Pembahasan Lengkap Mengenai Sholat Isya dan Manfaatnya

Salah satu sholat fardhu adalah sholat Isya yang dikerjakan setelah sholat Maghrib, lebih tepatnya setelah hari sudah petang, dan merupakan ibadah sholat yang terdiri dari 4 rakaat.

Nah, kamu yang ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai sholat fardhu, termasuk sholat Isya tidak, ada salahnya untuk meluangkan waktu membaca penjelasan dari Hasana.id berikut!

Tentang Sholat Isya

Kamu tentu sudah tahu bahwa perintah untuk menunaikan sholat bagi Nabi Muhammad saw. dan setiap umat Islam diturunkan pada saat Nabi menjalani Isra’ Mi’raj.

Ketika itu, Nabi Muhammad saw. berada di Baitul Ma’mur.

Dalam riwayat Imam al-Bukhari, disebutkan bahwa Allah Swt. mewajibkan Nabi Muhammad saw. dan umat Islam untuk mendirikan sholat sebanyak 50 dalam sehari semalam.

Mendapat perintah tersebut, Nabi Muhammad saw. pun menaatinya. Namun, Nabi Musa yang mengetahui hal tersebut menyarankan Nabi Muhammad agar meminta keringanan kepada Allah.

Pada akhirnya, Allah Swt. hanya mewajibkan agar Nabi Muhammad dan umat muslim untuk mengerjakan sholat sebanyak lima waktu saja dalam sehari.

Salah satu waktu sholat yang termasuk ke dalam kelima waktu tersebut adalah sholat Isya, yaitu sholat yang didirikan setelah habisnya waktu sholat Magrib.

Waktu untuk mendirikan sholat Isya sendiri ditandai dengan hari yang sudah gelap dan tidak ada sedikit pun cahaya matahari yang masih menggantung di langit.

Hukum Sholat Isya

Perintah untuk mendirikan sholat Isya juga tercantum dalam surah Al-Isra ayat 78.

Disebutkan bahwa umat muslim harus melaksanakan sholat dari sejak matahari tergelincir hingga gelap malam tiba.

Sholat di gelap malam inilah yang disebut dengan sholat Isya. Adapun bunyi dari ayat tersebut adalah:

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Aqimiṣ-ṣalāta lidulụkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur`ānal-fajr, inna qur`ānal-fajri kāna masy-hụdā.

Artinya:

“Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya, sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

Seperti yang diketahui, hukum sholat dapat dikategorikan menjadi fardhu dan sunah, sedangkan fardhu sendiri terbagi menjadi dua macam, yakni fardhu kifayah dan fardhu ain.

Terkait dengan hal ini, mengerjakan sholat Isya hukumnya adalah fardhu ain.

Fardhu ain merupakan hukum yang bersifat wajib untuk dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan atau dilakukan oleh orang lain.

Jadi, jangan sampai kamu lalai untuk mengerjakannya agar tidak mendapat dosa, ya!

Tata Cara Mendirikan Sholat Isya

Agar sholat Isya yang kamu kerjakan sah dan diterima oleh Allah, jangan sampai tidak melakukan rukun sholat yang telah diwajibkan.

Rukun sholat sendiri merupakan setiap perbuatan atau perkataan yang membentuk hakikat dari ibadah sholat tersebut.

Jika ada salah satu rukun yang ditinggalkan, ibadah sholat yang telah dikerjakan tidak dianggap sah dan tidak bisa digantikan dengan sujud sahwi sekalipun.

Adapun urutan dalam mengerjakan sholat Isya adalah sebagai berikut.

Berdiri Bagi yang Mampu

Sholat Isya dimulai dengan berdiri bagi yang mampu.

Namun, jika berada pada suatu kondisi yang tidak memungkinkan untuk berdiri, kamu diperbolehkan untuk mengerjakan sholat dalam posisi duduk.

Jika seorang hamba tidak dapat mengerjakan sholat dalam posisi duduk, Allah Swt. masih memberikan kesempatan baginya untuk mendirikan sholat dalam posisi berbaring.

