Sunan Kalijaga: Sejarah dan Penjelasan [LENGKAP]

JANGAN KETINGGALAN
EMAIL EKSLUSIF
Dapatkan email-email terbaik langsung ke inbox kamu dari hasana.id
Subscribe!
in syaa Allah manfaat ๐Ÿ™‚

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู…ู‘ูู…ู‘ูŽู† ุฏูŽุนูŽุงู“ ุฅูู„ูŽู‰ ูฑู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽู…ูู„ูŽ ุตูŽูฐู„ูุญู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู†ูู‰ ู…ูู†ูŽ ูฑู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

Latin: waman ahsanu qaulan mimman daโ€™aa ilallahi wa โ€˜amila shaalihan waqaala innanii minal muslimiin

artinya: siapak yang lebih bagus perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?โ€

Allah telah menjadikan islam sebagai satu-satunya agama yang diridhaiNya. Tidak ada agama lain yang benar dan baik disisiNya selain agama islam. Hal ini telah dibuktikan dari berbagai literasi maupun fakta yang terjadi dari semenjak empat belas abad yang lalu sampai sekaraang.

Rasulullah Saw adalah rasul dan utusan terakhir dari seluruh nabi yang diutus Allah untuk memberi kabar gembira bagi mereka yang mau beriman dan bertakwa, juga memberi kabar peringatan bagi mereka yang membangkang dan durhaka kepadaNya.

Islam begitu cepat eksis dan sukses dalam menyiarkan pesannya yaitu rahmatan lilalamin. Sehingga hanya dalam waktu yang sangat singkat islam telah menyebar keseluruh penjuru dunia tidak terkecuali Indonesia.

Indonesia adalah sebuah Negara yang penduduknya termasuk penduduk terbesar yang beragama islam. Hal ini telah diakui oleh seluruh Negara baik Negara islam atau bukan.

Namun taukah kalian siapa yang membawa ajaran islam ke Indonesia, hingga begitu hangatnya agama islam diterima di Indonesia?

Berkembang dan tersiarnya islam di Tanah air tidak terlepas dari sentuhan kebaikan dan karomah dari Sembilan tokoh pilihan yang dikenal dengan wali songo. Merekalah yang dengan karomah yang dimiliki sekaligus sikap dan kepribadian yang mumpuni mampu merubah seluruh nusantara dengan agama yang penuh rahmat ini.

Mereka yang digelar dengan wali songo adalah orang-orang pilihan yang telah sangat berjasa menyiarkan agama Islam di bumi nusantara ini. Wali songo adalah Sembilan orang wali yang begitu tinggi ilmunya dalam bidang agama, sehingga dengan mudah dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, Islam telah semerbak diberbagai penjuru.

Wali songo memiliki peran penting dalam misi ini, mereka sangat memahami cara-cara mengajak penduduk Indonesia untuk memeluk agama islam. Kesembilan para wali ini saling memiliki ikatan dan hubungan antar sesama baik itu hubungan darah, maupun hubungan guru dengan murid.

Nama-nama Sembilan wali itu adalah:

  • Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
  • Sunan Ampel
  • Sunan Bonang
  • Sunan Giri
  • Sunan Drajad
  • Sunan Kudus
  • Sunan Muria
  • Sunan Gunung jati
  • Sunan Kalijaga

Mereka semualah yang begitu berperan aktif dalam tersiarnya agama islam ke seluruh nusantara. Adapun pusat penyebarannya dimulai dari pulau Jawa.

Alasan mereka memilih pulau Jawa karena, ketika itu pulau Jawa adalah tempat yang sangat strategis dan sentral untuk segala kegiatan, dan tempat lalu lalang penduduk diluar pulau Jawa untuk berdagang dan menjalankan bisnisnya.

Namun pada kesempatan ini penulis tidak akan menceritakan kisah keseluruhan dari para wali tersebut. Penulis hanya akan mengulik sedikit kisah salah satu wali yang sangat masyhur dalam islam, salah satu tokoh yang paling berpengaruh sampai sekarang, yaitu Sunan Kalijaga. Silakan dibaca!!

Siapa Sunan Kalijaga

Sosok yang satu ini sangat lah unik alur kehidupannya, bagaimana tidak dia adalah sosok yang kehidupan sehari-hari selalu mencuri dan melakukan aksi begal kepada masyarakat yang kaya, dan membagikan hasil rampasannya kepada rakyat miskin. Tiba-tiba menjadi seorang wali .

