Wali Songo [PEMAPARAN LENGKAP]

Islam merupakan sebuah agama dengan slogan rahmatan lil ‘alamin, artinya kehadiran islam di atas muka bumi ini menjadi rahmat untuk seluruh alam. Salah satu bentuk diturunkannya rahmat kepada manusia adalah Allah mengutus nabi-nabi yang menyampaikan risalah dari Nya, sehingga seluruh makhluk yang telah Allah ciptakan, baik itu berupa jin dan manusia akan memiliki petunjuk untuk bisa berjalan pada arah yang diridhai oleh Nya.

Namun nabi dan rasul yang di utus oleh Allah berakhir dengan dilahirkannya Nabi Muhammad saw. Beliau menjadi nabi terakhir yang risalahnya meratai keseluruh penjuru dunia. Rasulullah yang memiliki misi untuk memperbaiki akhlak umat akhir zaman, tentu saja meninggalkan para sahabat yang melanjutkan perjuangan beliau tersebut. Sehingga rantai keilmuan dari Rasulullah tidak pernah terputus, ilmu yang diperolehnya melalui wahyu dari malaikat Jibril atau lansung dari Allah terus berkembang hingga sampai ke setiap wilayah dan belahan Negara. Dari mata rantai keilmuan inilah bertahannya islam dan ajarannya yang begitu mulia.

Maka siapapun manusia yang bersungguh-sungguh berada pada jalan yang diridhai oleh Allah dengan belajar ilmu dan mengamalkanya, maka Allah akan mengankat derajatnya dan menjadikannya sebagai wali – wali Nya di muka bumi.

Menjadi waliyullah bukanlah hal yang mudah, syarat utamanya adalah mengerti ilmu agama yang sesuai dengan generasi shalafus shalih dan mengamalkannya. Begitu juga dengan rintangan – rintangan untuk mencapai tempat tertinggi di sisi Nya, bukanlah hal yang gampang. Salah satu rintangan terbesarnya adalah harus bisa menundukkan nafsu dan menjadikannya sebagai nafsu-nafsu yang radhiah, yaitu nafsu yang senang dan ridha dengan apa yang telah ditakdirkan Allah untuknya.

Hal ini sebagai mana yang Allah jelaskan di dalam Al Quran surat Yunus yang artinya :

“Ingatlah lah bahwa para wali Allah tidak memiliki rasa takut pada diri mereka dan mereka tidak bersedih hati.” Petikan ayat ini merupakan bukti bahwa wali-walinya Allah di muka bumi adalah mereka yang tidak memiliki rasa takut menghadapi hari akhir, karena telah mantap hatinya kepada Allah, dan juga tidak merasa sedih ketika tidak mendapatkan apapun bentuk kesenangan yang penuh tipuan di muka bumi.

Waliyullah semuanya tersebar di seluruh penjuru bumi. Di Indonesia juga memiliki sejarahnya sendiri dengan waliyullah, misalnya Abah Guru Sekumpul Martapura, Abu Ibrahim Woyla Aceh, dan banyak wali – wali yang lain. Salah satu sejarah wali yang paling populer di Indonesia adalah WALI SONGO. Yaitu Sembilan orang wali yang menyebarkan islam di pulau Jawa.

Maka pada artikel ini, penulis mencari keberkahan dengan menyelami samudra sejarah yang berkaitan dengan Wali Songo.

APA DAN SIAPA ITU WALI SONGO

Wali songo atau ada juga yang menyebutnya sebagai wali sanga berdasarkan sumber babad merupakan penyebar agama islam. Wali songo sendiri memiliki peranan dan posisi yang penting di dalam masyarakat muslim di pulau Jawa, terutama di tempat mereka di kebumikan. Adapun jumlah dan nam-nama mereka berbeda menurut beberapa referensi dan sumber-sumber tradisional, namun yang paling populer jumlah mereka adalah sembilan orang.

Kata wali songo terdiri dari dua kata, yaitu wali dan songo. Wali merupakan penggalan dari kalimat bahasa arab, dan songo dari bahasa Jawa. Disini dapat kita lihat bagaimana umat islam terdahulu mengkombinasikan antara agama dengan budaya, sehingga dakwah mereka lebih mudah diterima oleh masyarakat tempat mereka dakwah.

