Dajjal: Ciri-Ciri, Kemunculan, Doa terhindar Fitnah Dajjal [MENYELURUH]

Salah satu dari rukun iman adalah percaya kepada adanya hari kiamat. Hari kiamat merupakan hari akhir dimana bumi di guncang sehebat – hebatnya, semua isinya di keluarkan oleh Allah, dan langit dijatuhkan keatasnya, sehingga seluruh makhluk yang diciptakan oleh Nya keluar dari rumah dan bertanya tentang keadaan dan porak – poranda yang sedang terjadi.

Kemudian tanpa sadar ketika sangkal kala kedua di tiup oleh malaikat Israfil, semua yang hidup menjadi mati, orang kaya tidak dapat menggunakan hartanya untuk selamat dari kondisi ini, dan keluarga pun tidak bisa saling menolong, hanya amalan kebaikan sajalah yang akan memegang tangan kita ketika sangkal kala ketiga di tiup oleh malaikat Israfil.

Semua manusia yang diciptakan oleh Allah setelah hari itu mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan dan dikerjakannya semasa hidup. Kalau dia adalah manusia yang taat dan patuh terhadap perintah Allah, maka syurga akan menunggunya di akhir perjalanan. Begitu juga sebaliknya, kalau hidup nya yang singkat hanya untuk mencari keuntungan duniawi, melakukan segala cara untuk memperolehnya, tidak peduli halal maupun haram, maka dia akan terjatuh di dalam neraka.

Umat islam tentu saja diwajibkan untuk menyakini adanya hari akhir atau kiamat, sehingga tidak sah keimanan kita kalau ragu terhadap adanya hari akhir. Namun tidak ada yang tau kapan tibanya hari akhir, sehingga ketika pernah ada percakapan antara Nabi Muhammad SAW dengan malaikat, sang malaikat ini bertanya kepada rasulullah “ Ya Rasulullah ! ceritakan kepadaku tentang hari kiamat!”, rasulullah menjawab “ dan tidak adalah yang ditanya lebih tau dari yang bertanya.”

Artinya baik rasulullah dan malaikat sama sama tidak tau kapan pastinya terjadi kiamat. Kemudian malaikat tersebut melanjutkan pertanyaan “ bagaimana dengan tanda tandanya?”, rasulullah menjawab “ tanda tandanya adalah engkau lihat seorang budak yang melahirkan hambanya, dan kamu lihat pengembala kambing yang telanjang kaki dan pakaian, mereka berlomba lomba dalam membangun bangunan.”

Dari percapakap tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa menyakini terjadinya kiamat itu wajib, tidak ada yang tau kapan terjadinya kiamat, dan syariat memberitakan kepada kita tanda tanda kiamat agar kita bisa mempersiapkan diri.

Ulama telah mambagi tanda kiamat menjadi tiga

  1. Tanda kiamat kecil, seperti diutusnya rasulullah, wafatnya rasulullah, penaklukan baitul maqdis, terbunuhnya Sayyidina Umar, terbunuhnya Sayyidina Utsman, dan lainya
  2. Tanda kiamat pertengahan, seperti wanita wanita yang memakai pakaian namun telanjang, memakan harta riba, amanah dikhianati, meniru kelakuan orang kafir, pasar berdekatan, dan lain lainnya
  3. Tanda kiamat besar, seperti munculnya imam al-Mahdi dan kepemimpinannya, perang dunia ketiga, keluarnya dajjal, turunnya nabiyullah Isa as, munculnya dukhan, terbitnya matahari di sebelah barat dan lainnya

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa salah satu yang menjadi tanda kiamat besar adalah kemunculannya al masih Dajjal. Pada artikel kali ini penulis akan mempaparkan apa saja yang berkaitan dengannya, mulai dari siapa itu Dajjal, bagaimana ciri fisiknya, dimana kemunculan dajjal, apa saja do’a, zikir dan bacaan yang bisa kita amalkan untuk menjauhinya, apa penjelasan Rasulullah secara khusus tentang Dajjal dan lain sebagainya.

