Sayyidul Istigfar: Arab, Latin, Terjemah, Pemaparan [MENYELURUH]

JANGAN KETINGGALAN
EMAIL EKSLUSIF
Dapatkan email-email terbaik langsung ke inbox kamu dari hasana.id
Subscribe!
in syaa Allah manfaat ๐Ÿ™‚

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang sangat lemah, lemah dalam fisik, lemah dalam kekuatan, lemah dalam keilmuan, dan juga lemah dalam bertekad (cita cita), itu semua diciptakan supaya manusia selalu merasa berhajat, butuh kepada maulanya Allah azza wa jalla, sehingga dengan menyadari kebutuhan kita kepada Allah ,maka kita tidak melewati batas didalam melakukan sesuatu, dan jika pun kita sudah berada didalam jalan yang salah, maka kita harus segera kembali kepada jalan yang lurus yang diridhai oleh tuhan.

Sebagian dari bentuk kasih sayang nya Allah kepada hambanya ialah memberikan petunjuk petunjuk supaya hamba berada didalam jalan yang benar,sehingga jikalau manusia sudah larut didalam kemaksiatan dan kesesatan, Allah masih memberikan kesempatan kepadanya untuk kembali ke jalan yang diridhai oleh Nya

Salah satu dari penyebab mudah kembalinya makhluk yang sudah berlumur dengan dosa ialah dengan membaca istighfar yang mampu menghapus segala dosa dosa yang sudah ia lakukan dan mampu mengembalikan kepada hati yang bersih sehingga mampu mengenal dari arti kehidupan yang sesungguhnya

Beristighfar adalah cara yang sangat ampuh untuk kita bisa menuju kejalan yang diridhai, istighfar mempunyai lafadh lafadh yang banyak, dan yang paling agung ialah istighfar yang pernah diajarkan nabi kepada sahabatnya yang juga dikenal dengan sayyidul istigfar

SAYYIDUL ISTIGHFAR ( ARAB LATIN ARTI)

Sayyidul Istighfar :

ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽูˆูŽุนู’ุฏููƒูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูุฐูŽู†ู’ุจููŠุŒ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ.

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa โ€˜abduka wa anaa โ€˜alaa โ€˜ahdika wa waโ€™dika mas tathaโ€™tu aโ€™uudzu bika min syarri ma shanaโ€™tu abuu-u laka bi niโ€™matika โ€˜alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa ant(a)

Ya Allah Engkaulah tuhan kami, tiada Tuhan terkecuali Engkau yang sudah menciptakan kami dan saya ini adalah hamba Mu, saya akan setia pada janji ku pada Mu semampuku, saya berlindung kepada Mu dari setiap perbuatan buruk yang telah saya lakukan, saya mengadu atas setiap dosa ku, dan saya mengadu pada MU atas setiap nikmat Mu kepadaku, dan aku mengadu atas setiap dausaku, ampunkan dosa ku ya Allah, karena tidak ada yang dapat mengampuni kecuali Engkau yang tuhan.

Hal ini berdasarkan hadis di dalam kitab Shahih Bukhari pada hadits yang diriwayatkan oleh Syaddad bin Ausy bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :

ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ุงู„: ยซุณูŽูŠู‘ูุฏู ุงู„ูุงุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู„ูŽ: ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽูˆูŽุนู’ุฏููƒูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูุฐูŽู†ู’ุจููŠุŒ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ.

Nabi SAW bersabda: sayyidul istighfar ialah :

ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽูˆูŽุนู’ุฏููƒูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูุฐูŽู†ู’ุจููŠุŒ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ.

