda pendapat. Ada tiga pandangan pada masalah ini.

  1. Mayoritas ulama berpendapat boleh membagi zakat fitrah kepada delapan asnaf.
  2. Ulama Malikiyah berpendapat, ini juga riwayat dari imam Ahmad dan dipilih juga oleh Ibnu Taimiyah, zakat fitrah dikhususkan kepada kaum fakira dan miskin saja
  3. Sedangkan ulama mazhab Syafii berpendapat wajib membagi zakat fitrah kepada asnaf yang delapan, atau siapa saja yang diperdapatkan dari salah satu asnaf. Wallahu A’lam.

Golongan dari mazhab Syafii, Hanafi dan Hambali sepakat bahwa zakat fitrah boleh diberikan kepada selain fakir miskin dari golongan yang delapan .

Bolehkah mewakilkan zakat fitrah?

Pada masalah penyerahan zakat, oleh si muzakki atau yang berzakat boleh mewakilkan penyerahan zakatnya melalui imam atau petugas zakat. Alasan kebolehan mewakilkan zakat ini sama halnya pada masalah bayar hutang yang diwakilkan. Bahkan menurut imam Bughowi, penyaluran zakat boleh diwakilkan kepada hamba sahaya, sebagaimana boleh diwakilkan penyembelihan hewan kurban.

 ZAKAT FITRAH DENGAN BERAS ATAU UANG?

Membayar zakat fitrah dengan uang dalam mazhab Syafii tidak dibolehkan, sedangkan menurut Hanafiyah dibolehkan. Zakat fitrah yang harus dibayar adalah makanan pokok di tempat yang kita tinggali. Pada umumnya di Indonesia makanan pokoknya adalah beras, maka yang dizakati adalah beras.

NIAT ZAKAT FITRAH

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.

 

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”


Niat 
Zakat Fitrah untuk Anak Laki-lak
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.

 

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

 

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

 

DOA ZAKAT FITRAH

Di dalam kitab Fathuk Aziz syarah Al Wajiz imam Rafii , imam Al Ghazali mengatakan disunatkan membaca doa seperti berikut.

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.” Doa ini dibaca oleh si penerima zakat.

Sedangkan orang yang mengeluarkan zakat membaca doa sebagaimana yang diajarkan oleh imam Nawawi dalam kitab Adzkaar halaman 188

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا  اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيمُ

Rabban taqabbal minna innaka antassami’ul ‘aliim”

“Ya Allah terimalah apa yang telah kami persembahkan, sesungguhnya Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui”

HIKMAH ZAKAT FITRAH

Apa saja hikmah di balik penunaian zakat fitrah?

Di antara hadits yang menyebutkan tentang hikmah disyari’atkannya zakat fitrah adalah hadits berikut. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud, no. 1609; Ibnu Majah, no. 1827.)

فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

“Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima; dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ , وَقَالَ: «أَغْنُوهُمْ فِي هَذَا الْيَوْمِ»

“Rasulullah shallallahu ‘laihi wassalam mewajibkan zakat fitri dan bersabda, ‘Cukupkan mereka (fakir miskin) pada hari itu’.” (HR. Daruqutni dan Baihaqi).

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma

عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِإِخْرَاجِ زَكَاةِ الْفِطْرِ

أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma; beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami agar menunaikan zakat fitri sebelum berangkatnya kaum muslimin menuju lapangan untuk melaksanakan shalat hari raya.” (Hr. Muslim, no. 986)

 

Diantara hikmah disyari’atkannya zakat fitrah adalah:

1- Untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor serta menutupi cacat  (kekurangan) saat puasa. Jadilah kebaikan di hari raya menjadi sempurna.

2- Untuk memberi makan kepada orang miskin dan mencukupi mereka sehingga tidak perlu meminta-minta di hari raya, sekaligus membahagiakan mereka di hari raya. Jadilah hari raya itu menjadi hari kebahagiaan.