CIRI-CIRI FISIK DAJJAL

Siapa dajjal dan bagaimana kemunculannya di atas bumi untuk menghancurkan islam dan keimanan orang mukmin adalah kisah yang sangat masyhur dikalangan orang islam. Bahkan bukan hanya orang islam saja yang mengetahui kisah – kisah kemunculan Dajjal ke muka bumi. Agama – agama lain yang menyakini adanya hari akhir, juga percaya kepada adanya sosok makhluk yang siap menghancurkan siapa saja yang tidak percaya dan beriman kepadanya, yaitu al-Masih Dajjal.

Namun meskipun demikian, banyak dari kita yang tidak tau bagaimana bentuk dan ciri fisik nya yang bersumber pada hadis – hadis nabi Muhammad saw. Sehingga karena faktor ketidak tauhan kita tentang ciri fisik Dajjal terjadilah sangat banyak simpang siur tentang kemunculannya, pernah ada cerita yang sangat heboh kala itu bahwa Dajjal telah muncul di India, tepatnya khurasan, seorang pria yang bernama Saibaba menghebohkan publik dan dianggap sebagai Dajjal. Karena hal ini , supaya tidak terjadi kepanikan masyarakat lantaran berita – berita palsu yang tidak bertanggung jawab, maka pada artikel ini penulis akan mengurai tentang ciri – ciri fisik Dajjal.

1. Dajjal adalah laki – laki yang memiliki tubuh yang pendek, di antara dua betis terdapat jarak yang jauh, rambutnya keriting, dan matanya buta sebelah.

Hal ini berdasarkan hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Hadits ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu anhu,

إِنَّ مَسِيْحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ، قَصِيْرٌ، أَفْجَعُ، جَعْدُ، أَعْوَرٌ، مَطْمُوْسُ الْعَيْنِ، لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْـرَاءَ، فَإِنْ أَلْبَسَ عَلَيْكُمْ؛ فَاعْلَمُوْا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

Sesungguhnya al-Masih Dajjal adalah seorang laki – laki yang pendek, diantara dua betisnya terdapat jarak yang jauh, keriting, sebelah matanya buta, mata yang terhapus tidak terlalu keluar, tidak pula terlalu masuk ke dalam, maka jika dia melakukan kerancuan dan memperdayaimu, maka ketahuilah sesungguhnya tuhan kalian tidak buta sebelah,” (HR Abu Dawud).

2. Rambutnya keriting dan matanya kusut ( tidak memiliki cahaya )

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh an-Nawwas bin Sam’an dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ

“Dia adalah seorang pemuda yang rambutnya sangat keriting, cahaya matanya telah hilang, seolah – olah aku menyerupakannya mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan.” (HR. Muslim: 2937)

Atau dalam riwayat yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِنْ بَعْدِكُمُ الْكَذَّابَ الْمُضِلَّ وَإِنَّ رَأْسَهُ مِنْ بَعْدِهِ حُبُكٌ حُبُكٌ حُبُكٌ -ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- وَإِنَّهُ سَيَقُوْلُ: أَنَا رَبُّكُمْ؛ فَمَنْ قَالَ: لَسْتَ رَبَّنَا لَكِنَّ رَبَّنَا اللهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْهِ أَنَبْنَا نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكَ؛ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهِ سُلْطَانٌ

“ sesungguhnya setelah masa kalian, akan muncul pembohong yang menyesatkan, rambut di belakangnya hubukun hubukun hubukun (keriting seperti dipintal) –beliau mengulanginya tiga kali–. Dia akan berkata: ‘Aku adalah pemilik ( tuhan ) kalian’. Barangsiapa yang berkata: ‘Kamu bukan pemilik kami. Pemilik kami adalah Allah, hanya kepada Nya lah kami bertawakkal dan kepada Nya lah kami kembali. Kami berlindung dengan pertolongan Allah dari kejahatanmu’, niscaya Dajjal tidak akan bisa mengalahkannya.” (Ash-Shahihah no. 2808)

3. Matanya buta sebelah

Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibn Umar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :

عن ابن عمر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر الدجال بين ظهراني الناس فقال إن الله تعالى ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين اليمنى كأن عينه عنبة طافئة