Sunan kalijaga adalah salah satu dari kesembilan wali atau dalam bahasa Jawanya disebut (Wali songo). Hubungan nya dengan wali yang lain adalah sunan kalijaga merupakan murid langsung dari Sunan Bonang.

Sunan Kalijaga adalah wali yang memilih mengajarkan islam dengan metode yang unik, yaitu dengan jalur kesenian dan hiburan, seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan, dan lain-lain.

Beliau memilih jalur kesenian karena pada masa itu kehidupan masyarakat yang sangat menggemari hiburan dan kesenian. Maka beliau ambil andil dan masuk dalam ranah tersebut dengan menyelipkan islam didalamnya.

Paham keagamaan sunan Kalijaga lebih berbasis kepada paham sufistik salaf, dimana kehidupannya dipenuhi dengan sikap yang sangat sederhana, hal ini digambarkan dari basisnya yang begitu terkontaminasi dengan sikap zuhud.

Menurut pandangannya semua manusia berhak untuk bekerja dan melakukan apasaja selama masih dalam koridor agama dan tidak menjatuhkan martabatnya sebagai manusia.

Sikap zuhud inilah yang mendasari Sunan Kalijaga yang lebih cenderung kedalam sufisme, juga dari beberapa gubahan syairnya yang sangat kental akan kentara sufi.

Dalam kesehariannya Sunan Kalijaga lebih sering memakai pakaian adat jawa dengan penutup kepala berupa bLankon yang menjadi cirikhas adat Jawa sampai sekarang.

Banyak yang telah mengetahui kisah dari Sunan Kalijaga, namun tidak banyak yang tau bahwa panggilan sunan kalijaga bukanlah nama aslinya, nama aslinya yaitu Raden said salah satu putra dari kadipaten kerajaan Majapahit.

Nama asli Sunan Kalijaga

Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden said putra dari Tumenggung Wilatika atau yang lebih familiar dengan Raden sahur seorang adipati Tuban yang merupakan salah satu dari kadipaten yang masih berada dibawah kerajaan Majapahit. Berdasarkan dari beberapa sumber yang penulis baca Raden said lahir dalam periode akhir tahun 1450 M.

Raden said muda memiliki beberapa panggilan dari orang sekitarnya, diantaranya yaitu, Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran tuban, dan raden Abdirrahman.

Sebelum menjadi wali yang dikenal dengan sunan Kalijaga, kehidupan Raden said muda agak sedikit nyeleneh dibandingkan dengan kehidupan kawan-kawannya yang seusia dengannya.

Bagaimana tidak, keseharian beliau adalah merampok. Namun hasil curian nya tidaklah diknikmati sendiri untuk mengkayakan diri seorang, akan tetapi hasil jarahan nya yang berupa hasil bumi dari orang-orang kaya di lumbung mereka dan membagi-bagikannya kepada warga yang miskin yang pada masa itu sedang dilanda krisis kelaparan ditambah dengan membayar upeti yang tinggi bagi penguasa.

Pernah suatu ketika raden said muda mengambil lumbung dari adipati Tuban untuk diserahkannya kepada rakyat miskin seperti biasanya, satu dua kali beliau mengambil dari penyimpanan kerajaan masih aman dan tidak ketahuan.

Namun makin hari makin sering beliau curi hasil panen dikerajaan hingga aksi tersebut diketahui oleh penjaga. Diserahkannya beliau ke ayahnya yang menjabat sebagai adipati Tuban. Hingga ayahnya menghukumnya.

Hukuman dari ayahnya masih tidak membuatnya jera, hasrat hati untuk menolong orang miskin masih menggebu-gebu, sehingga beliaupun masih mencuri dari orang kaya seperti biasanya. Ayahnya pun memberi hukuman berat kepadanya, yaitu dengan mengusir Raden said dari kerajaan.

Disinilah pengembaraan Raden said dimulai.

Sejarah Sunan Kalijaga

berbicara sejarah Sunan Kalijaga sama dengan berbicara tentang konsep kehidupan yang zuhud, kehidupan yang mencoba untuk menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang hina, yang dapat merusak tatanan hati.

Sunan kalijaga adalah sosok yang tidak mempertentangkan antara agama dan budaya, bahkan budaya dijadikannya sebagai sarana untuk menyiarkan agama.

Seperti biasanya pekerjaan beliau ketika muda adalah mencuri harta dari orang-orang kaya yang akan dibagikannya kepada rakyat miskin.