Mengucapkan Niat

Rukun kedua ini juga wajib untuk dilakukan karena juga akan memengaruhi kekhusyu’an dalam menjalakan sholat. Ucapkanlah niat di dalam hati pada saat melakukan takbiratul ihram.

Adapun bunyi dari niat sholat Isya adalah:

أُصَلِّ فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Usholli fardlal ‘isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat shalat fardhu Isya, empat rakaat, menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah Ta’ala.”

Melakukan Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram sendiri merupakan posisi ketika kamu mengangkat kedua tangan dengan dalam posisi tubuh yang tegak.

Tangan yang diangkat pun harus sejajar dengan posisi telinga. Selain itu, posisi telapak tangan ketika diangkat juga harus menghadap ke kiblat.

Pada saat sudah melakukan takbiratul ihram, kamu diharamkan untuk melakukan perbuatan atau gerakan di luar sholat.

Jika tengah memimpin sholat, pastikan takbiratul ihram yang diucapkan didengar oleh makmum di belakang.

Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah yang diucapkansetelah selesai melakukan takbiratul ihram merupakan doa pembuka sebelum membaca surah Al-Fatihah. Hukum membaca doa iftitahini adalah sunah.

Ketika membaca doa iftitah, pastikan untuk meletakkan tangan bersedekap di atas antara pusar dan dada. Pastikan juga untuk meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.

Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa iftitah, sholat dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah. Hukum dari membaca surah Al-Fatihah dalam sholat Isya adalah wajib.

Bagi yang tidak membacanya maka sholat yang dikerjakan akan batal.

Selesai membaca surah Al-Fatihah, kamu juga disunahkan membaca surah-surah yang ada di dalam Al-Qur’an.

Kamu bisa memilih surah yang mana saja, tetapi sangat disarankan untuk membaca surat yang pendek saat tengah menjadi imam.

Ruku’

Posisi satu ini dilakukan dengan membungkukkan tubuh membentuk sudut 90˚ serta menumpukan tangan pada

lutut sembari membaca doa:

سُبْحَانَ رَبِّيْ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiya al-‘azhiimi wa bi hamdihi (dibaca tiga kali).

Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Mahaagung dan Mahasuci dengan segala puji kepada-Nya.”

I’tidal

Setelah ruku’, kamu diwajibkan untuk mengerjakan i’tidal, yaitu gerakan kembali berdiri dengan posisi kedua tangan lurus sejajar di samping paha dan tidak bersedekap.

Dalam posisi ini hendaklah kamu embaca doa:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ … رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَالشُّكْرُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Sami’a Allahu liman hamidahu. Rabbana wa laka al-hamdu wa al-syukru hamdan katsiiran thoyyiban mubaarakan fiihi, mil’u ssamaawaati wa mil’u l-ardhi, wa mil’u maa bainahumaa wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du.

Artinya: “Allah senantiasa mendengar kepada siapa yang memuji-Nya. Tuhanku, kepada Engkaulah segala pujian, segala kesyukuran, pujian yang banyak, baik, lagi berkah di dalamnya. Pujian dan kesyukuran itu memenuhi seluruh langit, seluruh bumi, diantara keduanya, dan memenuhi siapa saja yang Engkau kehendaki setelahnya.”

Sujud

Posisi sujud yang dilakukan pada saat mengerjakan sholat Isya adalah dengan meletakkan tangan lurus di samping telinga.

Selain itu, pastikan jika dahi dan lutut berada di posisi sejajar dan menyentuh lantai. Sementara itu, ujung-ujung kaki juga harus dihadapkan ke kiblat.

Duduk di Antara 2 Sujud

Posisi ini dilakukan dengan menegakkan tubuh sambil meletakkan jari kaki kiri menghadap lurus ke belakang dan jari kaki kanan menghadap ke kiblat.

Bagian pantat bagian kiri ditumpukan pada tumit kaki kirim, sedangkan jari tangan memegang lutut.