‘An Ibni ‘Umara anna rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam dzakara ad-Dajjaala baina dhahraanin nansi faqaala innallaha ta’ala laisa bi ‘awar ala wa innal masiihad dajjaala ‘awarul ‘ainil yumna ka-anna ‘ainahu ‘unubatun thafi-atun

“Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang Dajjal di tengah – tengah manusia, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak buta sebelah, dan ketahuilah sesungguhnya al-Masih Dajjal memiliki mata kanan yang buta. Matanya seperti buah anggur yang menonjol.” (HR.Muslim)

KEMUNCULAN DAJJAL

Salah satu yang menjadi topik hangat tentang al-Masih Dajjal adalah tempat di keluar ketika akhir zaman. Sehingga tidak sedikit para tokoh dan ilmuan yang memperlebar teori tentang kemunculannya. Termasuk yang paling sering dibicarakan adalah Dajjal akan muncul di segitiga bermuda, yaitu sebuah tempat yang membentang dari negara bagian Florida. Dengan berbagai isu dan kejadian yang terjadi di Segitiga Bermuda tentu saja tidak sedikit orang yang mempercayai isu tersebut.

Namun kita sebagai umat islam yang memiliki Nabi Muhammad SAW sebagai tempat rujukan, tentu harus memilih dan mengutamakan apa saja yang datang dari Rasulullah. Maka yang menjadi referensi utama penulis pada tempat keluarnya Dajjal adalah sesuai dengan hadis Rasulullah.

Dajjal keluar di Khurasan

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Haris dari Abu Bakar bin Shiddiq bahwa rasulullah saw bersabda :

الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ يَتْبَعُهُ أَقْوَامٌ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ

“Dajjal itu akan muncul dari bumi sebelah timur yang bernama Khurasan. Dajjal akan diikuti oleh kaum yang seolah wajah mereka merupakan tameng yang dilapisi kulit”.

Mulai meneror ketika berada di antara Syam dan Iraq

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Nawwas bin Sam’an bahwa rasulullah saw berkata :

إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً

“Dajjal itu keluar di antara negeri Syam dan negeri Iraq. Lalu dia merusak ke kanan dan kiri.

Memiliki 70.000 pengikut dari kaum Yahudi

Hal ini berdasarkan hadis yang di riwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dari Anas bis Malik bahwa rasulullah SAW bersabda :

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفاً مِنَ الْيَهُودِ عَلَيْهِمُ التِّيجَانُ

“Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan (memiliki pengikut) 70.000 orang Yahudi yang bermahkota.”

DO’A, ZIKIR, DAN BACAAN AGAR TERHINDAR DARI FITNAH DAJJAL

Setelah mengenal ciri – ciri fisik dan bagaimana kemunculannya di bumi untuk memporak – porandakan manusia, khususnya orang yang beriman dan memaksa mereka untuk menyakini dia sebagai tuhan, maka tentu saja kita sebagai muslim yang memiliki cita – cita yang luhur untuk menjadikan syorga sebagai halte terakhir pada hari akhirat harus tau apa saja amalan, baik itu berupa zikir, do’a, dan bacaan yang bisa membentengi kita dari fitnah Dajjal. Maka untuk bisa menjaga diri agar tidak terjerumus dalam fitnah Dajjal, kita harus membaca beberapa amalan yang sesuai dengan anjuran Rasulullah saw.

1. Menghafal 10 Ayat Pertama Surat Al-Kahfi

Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Darda’ bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

“siapa saja yang bisa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, maka di akan dijaga ( oleh Allah ) dari Dajjal”.(HR. Muslim no. 809)

Sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi yaitu :

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

Alhamdu lillahil ladzii anzala ‘ala ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’al lahuu ‘iwajaa

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab kepada hamba Nya dan tidak menjadikannya bengkok”

قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ

Qayyimal liyunnzira ba’san syadiidam min ladunhu wa yubasyyiral mu’miniinal ladziina ya’maluunas shaalihaati anna lahum ajran hasanaa

“Sebagai petunjuk yang lurus, untuk memperingatkan siksa yang sangat berat dari sisi Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengamalkan kebaikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang bagus”

مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ

Maktsiina fiihi abadaa

“ yang kekal mereka di dalamnya selamanya”

وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ

Wa yunziral ladziina qaalut thakhazallahu waladaa

“ dan memperingatkan orang – orang yang berkata : Allah telah menciptakan anak. “

مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا

Maa lahum bihii min ‘ilmiw walaa liaabaihim kaburath kalimatan takhruju min afwaahihim iy yaquuluuna illaa kazibaa

“Tidaklah mereka mempunyai ilmu tentang hal itu, begitu juga ayah – ayah mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan kedustaan belaka.”