Kata wali dalam bahasa arab memiliki makna berdekatan. Wali disini adalah orang-orang yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah, mereka menyampaikan risalah yang telah dibawa oleh rasulullah, dan terkadang dalam menghadapi rintangan dalam dakwahnya, Allah memberikan dan menguatkan mereka dengan karomah. Yang membedakan wali dengan nabi dan rasul adalah nabi dan rasul mendapatkan wahyu dari Allah, sedangkan para wali tidak ada. Karomah dan mujizat memiliki makna yang sama, yaitu suatu perkara yang menyalahi adat dan kemampuan manusia. Bedanya kalau untuk wali dinamakan karomah, sedangkan untuk nabi dinamakan mukjizat. Di jawa sendiri wali memiliki makna orang yang khusus, orang yang suci.

Sedangkan songo merupakan bahasa Jawa yang berarti Sembilan, maka wali songo memiliki arti wali yang Sembilan atau Sembilan orang yang mencintai Allah.

Maka dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa wali songo merupakan sembilan orang wali yang berdakwah dan mengajak orang menuju jalan yang diridhai oleh Allah yang berada di tanah Jawa.

NAMA-NAMA WALI SONGO

  1. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
  2. Sunan Ampel atau Raden Rahmat
  3. Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
  4. Sunan Drajat atau Raden Qasim
  5. Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq
  6. Sunan Giri atau Raden Paku
  7. Sunan Kalijaga atau Raden Syahid
  8. Sunan Muria atau Raden Umar Said
  9. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

SEJARAH WALI SONGO

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim

Maulana Malik Ibrahim merupakan keturunan yang ke 22 dari Rasulullah saw. menurut catatan dari as-Sayyid Bahruddin Ba’alawi al-Husain yang dikumpulkan dan dibukukan dalam ensiklopedia Nasab Ahlu Bait, nasab Sunan Gresik yaitu As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim Bin Sayyid Barakat Zainal Alam Bin Husain Jamaluddin Bin Ahmad Jalaluddin Bin Abdullah Bin Abdul Malik Azmakhtan Bin Alwi Amil Faqih Bin Muhammad Shahid Mirbath Bin Khali’ Qasam Bin Alwi Bin Muhammad Bin Alwi Bin Ubaidillah Bin Ahmad Al-Muhajir Bin Isa Bin Muhammad Bin Ali Al-Uradhi Bin Ja’far Shadiq Bin Muhammad Al-Baqir Bin Ali Zainal Abidin Bin Al-Imam Husain Bin Sayyidah Fathimah Binti Muhammad Rasulullah.

Beliau datang ke pulau Jawa pada tahun 1404 M bertepatan dengan masa khalifah Turki Utsmani. Namun beliau bukan orang pertama yang menyebakan islam di pulau Jawa, hal ini terbukti dengan adanya makam Fathimah binti Maimun yang bertuliskan di nisannya 1082.

Disebutkan di dalam buku Wali Songo Gelora Dakwah dan Jihad di Tanah Jawa karangan Rahmad Abdullah bahwa Syeikh Maulana Malik memiliki tiga orang istri, yaitu :

  1. Siti Fathimah binti Ali Nurul Alam Maulana Ismail, dan beliau memiliki dua anak, yaitu Maulana Moqfaro dan Syarifah sarah.
  2. Siti Maryam binti Syeikh Subakir, darinya beliau memiliki empat putra, yaitu Abdullah, Ibrahim, Abdul Ghofur dan Ahmad.
  3. Wan Jamilah binti Ibrahim Zinuddin al-Akbar as-Samarqandi, darinya memiliki dua anak, yaitu Abbas dan Yusuf.

Di kalangan masyarakat terutama rakyat jelata, Sunan Gresik merupakan orang yang sangat terkenal. Beliau menjelaskan bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah, meski mereka berbeda pangkat. Dan yang hanya membedakan seseorang dengan yang lain adalah nilai ketakwaan mereka di sisi Nya.

Sunan Gresik juga memiliki pengaruh yang kuat dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Salah satu gagasan beliau adalah mengalirkan air dari gunung ke sawah dan ladang. Syeikh Maulana Malik Ibrahim wafat di Gresik pada tahun 882 H atau 1419 M.