3- Bentuk saling berbuat memberi kebaikan antara orang kaya dan orang miskin di hari raya.

4- Mendapat pahala karena telah menunaikan zakat pada yang berhak menerima di waktu yang telah ditentukan.

5- Zakat fitrah adalah zakat untuk badan yang Allah tetapkan setiap tahunnya di hari raya Idul Fithri.

6- Zakat fitrah sebagai bentuk syukur setelah puasa sempurna dilaksanakan. (Lihat Az-Zakat fi Al-Islam, hlm. 322-324)

Keutamaan zakat

Diantar keutamaan zakat sebagaiman yang dijelaskan dalam kitab matan tanqihul qoul  karya Imam Suyuthi adalah

  1. قَالَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اَلزَّكَاةُ قَنْطَرَةُ الاِسْلَامِ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Zakat itu jembatan islam”
  2. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اَلزَّكَاةُ طُهْرُ الْاِيْمَانِ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Zakat itu menyucikan iman”
  3. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لَا يَقْبَلُ اللهُ الاِيْمَاَن اِلَّا بِالزِّكَاةِ وَ لاَ اِيْمَانَ لِمَنْ لَا زَكَاةَ لَهُ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Allah tidak menerima iman kecuali bersama zakat, dan tidak ada iman bagi orang yang tidak ada zakat”
  4. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ حَصِّنُوا اَمْوَالَكُمْ بِالزَّكّاةِ وَدَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَ اَعِدُّوا لِلْبَلَاءِ بِالدُّعَاءِ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Jagalah harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit dengan sedekah dan siapkanlah doa untuk menolak bencana”
  5. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَا هَلَكَ مَالِ فِي بَرٍّ وَ لَا بَحْرٍ اِلَّا بِمَنْعِ الزَكَاةِ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Tidak binasalah harta di daratan dan di laut kecuali karena menahan zakat”
  6. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لَا اِيْمَانَ لِمَنْ لَا صَلَاةَ لَهُ وَ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا زَكَاةَ لَهُ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Tiada iman bagi orang yang tidak salat, dan tiada salat bagi orang yang tak berzakat”
  7. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ طَهِّرُوا اَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Sucikanlah harta benda kalian dengan zakat”
  8. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَن وَجَبَتْ عَلَيْهِ الزَّكَاةُ فَلَمْ يَدْفَعُهَا فَهُوَ فِي النَّارِ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berkewajiban zakat namuntidak menunaikan kewajiban zakatnya maka dia dalam neraka”
  9. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لَا خَيْرَ فِي مَالٍ لَا يُزَكَّى
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Tiada kebaikan pada harta yang tidak dizakati”
  10. قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَنْ مَنَعَ الزَّكَاةَ مَنَعَ اللهُ تَعَلَى عَنْهُ حِفْظَ الْمَالِ
    Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa menolak membayar zakat maka Allah menolak memelihara hartanya”

Dari penjelasan tentang zakat fitrah yang telah kita uraikan di atas, dapat kita petik satu pelajaran penting yaitu ada hak orang lain dalam harta kita yang diwajibkan  untuk diberikan kepada musthiknya dalam bentuk zakat dan sedekah. Bahkan anak kecil yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir bulan Ramdhan juga wajib untuk berzakat yang di tunaikan oleh orang tuanya. Apalagi kita yang memiliki penghasilan sendiri, lebih wajib lagi untuk mengeluarkan kewajiban zakat. Karena zakat juga merupak rukun islam. Bagaiman kita mengatakan sebagai seorang muslim tetapi rukun islam itu sendiri tidak kita penuhi kewajibannya.

 

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p

Klik utk mendapatkan ebook gratis!

Mau Ebook Islami MURAH?

Apa itu ebook? Ebook adalah elektronic book, atau buku digital. Ebook tetap disebut buku, hanya tidak berbentuk fisik (kertas). Biasanya ebook berbentuk file pdf dan bisa dibaca melalui smartphone (HP), tablet, ataupun komputer / laptop.