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Fa la’alaka baakhiun nafsaka ‘ala aatsaarihim in lam yu’minuu bihaazal hadiitsi asafaa

“ Maka bisa saja kamu akan mencelakakan dirimu sendiri, jika mereka tidak beriman dengan perkataan ini karena kamu sedih.”

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

Innaa ja’alnaa maa ‘alal ardhi ziinatal lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu ‘amalaa

“ Sesungguhnya telah Kami jadikan sesuatu yang ada di atas bumi sebagai perhiasan untuknya, supaya Kami coba mereka, siapakah yang paling bagus dalam mengerjakan amalan”

وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ

Wa innaa laja’iluuna maa ‘alaiha sha’iidan juruzaa

“ Dan sungguh Kami jadikan barang di atas nya sebagai tanah tandus lagi kering”

اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

Am hasibta anna ashhaabal kahfi war raqiimi kaanuu min ayaatinaa ‘ajabaa

“ Adakan kamu mengira bahwa para penghuni gua, dan raqim itu, merupakan tanda – tanda yang menakjubkan”

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

Idz awal fityatu ilal kahfi faqaaluu rabbanaa aatinaa min ladunka rahmataw wa hayyi’ lana min amrina rusyda

“ ketika para pemuda itu berlindung ke gua dan berdo’a : Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami dari sisi Mu rahmat dan sempurnakanlah petunjuk untuk kami dalam urusan kami”

2. Membaca Sepuluh Ayat Terakhir Surat Al-Kahfi

Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Darda’ bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ. قَالَ حَجَّاجٌ مَنْ قَرَأَ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ سُورَةِ الكَهْف

“ Barang siapa membaca sepuluh ayat dari akhir al-Kahfi niscaya dijaga dari fitnah Dajjal. Al-Hujjaj berkata : Barang siapa yang membaca sepuluh yang terakhir dari surat al-Kahfi “. (HR. Ahmad 6: 446 ).

Sepuluh ayat terakhir tersebut adalah :

الَّذِيْنَ كَانَتْ اَعْيُنُهُمْ فِيْ غِطَاۤءٍ عَنْ ذِكْرِيْ وَكَانُوْا لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَمْعًا

Alladziina kaanath ‘ayunuhum fii ghitaa-in ‘an zikrii wa kaanuu laa yastathii’uuna sam’aa

“ Yaitu orang – orang yang adalah mata mereka tertutup dari mengingaku, dan mereka tidak sanggup untuk mendengar”

اَفَحَسِبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنْ يَّتَّخِذُوْا عِبَادِيْ مِنْ دُوْنِيْٓ اَوْلِيَاۤءَ ۗاِنَّآ اَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ نُزُلًا

Afahasibal ladziina kafaruu ay yattakhizuu ‘ibaadii min duunii auliyaa-a innaa ‘atadna jahannama lil kafiriina nuzulaa

Maka apakah orang – orang kafir menyangka bahwa menjadikan hamba – hamba Ku sebagai penolong selain Ku. Sesungguhnya telah Kami siapkan jahannam sebagai tempat tinggal bagi orang – orang kafir”

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا ۗ

qul hal nunabbiukum bil akhsariina ‘amaala

” Katakanlah : Adakah Kami beritahukan kepada kalian tentang amalan – amalan yang paling rugi? “

اَلَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

alladziina dhalla sa’yuhum fil hayaatit dunyaa wa hum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun’aa

“ Orang – orang yang sia – sialah pekerjaan mereka pada kehidupan dunia, padahal mereka menyangkan bahwa sesungguhnya telah mereka perbagus akan perbuatan”