Posisi satu ini diawali dengan membaca takbir yang dilanjutkan dengan membaca doa:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, benarkanlah aku, angkatlah derajatku, karuniakanlah aku rezeki, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

Sujud Kedua

Posisi sujud kedua tidak berbeda dengan sujud pertama. Namun, setelahnya, kamu harus berdiri tegak. Sebelum bangun dan berdiri tegak, diwajibkan untuk mengucap takbir.

Bangun dan Berdiri Tegak

Posisi satu ini dilakukan dengan posisi yang sama ketika tengah membaca doa iftitah pada awal rakaat. Posisi tangan bersedekap dan tangan kanan berada di atas tangan kiri.

Duduk Tasyahud Awal

Setelah mengerjakan sujud kedua dalam rakaat kedua maka kamu diwajibkan untuk melakukan tasyahud awal.

Tasyahud awal dilakukan dengan posisi duduk seperti duduk di antara dua sujud sambil membaca doa khusus.

Namun, ketika sampai pada kata “asyhadu”, kamu disunahkan untuk menegakkan jari telunjuk kanan ke depan.

Setelah melakukan tasyahud awal, kamu berdiri kembali untuk mengulangi gerakan seperti pada rakaat pertama dan kedua, lalu lanjutkan gerakan selanjutnya, yaitu duduk tasyahud akhir.

Duduk Tasyahud Akhir

Posisi duduk tasyahud akhir adalah pantat kiri bertumpu di lantai, pergelangan kaki kiri di antara lutut dan ujung jari kaki kanan.

Doa yang dibaca adalah:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَللهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

At-tahiyyaatu al-mubaarakaatu al-shalawaatu al-thoyyibaatu lillahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. As-Salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi as-shoolihin. Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa Asyhadu anna muhammadarrasuulullah. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidinaa Muhammad. Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad Kamaa shollayta ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa Baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘ala sayyidinaa Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

Artinya: “Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Ya Allah aku sampai shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada Nabi Ibrahim a.s., serta kepada para keluarganya. Dan berikanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan kami Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Di seluruh alam raya ini, Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Mahakekal.”

Setelah kata “asyhadu” kamu dianjurkan untuk membuka telunjuk tangan kanan dan menutupnya sebelum mengucapkan salam.

Mengucapkan Salam

Mengucapkan salam dilakukan sambil menoleh ke arah kanan dahulu, baru ke arah kiri. Salam merupakan tanda sholat Isya sudah sempurna dilaksanakan.

Orang Pertama yang Mendirikan Sholat Isya

Perintah untuk mendirikan sholat lima waktu dalam sehari memang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw.

Namun, orang yang pertama kali mendirikan sholat pada waktu Isya ternyata bukanlah Nabi Muhammad saw., melainkan Nabi Musa alaihissalam.

Nabi Musa sendiri dikenal akan kisahnya yang diberi mukjizat oleh Allah Swt. untuk membelah Laut Merah menjadi dua agar terhindar dari kejaran Firaun dan pasukannya.

Rupanya, awal mula didirikannya sholat pada waktu Isya juga berkaitan dengan kisah tersebut.

Dikisahkan, pada saat itu, Nabi Musa yang tengah berada dalam perjalanan menuju Madyan dari Mesir merasa gundah dan gelisah.

Nabi Musa yang membawa pengikutnya merasa khawatir Firaun dan pasukannya berhasil mengejar dan membinasakan mereka.

Karena itu, berdoalah Nabi Musa meminta pertolongan kepada Allah.

Tidak lama setelah itu, Allah pun menghilangkan kegundahan dan kegelisahan dalam hati Nabi Musa.

Oleh karena itulah, pada akhirnya, Nabi Musa mendirikan sholat Isya sebagai wujud syukur kepada Allah.

Jumlah Rakaat Sholat Isya

Seperti yang telah diketahui, jumlah rakaat dalam sholat Isya adalah empat rakaat.