Suatu ketika Raden Said melihat orang tua yang sedang berjalan dihutan dengan membawa tongkat emas. Dalam benak Raden said terbesit bahwa orang tua ini pasti orang kaya. Raden said pun mengambil tongkat tersebut.

Orang tua itu kemudian melawan dan tidak mebiarkan Raden said mengambil tongkatnya. Raden said tidak mengetahi kalau orang tua itu adalah Sunan bonang. Terjadilah dialog antara sunan bonang.

Sunan Bonang: Hai anak muda mengapa engkau mencuri padahal itu adalah perbuatan yang dilarang

Raden said: aku curi dari orang kaya, namun aku serahkan kepada orang miskin.

Sunan Bonang lantas menasehati Raden said, hingga Raden said pun luluh didepan sunan Bonang dan menginginkan agar dirinya diangkat jadi muridnya Sunan Bonang.

Raden said kagum akan wibawa dan kehebatan yang terpancar pada sunan Bonang.

Menurut sumber yang penulis temukan dari satu riwayat bahwa ketika Raden Said hendak merampas tongkat dari Sunan Bonang, Sunan Bonang menasehatinya dengan mengatakan bahwa harta didunia hanyalah titipan dari Tuhan, sambil menampakkan karomahnya yaitu, sunan Bonang menujukkan pohon aren dengan tangannya, dan tiba-tiba pohon tersebut berubah menjadi emas yang mengakibatkan Raden Said terperangah oleh kejadian tersebut.

Sunan Bonang tidak lantas langsung setuju untuk menganggkat Raden said sebagai murid. Beliau menguji Raden said dengan menyuruhnya untuk bersemedi ditepi sungai dan menjaga tongkat yang beliau tancap disampingnya.

Waktu berjalan tiga tahun, kemudian Sunan Bonang menemui Raden said disana, dan melihat Raden said yang masih bersemedi tanpa menggeser sedikitpun dari tempat yang diperintahkannya.

Semenjak itulah raden said menjadi murid setianya Sunan Bonang. Dan setelah kejadian itu Sunan bonang memberi nama raden said dengan Sunan Kalijaga.

Menurut beberapa sumber terjadi perbedaan pendapat mengenai sebab penamaan sunan kalijaga. Ada yang mengatakan bahwa digelar Kalijaga karena lamanya beliau bersemedi ditepi sungai (kali) sampai tiga tahun, juga ada yang mengatakan bahwa kalijaga adalah satu desa di cirebon ketika itu. Menurut masyarakat sekitar Raden said ketika tinggal disana suka berdiam diri di sungai atau dalam bahasa jawa (kalijogo).

Semenjak Sunan Kalijaga berguru pada Sunan Bonan, semenjak itu pula beliau menyiarkan agama islam di Jawa, dan tentunya beliau sangat lah menjadi tokoh berpengaruh dalam pendirian kerajaan Islam pertama di Jawa yaitu Kerajaan Demak.

Peran Sunan Kalijaga dalam berkembangnya islam

Salah satu wali yang dikenal memiliki tingkat toleransi dan welas asih yang tinggi adalah Sunan Kalijaga. Beliau tidaklah memasukkan tindak kekerasan dalam menjalankan misinya, akan tetapi beliau sisipkan filosofi-filosofi keislaman dalam adat dan kebudayaan ketika itu, sehingga salah satu wali yang paling berpengaruh hingga kini adalah Sunan Kalijaga.

Peran Sunan Kalijaga dalam Islamisasi di Jawa bisa dilihat dari berbagai kegiatannya dalam menjalankan dakwah, baik itu dari ranah keagamaan, ranah pemerintahan, ranah politik, hingga ranah seni dan kebudayaan.

Peran Sunan kalijaga mulai Nampak ketika raden Trenggono dilantik menjadi sultan dan raja di kerajaan demak sebagai peganti raja patiunus yang pada waktu itu menjadi kerajaan pertama dalam islam

Metode yang diterapkan Sunan kalijaga mendapatkan sambutan hangat dari para penguasa diketika itu, karena yang beliau terapkan adalah metode kompromistis atau metode tidak kaku dan lentur bagi semua kalangan.

Maka dari itu perkembangan islam begitu pesat terjadi ketika berada dibawah naungan Sunan kalijaga.