Sunan Ampel atau Raden Ahmad

Raden Ampel merupakan putra Syeikh Maulanana Malik Ibrahim dan nama istri beliau adalah Dewi Candrawulan. Aktivitasnya dimulai dengan mendirikan sebuah pesantren di Ampel Denta, dekat dengan Surabaya. Beliau menghasilkan banyak generasi yang bisa melanjutkan dakwahnya, yaitu Sunan Giri, Raden Fatah, Raden Makdum Ibrahim, Sunan Drajat dll.

Menurut Babad Dipenogoro, Sunan Ampel termasuk orang yang paling berpengaruh di kalangan istana Majapahit. Istri beliau sendiri berasal dari kalangan istana Raden Fatah. Bahkan Raja Majapahit menjadi murid beliau. Menurut catatan sejarah beliau termasuk orang mendirikan kerajaan islam di pulau Jawa. Beliau yang mengangkat Raden Fatah sebagai sultan pertama kerajaan Demak. Salah satu yang menjadi peninggalan beliau adalah masjid Agung Demak yang didirikannya dengan wali-wali yang lain pada tahun 1497 M.

Karena perannya yang sangat besar dalam penyebaran islam di Pulau Jawa, dan banyak lahirnya generasi-generasi islam yang berbobot darinya, Sunan Ampel di anggap sebagai sesepuh di antara Wali Songo. Dan beliau wafat pada tahun 1478 M.

Sunan Bonang atau Raden Makdum Ibrahim

Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel. Beliau menurut sejarah kira-kira lahir pada tahun 1465 M dari Nyai Ageng Manilla. Sunan Bonan merupakan Ulama yang sangat alim dalam ilmu kalam dan ilmu tauhid. Rihlah keilmuannya dimulai dari kerajaan Pasai, Aceh. Setelah dikiranya ilmunya sudah mapan beliau kembali ke pulau Jawa dan mengembangkan islam di Tuban, Jawa Timur. Di daerah inilah beliau mendirikan pesantren, dan murid-murid datang dari berbagai wilayah.

Sunan Bonang termasuk wali yang menyebarkan islam dengan menyelaraskan diri dengan corak budaya masyarakat Jawa, misalnya wayang. Di dalam wayang inilah beliau menyisipkan dakwah dan ajaran islam. Budaya-budaya daerah dimanfaatkan oleh beliau dan wali-wali lainya sebagai media agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Sunan Bonang wafat di Bawean pada tahun 1525 M.

Sunan Giri

Sunan Giri merupakan anak dari Maulana Ishak dan ibunya adalah putri Menak Samboja yang bernama Dewi Sekardadu. Beliau termasuk wali yang berperan besar dalam mendirikan kerajaan islam pertama di Demak. Sunan Giri juga ikut andil dalam penyerangan ke kerajaan Majapahit dan menjabat sebagai penasihat militer.

Beliau terkenal sebagai orang yang sangat dermawan, salah satunya adalah ketika dirinya membagikan seluruh dagangannya ke rakyat Banjar yang saat sedang diterpa oleh musibah. Sunan Giri pernah bertafakkur ke dalam sebuah gua selama empat puluh hari. Di sana beliau bermunaja kepada Allah. setelah bermunajat itu beliau memutuskan untuk mendirikan pesantren di daerah Margonoto yang beliau beri nama pesantren Giri. Dan hanya dalam waktu tiga tahun pesantren tersebut terkenal ke seluruh penjuru Nusantara.

Sunan Drajat

Nama asli beliau adalah Raden Syarifuddin. Sunan Drajat merupakan putra dari Sunan Ampel dengan Dewi Candrawati. Jadi beliau merupakan saudara dari Sunan Bonang. Sunan Drajat mendapat tugas dakwah dari ayahnya ke daerah barat Gresik, yaitu antara gresik dan Tuban. Di daerah inilah beliau mendirikan pesantrennya sebagai ladang dakwahnya.