Mungkin kamu penasaran mengapa sholat ini hanya dikerjakan dalam empat rakaat saja, tidak lebih dan tidak kurang.

Hal ini rupanya sempat dibahas oleh seorang ulama dari Pattani, Thailand, bernama Syaikh Daud bin Syaikh Wan Abdullah al-Fathani.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Nabi Musa a.s. merupakan orang pertama yang mengerjakan sholat Isya.

Sholat ini didirikan ketika sampai di Madyan sebanyak empat rakaat. Jumlah tersebut ternyata memiliki alasan tersendiri.

Rakaat pertama merupakan bentuk syukur Nabi Musa a.s. karena Allah Swt. telah menyelamatkan dirinya.

Pada rakaat kedua, Nabi Musa a.s. mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt. yang telah melindungi dan menyelematkan sang istri.

Adapun rakaat ketiga merupakan rasa syukur Nabi Musa a.s. atas keselamatan Nabi Harun a.s. yang kala itu juga ikut menyelamatkan diri dari kejaran Firaun dan pasukannya.

Sementara itu, rakaat keempat merupakan wujud rasa syukur atas keselamatan kaumnya dari kejaran Firaun.

Waktu Terbaik Sholat Isya

Adapun waktu yang dianjurkan untuk mengerjakan sholat Isya adalah dimulai sejak selesainya waktu mahgrib hingga terbitnya waktu fajar.

Selesainya waktu maghrib ini ditandai dengan hari yang sudah gelap dan sudah tidak ada lagi sinar matahari di ufuk barat.

Sementara itu, terbitnya waktu fajar ditandai dengan munculnya berkas cahaya matahari di ufuk bagian timur yang juga menjadi penanda tibanya waktu subuh.

Bisa dikatakan, sholat ini memiliki waktu yang sangat panjang sehingga umat muslim dapat mengerjakan ibadah satu ini dengan lebih leluasa.

Sebagian ulama ternyata memiliki pendapat lain bahwa batas dari waktu Isya adalah memasuki waktu sepertiga malam.

Pendapat ini ternyata juga disebut sebagai waktu yang ikhtiyari atau pilihan.

Artinya, seseorang yang menjalankan shalat isya mendekati waktu subuh memang masih diperbolehkan.

Akan tetapi, waktu tersebut bukanlah waktu terbaik untuk mengerjakan sholat isya.

Lebih baik kamu mengerjakannya di awal waktu sholat atau pada saat berakhirnya waktu sholat Maghrib.

Manfaat Mendirikan Sholat Isya

Mendirikan sholat Isya tidak hanya menjadi salah satu kewajiban bagi umat muslim, tetapi juga memberikan banyak manfaat dan keutamaan bagi yang mengerjakannya.

Adapun manfaat uang bisa didapat setelah mengerjakan sholat Isya adalah sebagai berikut.

Mendapatkan Pahala

Mendirikan sholat sudah barang tentu akan membuat umat Islam mendapatkan pahala.

Apalagi, untuk ibadah yang bersifat wajib, Allah Swt. sudah menjamin akan memberikan pahala yang besar sebagai imbalannya dan dosa jika ditinggalkan.

Hal ini ditegaskan dalam surah Al-A’raf ayat 170 yang bunyinya:

وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلْكِتَٰبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُصْلِحِينَ

Wallażīna yumassikụna bil-kitābi wa aqāmuṣ-ṣalāh, innā lā nuḍī’u ajral-muṣliḥīn.

Artinya: “Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Kitab (Taurat) serta mendirikan shola, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.”

Janji Allah Swt. yang memberikan pahala kepada hamba-Nya yang mengerjakan sholat juga tercantum pada surah Al-Baqarah ayat 10, yang berbunyi:

فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ

Fī qulụbihim maraḍun fa zādahumullāhu maraḍā, wa lahum ‘ażābun alīmum bimā kānụ yakżibụn.