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَاۤىِٕهٖ فَحَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيْمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَزْنًا

ulaa-ikal ladziina kafaruu bi aayaati rabihim wa liqhaa-ihii fa habithath ‘amaalahum fa laa nuqhiimu lahum yaumal qiyaamati waznaa

“ Mereka itu adalah orang – orang yang ingkar dengan ayat – ayat tuhan mereka dan perjumpaan dengan Nya, maka sia – sia lah semua amalan mereka. Maka tidak kami berikan timbangan bagi mereka pada hari kiamat”

ذٰلِكَ جَزَاۤؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوْا وَاتَّخَذُوْٓا اٰيٰتِيْ وَرُسُلِيْ هُزُوًا

Zaalika jazaauhum jahannamu bi maa kafaruu wat takahazuu aayaati wa rusulii huzuwaa

“ Demikianlah, balasan mereka adalah neraka Jahanam, sebab kekafiran mereka, dan lantaran mereka menjadikan ayat – ayat dan rasul-rasul Ku sebagai olok-olok.”

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا ۙ

innalladziina aamanuu wa ‘amilus shaalihaati kaanat lahum jannatul firdausi nuzulaa

“Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan beramal shalih, niscaya adalah tempat tinggal bagi mereka syurga firdaus.”

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا لَا يَبْغُوْنَ عَنْهَا حِوَلًا

Khaalidiina fiiha laa yabghuuna ‘anhaa hiwalaa

“ Mereka kekal di dalamya lagi tidak ingin mencari tempat untuk pindah darinya”

قُلْ لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا

qul lau kaanal bahru midaadal likalimaati rabbi la nafidal bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbi walau ji’na bimitslihii madadaa

“ Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk semua kalimat tuhanku, niscaya sungguh habislah lautan sebelum selesai (menulis) semua kalimat tuhanku, walaupun kami datangkan tinta semisalnya.”

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا

qul innamaa ana basyarum mitslukum yuuha ilayya annamaa ilaahukum ilaahuw waahidun. Fa man kaana yarjuu liqaa-a rabbihii fal ya’mal ‘amalan shalihan. Wa laa yusrik bi ‘ibaadati rabbihi ahadaa

“ Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian, yang di turunkan wahyu kepadaku. Hanya sanya tuhan kalian adalah tuhan yang satu. Maka barang siapa yang berharap berjumpa dengan tuhannya, maka dia hendak mengerjakan amalan yang shalih, dan tidak memusyarikatkan dengan menyembah tuhannya akan seseorang.”

3. Membaca do’a memohon perlindungan dari Dajjal pada tasyahud akhir

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“ Jika tasyahud salah satu kamu, maka hendak meminta perlindungan dengan Allah darip empat hal : Ya tuhan kami, aku berlindung dengan Mu dari azab neraka Jahannam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah al-Masih Dajjal.”

PENJELASAN RASULULLAH SECARA KHUSUS TENTANG DAJJAL

Sangat banyak hadis yang mencapai kedudukan mutawatir yang menceritakan tentang al-Masih Dajjal, seperti hadis – hadis yang telah di sebutkan di atas. Salah satunya adalah berita yang menjelaskan dajjal tidak akan bisa memasuki dua kota haram, yaitu Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Rasulullah SAW bersabda :

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ

Tiada satupun negeri, kecuali akan dimasuki oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah yang tidak ada lah setiap pintu gerbangnya kecuali ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah menggoncang penduduknya tiga kali, sehingga, Allah mengeluarkan seluruh orang kafir dan munafik”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Penutup

Inilah beberapa penjelasan yang berkaitan dengan kemunculan dan fitnah al-Masih Dajjal. Kita sebagai orang yang beriman kepada hari akhir, tentu saja harus benar dalam memahami hal ini. Caranya adalah dengan berpedoman kepada hadis – hadis shahih yang bersumber dari Rasulullah SAW. Jangan sampai kita terlalu mudah untuk memakan secara mentah – mentah akan isu – isu yang disebarkan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kita harus bijaksana dalam menghadapi fitnah – fitnah akhir zaman, yaitu dengan terus mempelajari ilmu agama yang memiliki sanad kepada Rasulullah SAW, dan mengamalkan semaksimal mungkin sunnah – sunnah nya.

 

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p