Diantara peran Sunan Kalijaga dalam mengembangkan islam di bumi Jawa kusunya adalah:

Membangun Mesjid demak bersama para wali

Sunan Kalijaga bersama para wali membangun sebuah Mesjid pertama yaitu Mesjid demak yang difungsikan selain sebagai tempat beribadah juga menjadai sarana dakwah dan pemersatu umat ketika itu. Meski demikian tidak bisa ditemukan literasi yang menjelaskan kapan kepastiannya mesjid Demak itu didirikan.

Sunan Kalijaga tidak hanya ikut serta dalam menyediakan bahan-bahan kebutuhan pembuatan mesjid, beliau juga sangat berperan aktif dalam musyawarah-musyawarah sebelumnya.

Menerapkan prinsip keislaman dalam kebudayaan disuatu daerah

Salah satu metode yang diterapkan Sunan kalijaga adalah memasukkan ajaran islam dalam wayang, dimana ketika itu wayang adalah budaya yang sudah sangat melekat dengat kehidupan penduduk Jawa.

Wayang yang pada mulanya sangat kentara dengan ajaran Hindu dengan tokoh didalamnya seperti Ramayana, dan Mahabarata tidak serta merta dilarang dan diharamkan dalam Islam.

Akan tetapi Sunan Kalijaga memasukkan tokoh tokoh yang menggambarkan ajaran Islam seperti Semar, Petruk,Gareng,Bagong yang dikenal dengan punokawan. Sehingga tanpa disadari penduduk sekitar telah tertanam dalam diri mereka ajaran-ajaran islam.

Menerapkan ajaran welas asih

Sunan Kalijaga tidak langsung mendobrak mereka yang masih diluar agama Islam. Lingkungan yang masih di dominasi oleh agama Hindu diambil sikap oleh Sunan Klaijaga dengan menerapkan sistem welas asih atau kasih sayang sesama manusia.

Bersikap zuhud

Sunan Kalijaga adalah sosok yang begitu zuhud dalam kesehariannya. Beliau menyatkan bahwa pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari harus dilandasi dengan hukum halal. Tidak boleh adanya harta haram yang mengalir dalam tubuh manusia. Karena memasukkan harta haram kedalam tubuh adalah sikap yang dapat meruntuhkan martabat seseorang sebagai manusia.

Metode lemah lembut

Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran Islam dengan lemah lembut, tidak penuh kontradiksi, dan dengan menyentuh alam bawah sadar masyarakat agar mencintai agama islam langsung dari hati, bukan dengan kekerasan.

Adapaun metode yang dibawa Sunan Kalijaga dalam berdakwah memperkenalkan islam ke masyarakat diantaranya yaitu

Memperkenalkan ajaran islam sedikit demi sedikit

Sunan Kalijaga sangat mahir melihat karakter masyarakat, beliau mampu menganalisa pikiran seseorang, sehinngga pesan-pesan yang ingin beliau sampaikan terasa mudah dicerna oleh masyarakat. Beliau sampaikan pesan islam sedikit demi sedikit agar pesan tersebut lebih terpatri dalam hati masyarakat.

Menggabungkan budaya

Kultur budaya ketika itu yang masih melekat dengan budaya Hindu menjadikan sunan Kalijaga ingin menyisipkan pesan-pesan islam dalam adat budaya. Sehingga sedikit demi sedikit upacara dan kegiatan yang dulunya sangat kentara dengan ajaran Hindu berganti dengan ajaran Islam.

Beberapa peran Sunan Kalijaga yang melekat dihati masyarakat diantaranya:

  1. Seorang Dai
  2. Seorang yang ahli dalam strategi peperangan
  3. Ahli kesenian
  4. Ahli budaya
  5. Dan lain-lain

Sunan Kalijaga adalah sosok yang begitu berkharisma dan berpengarauh dalam lingkungan masyarakat ketika itu. Beliau begitu berjasa dalam merubah pola pikir masyarakat yang berpikiran salah kepada jalan yang benar.

Banyak jasa beliau yang telah tercatat dengan tinta emas, dan sangat banyak jejak peninggalan beliau yang masih dilestarikan sampai saat ini, yang menjadi bukti suksesnya Sunan kalijaga dalam menjalankan misinya yaitu menyiarkan agama Islam di Indonesia.

Diantara peninggalan-peninggalan Sunan Kalijaga yaitu:

  1. Mesjid Sunan kalijaga
  2. Mesjid Kadilangu
  3. Keris Kyai Clubuk
  4. Keris Kyai Syirโ€™an
  5. Kotang Ontokususmo

Dan masih banyak lagi tentunya peran dari sosok Sunan Kalijaga dalam tersebarnya Islam di Jawa kususnya dan Nusantara umumnya.