Setelah setahun berada di daerah tersebut, beliau mendapatkan ilham dari Allah untuk berpindah ke daerah sebelah selatan, kira-kira satu kilometer dari daerah Jalag. Kemudian setelah tiga tahun berada di situ dan mendirikan surau, beliau mendapatkan ilham lagi untuk berpindah ke sebuah bukit. Di daerah ini beliau berdakwah dengan memanfaatkan kesenian daerah , yaitu menggunakan gemelan dan menyisipkan ceramah agama di dalamnya. Gemelan tersebut sekarang tersimpan dengan sangat rapi di dekat makamnya.

Sunan kalijaga

Nama kecil beliau adalah raden said. Sunan Kalijaga merupakan Putra Raden sahur Temanggung wilatikta Adipati Tuban. Terrdapat beberapa versi yang berkaitan dengan nama asal usul Kalijaga. menurut masyarakat Cirebon nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon.

Memang Berdasarkan sejarah Sunan Kalijaga pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat dengan Sunan Gunung Jati.

Sunan Kalijaga merupakan seorang pemuda yang patuh dan kuat kepada agama dan orang tua tapi tidak bisa menerima keadaan sekelilingnya yang telah terjadi di ketimpangan yang sangat banyak sehingga beliau pergi ke gudang Kadipaten untuk mencari makanan dan membagikannya kepada rakyat tapi ketahuan ayahnya hingga 100 kali cambukan adalah ah hukuman kepadanya dan diusir dari kampung halamannya

Setelah diusir dan keluar dari kampung halamannya beliau memutuskan untuk mengembara dan bertemu dengan seorang pria berjubah putih pria tersebut adalah Sunan Bonang akhirnya beliau belajar ilmu agama kepadanya berbulan-bulan sampai menjadi Alim. Jalan dakwah beliau adalah dengan menggunakan kesenian daerah seperti wayang dan sebagainya sehingga Ia dikenal sebagai tokoh wayang yang masyhur di kalangan masyarakat

Sunan Kudus

Sunan Kudus adalah seorang tokoh agama yang menyiarkan agama di daerah Kudus dan sekitarnya beliau adalah seorang yang sangat ahli dalam bidang agama terutama ilmu fiqih tauhid hadits tafsir serta ilmu logika karena Hal inilah hanya beliau yang mendapatkan julukan Wali Al Alim diantara para Wali Songo lainnya dan juga berbagai daerah di pelosok nusantara datang untuk belajar ilmu agama kepadanya karena kemasyhurannya dan kehebatannya di dalam ilmu.

Menurut satu riwayat Diceritakan bahwa Beliau pernah mengembara untuk menuntut ilmu ke Baitul muqaddis Palestina dan pernah juga memberantas penyakit di daerah tersebut biasanya itu pemerintah Palestina memberikan ijazah wilayah kepadanya di Palestina namun Sunan Kudus ingin hadiah tersebut agar dipindahkan ke pulau Jawa dan dikabulkan oleh Amir daerah Palestina dan ketika beliau telah kembali lagi ke Pulau Jawa didirikannya satu masjid di daerah leran tahun 1549 dan masjid itu diberikan nama masjid al-aqsha atau Masjid Al Manar yang diganti nama menjadi Kudus. Sunan kudus wafat di daerah qudus pada tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus.

Sunan Muria

Sunan Muria merupakan salah satu tokoh agama yang sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di desa pulau Jawa. Beliau dikenal dengan sebutan Sunan Muria karena lokasi dakwah dan makamnya yang berada di Gunung Muria. Beliau merupakan putra dari Sunan Kalijaga dengan Dwi Sarah.

Target dakwah beliau adalah para pedagang nelayan dan rakyat rakyat jelata. Beliau berdakwah menggunakan kesenian seperti ke Malang wayang dan beberapa alat lainnya lewat tembang-tembang yang diciptakan Nya lah beliau mengajak umat untuk mengamalkan ajaran Islam karena Hal inilah beliau lebih terkenal dan senang untuk berdakwah pada rakyat jelata ketimbang kaum bangsawan

Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah merupakan salah satu dari Wali Songo yang banyak berjasa dalam proses penyebaran Islam di Pulau Jawa terutama di daerah sekitar Jawa Barat. Beliau merupakan pendiri Kesultanan Cirebon Sunan Gunung Jati dan merupakan cucu dari Raja Pajajaran Prabu Siliwangi kemudian setelah beliau melakukannya rihlah menuntut ilmu dan merasa ilmu yang telah cukup, akhirnya beliau berangkat ke tanah Jawa untuk mengamalkan ilmunya. Setelah diresmikannya kerajaan Cirebon beliau merubah sistem kerajaannya menjadi kerajaan Islam dan akhirnya beliau mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah lain di Jawa Barat.