Artinya:

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”

Menenangkan Jiwa dan Batin

Selain mendapatkan pahala, mengerjakan sholat juga akan membuat jiwa dan batin terasa lebih tenang.

Sholat juga disebut sebagai salah satu ibadah yang mampu menyucikan jiwa sekaligus mengangkat derajat manusia.

Mendapatkan Berkah dari Allah Swt.

Salah satu keutamaan dalam mengakkan sholat, tidak terkecuali sholat Isya, adalah mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. di mana pun berada.

Hal ini juga secara jelas telah tercantum pada surah Maryam ayat 31 yang berbunyi:

وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَٰنِى بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Wa ja’alanī mubārakan aina mā kuntu wa auṣānī biṣ-ṣalāti waz-zakāti mā dumtu ḥayyā.

Artinya:

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

Mengerjakan sholat juga membuat hamba-Nya senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah Swt., seperti yang tertuang dalam surah An-Nur ayat 56.

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aṭī’ur-rasụla la’allakum tur-ḥamụn.

Artinya:

“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.”

Senantiasa Mengingat Allah Swt.

Menjalankan ibadah sholat sebanyak lima kali dalam sehari tentu saja akan membuatmu lebih mengingat Allah Swt.

Hamba yang senantiasa mengingat-Nya tidak hanya akan terhindar dari perbuatan keji, tetapi juga membuatnya menjadi lebih dekat dan giat dalam beribadah.

Hal ini juga juga tercantum pada surah Thaha ayat 14.

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Innanī anallāhu lā ilāha illā ana fa’budnī wa aqimiṣ-ṣalāta liżikrī.

Artinya:

“Sesungguhnya, Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

Mencegah dari Perbuatan yang Keji dan Mungkar

Tidak hanya sebagai tiang agama, menegakkan sholat juga bisa menceghamu dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar. Hal ini juga tertuang dalam surah Al-Ankabut ayat 45.

Bahkan, dalam ayat tersebut juga disebutkan bahwa mengerjakan sholat memiliki keutamaan yang lebih besar daripada ibadah lain yang diperintah oleh Allah Swt.

Ternyata menjalankan sholat Isya memberikan banyak keutamaan dan manfaat.

Namun, jangan sampai kamu melupakan setiap rukun sholat yang telah diwajibkan agar sholat tetap sah. Lakukan pula sholat Isya dengan khusyuk agar diberkahi oleh Allah Swt.

Source:

https://islam.nu.or.id/post/read/82687/ketentuan-waktu-shalat-fardhu

https://www.laduni.id/post/read/61570/petunjuk-lengkap-shalat-isya

https://www.eramuslim.com/shalat/akhir-waktu-mengerjakan-sholat-isya.htm

Sholat di Perjalanan

https://islam.nu.or.id/post/read/122628/ini-10-jenis-orang-yang-shalatnya-tidak-diterima

https://islam.nu.or.id/post/read/121162/kisah-ubaidullah-bin-umar-yang-tertinggal-shalat-isya-berjamaah

https://islam.nu.or.id/post/read/38059/perintah-shalat-lima-waktu

Rukun Islam

https://www.nu.or.id/post/read/89959/bukti-penting-perintah-shalat

https://www.brilio.net/wow/kumpulan-ayat-tentang-perintah-ibadah-dalam-islam-200512z.html#:~:text=Al%20Baqarah%20ayat%2043%20berisi%20perintah%20mendirikan%20sholat&text=Artinya%3A,orang%2Dorang%20yang%20rukuk.%22

https://mutiaraislam.net/ayat-alquran-tentang-shalat/

https://www.nu.or.id/post/read/96636/mengapa-shalat-isya-4-rakaat-ini-penjelasan-syekh-daud-al-fathani

 

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p

close-link
Chat Admin..
1
3 Ebook Islami GRATIS!
3 Ebook Islami GRATIS!
1. 100 tanya jawab edisi 2
2. 100 kata-kata inspirasi edisi 1
3. Tata cara Sholat Hajat

Mau? Klik "Chat Admin" sekarang!