Makam Sunan Kalijaga

Tidak ada sumber yang jelas yang menjelaskan perihal tentang tanggal dan waktu yang akurat mengenai wafat Sunan kalijaga. Hal ini karena faktor minim nya literasi ketika itu, yang menjadikan informasi tentang Sunan Kalijaga menjadi simpang siur.

Setelah membaca beberapa literasi dan sumber yang mencukupi, penulis simpulkan berikut tentang fakta dari makam Sunan kalijaga.

Sunan kalijaga dimakamkan di Jawa tengah tepatnya di desa Kadilungu, kecamatan Demak kota, kabupaten Demak Jawa tengah.

Bila kita berjalan dari kota demak maka jarak yang perlu kita tempuh kurang lebih 2 kilometer untuk sampai ketempat ini. Letak geografis makam ini berada pada ketinggian 22 mdpl yang menjadikannya tempat yang rendah yang berada di sekitar pesisir pantai utara Jawa tengah.

Lokasi makam sunan kalijaga berada di linngkungan padat penduduk atau lebih tepatnya langsung bersentuhan dengan pemukiman penduduk disana.

Salah satu jejak peninggalan Sunan kalijaga yang masih utuh sampai kini adalah mesjid Kadilangu yang berada tepat diskitar makam beliau, corak mesjid yang bertipikal jogla dan atap tumpang susun 3 menjadi tanda dan bukti keberadaan Sunaan kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di daerah itu.

Disekitar mesjid juga terdapat bangunan-bangunan yang agak serupa dengan corak mesjid Kadilangu yang bisa dikatakan jarak pembangunan nya tidak jauh berbeda dengan pembangunan mesjid tersebut.

Posisi Sunan kalijaga di daerah itu dahulu adalah sebagai kepala didaerah tersebut, dimana seluruh kehidupan dan masalah yang dialami masyarakat itu akan mendapat solusi dari Sunan kalijaga.

Kadilungu adalah tempat yang dibuat oleh Sunan kalijaga untuk berdakwah dan diteruskan oleh murid-muridnya sampai sekarang, mengingat hal itu maka makam sunan Kalijaga dan mesjid Kadilungu adalah dua magnet yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi tempat barokah bagi desa kadilungu sendiri.

Kini makam Sunan kalijaga telah menjadi tempat mengambil barokah dan bertawassul kepada Allah. Makam sunan kalijaga diyakini menjadi tempat yang mendapat barokah dengan pertolongan Allah swt. Karena dari beberapa pengalaman orang yang brtawassul dengan Sunan Kalijaga hajat mereka semua terkabulkan.

Disamping menjadi tempat yang penuh berkah, makam Sunan kalijaga juga menjadi objek destinasi wisata yang sangat digemari oleh wisatawan baik wisatawan local maupun mancanegara.

Para wisatawan mengunjungi tempat ini karena histori dari makam Sunan Kalijaga yang masih sangat terawat dan terjaga dengan baik oleh warga disekitar. Para wisatawan bebas menanyakan apa saja tentang perjalanan hidup dari sosok walisongo ini.

Namun juga harus menjaga adab dan tatakarama disini, karena destinasi ini bukan destiasi seperti biasanya, namun makam seorang wali yang sangat masyhur dan telah dimuliakan oleh Allah swt.

Penutup

Islam masuk dan tersebar di Indonesia sudah sangat lama, melalui pedagang dari jazirah arab yang masuk pertama kali ke daerah samudra pasai di Aceh

Kemudian dari Aceh tersebarnya islam ke pulau Jawa melalui sembilan Ulama yang di gelar dengan walisongo.

Salah satu dari wali songo adalah Sunan kalijaga yang merupakan murid langsung Sunan Bonang. Sunan kalijaga termasuk sosok yang sebelum bertemu dengan sunan Bonang bisa dikatogorikan anak muda yang nakal, kesehariannya selalu dalam mencuri dan merampas harta orang-orang kaya.

Sunan Kalijaga adalah salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di pulau jawa. Metode yang beliau tempuh adalah pendekatan dan kebudayaan. Yang berhasil merubah ideologi masyarakat ketika itu yang awalnya beragama hidu ke agama islam.

 

JANGAN KETINGGALAN
EMAIL EKSLUSIF
Dapatkan email-email terbaik langsung ke inbox kamu dari hasana.id
Subscribe!
in syaa Allah manfaat ๐Ÿ™‚

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p