PERAN WALI SONGO DALAM PENYEBARAN ISLAM

Penyebaran islam di daerah Indenesia khususnya di pulau Jawa terbilang sukses dengan gerakan dakwah yang dilakukan oleh wali songo. Sukses nya dakwah beliau dalam penyebaran islam di tanah air tercatat dengan tinta emas. Berkat dukungan penuh dari kesultanan Demak Bintaro, agama islam dapat dianut dengan mudah oleh masyarakat di sekitar pulau Jawa, baik di daerah kota, desa, dan pegunungan. Karena inilah islam menjadi agama yang sangat mengakar di pulau Jawa.

Kesembilan wali ini mendirikan tempat ibadah, seperti masjid yang juga dimanfaatkannya sebagai tempat penyebaran ilmu agama. Ilmu-ilmu yang diajarkan mereka juga beragam, bukan hanya sekedar ilmu agama, bahkan sampai ilmu bela diri dan kanurangan.

Para wali songo memiliki peranan yang sangat penting dalam penyebaran islam pada abad ke lima belas. Antara lain peranan mereka adalah :

  1. Menjadi pelopor tersebar luasnya agama islam kepada kelompok masyarakat yang memang belum mengenal islam di daerahnya masing-masing.
  2. Pejuang yang sangat gigih dalam penyebaran islam di masa hidup mereka.
  3. Menjadi orang-orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh kepada Allah, sehingga masyarakat yang diajak oleh mereka juga bersemangat dalam ibadah kepada Allah. Mereka bukan hanya berdakwah dengan lisan, namun juga dengan kelakuan yang mulia dan patut dicontoh oleh masyarakat tempatnya berdakwah.
  4. Menjadi pemimpin agama di daerah nya masing-masing, tentu saja dengan pengikut yang sangat banyak.
  5. Memperbaiki akhlak orang-orang yang berada di medan dakwahnya.
  6. Berhasil mendirikan kerajaan Islam demak sebagai salah satu pusat kerajaan Islam yang ada di Indonesia.

MAKAM WALI SONGO

Salah satu tanda orang-orang yang mulia adalah makamnya masih diziarahi meski mereka telah lama wafat. Makam Wali Songo termasuk tempat yang sangat banyak diziarahi sampai sekarang. Biasa nya orang-orang yang berziarah datang kemakam untuk mencari bertawassul kepada mereka.

Berikut ini adalaah lokasi-lokasi makamnya Wali Songo :

Makam Sunan Ampel.

Lokasi makam beliau adalah di Masjid Sunan Ampel, yang berada di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, Kota Surabaya.

Makam Sunan Giri dan Sunan Gresik.

Lokasi makam keduanya berada dalam satu kabupaten, namun beda kecamatan, yaitu kabupaten Gresik. Makam Sunan Gresik berada di Desa Gapuro, kecamatan Gresik, sedangkan Sunan Giri di desa Giri, kecamatan Kebomas.

Makam Sunan Drajat.

Makam beliau berada di desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Makam Sunan Bonang.

Makam beliau berada di Jalan K.H. Mustain, kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.

Makam Sunan Kudus.

Lokasi berada di masjid Kudus yang terlerak di Kudus.

Makam Sunan Kalijaga.

Makam beliau berada di Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Lokasi makam beliau tidak jauh dari kompleks pemakaman keluarga kerajaan Demak.

Makam Sunan Muria

Lokasi makam beliau berada di Gunung Muria, di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Makam Sunan Gunung Jati

Makam beliau adalah satu-satunya makam dari Wali Songo yang berada di Jawa Barat, yaitu di desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Inilah beberapa tulisan yang berkaitan dengan Wali Songo. Maka semoga kita dapat mengambil pengajaran dari keteguhan dan keyakinan mereka dalam berdakwah dan mengajak umat untuk berada di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p