 

Ulama menjelaskan kenapa sayyidul istigfar secara khusus diberikan nama oleh Rasulullah saw karena kandungan makna yang terdapat di dalamnya. Berikut adalah kandungan makna tersebut :

ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจู‘ููŠ

Ya tuhan Kami. Engkau adalah Rabbku

Artinya mengakui Allah azza wa jalla sebagai pemilik kita

ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

Tiada tuhan kecuali Engkau

Artinya berkeyakinan hanya Allah lah satu โ€“ satu pencipta, tidak ada duanya

ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ

Enkau yang menciptakanku, dan aku adalah hamba Mu

Artinya pengakuan dari hamba bahwa dia adalah makhuk serta menghinakan diri di hadapan Allah

ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽูˆูŽุนู’ุฏููƒูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชู

Saya akan setia pada janji ku pada Mu semampuku

Artinya pengakuan dari hamba untuk selalu pada jalan yang lurus, dan jalur yang diridhai Allah dengan segenap kemampuannya

ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนู’ุชู

Aku berlindung kepada Mu dari keburukan yang telah ku kerjakan

Artinya kita sebagai hamba memohon dan mencari perlindungan dari Allah dari semua dausa, kesalahan, dan maksiat yang telah kita lakukan

ุงุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ

Saya mengadu kepada Mu atas setiap nikmat Mu

Artinya pengakuan hamba dengan semua nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya dan kepada semua ciptaan Nya degan karunianya pada beberapa macam nikmat yang tidak dapat dihitung dan tidak terhingga

ูˆูŽุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูุฐูŽู†ู’ุจููŠ

Ampunkan dausaku

Artinya pengakuan hamba pada dausa yang telah dia kerjakan, apakah itu dausa yang tertakyin atau dausa secara umum

ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฅู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dausa kecuali Engkau

Artinya memohon keampunan dari Allah azza wa jalla dan merendahkan diri di hadapan Nya, karena hanya Allah lah yang bisa menghilangkan dan mengampuni semua kesalahan yang telah kita kerjakan

HIKMAH MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR

Dibawah ini kami akan menerangkan hikmah hikmah yang luar biasa dari mengucapkan kalimat sayyidul istighfar, diantara lain Rasulullah bersabda

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ู…ููˆู’ู‚ูู†ู‹ุง ุจูู‡ูŽุง ุŒ ููŽู…ูŽู€ุงุชูŽ ู…ูู†ู’ ูŠูˆู’ู…ูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู…ู’ุณููŠูŽ ุŒ ููŽู‡ููˆ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ููˆู’ู‚ูู†ูŒ ุจูู‡ูŽุง ููŽู…ูŽุงุชูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตู’ุจูุญูŽ ุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

Artinya : Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.

Hadits di atas merupakan dalil yang secara gamblang menjelaskan kepada kita apa manfaat dari membaca sayyidul istigfar.

Sayyid Fadhl Bin Alawiy mengatakan dalam kitabnya Syarh al-Wird al-Lathif:

ูˆุณู…ูŠ ุณูŠุฏ ุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ ู„ุงู†ู‡ ุฌุงู…ุน ู„ู„ุงุนุชุฑุงู ูˆุงู„ุงุนุชุฐุงุฑ ูˆุทู„ุจ ุงู„ู…ุบูุฑุฉ ูˆุงู„ุชูˆุจุฉ ูˆุงู„ุชูˆุญูŠุฏ .

Doa tersebut dinamakan sayyidul istigfar karena di dalam nya mengandung pengakuan, mengakui kesalahan, meminta keampunan, taubat dan tauhid.

Bahkan ada ulama yang menjelaskan bahwa kalimat di atas dinamakan sebagai sayyidul istighfar karena tiga faktor :

  1. Berdoa menggunakan sayyidul istigfar akan berikan pahala yang berlimpah
  2. Cepat diijabah
  3. Mengandung banyak makna yang agung

TATA CARA DAN ADAB MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR

  • Niat yang benar

Hal yang sangat penting yang mesti dijaga oleh setiap muslim ketika berzikir ialah mempunyai niat yang benar, yaitu hanya karena ALLAH, maka jangan sampai ada penyebab yang lain yang dapat menghilangkan fahala istighfar seperti untuk menampakkan kebaikan dan mencari perhatian orang lain.

  • Hati yang khusyuโ€™

Disaat mengucapkan kalimat sayyidul istighfar itu harus disertai dengan hati yang khusyuโ€™, hanya mengingat makna yang terkandung di dalam sayyidul istigfah.

  • Mempunyai wudhu

Tentu saja semua ibadah yang kita kerjakan, lebih diutamakan untuk selalu dalam keadaan suci, karena termasuk adab kepada Allah, bagaimana mungkin kita mempersembahkan bingkisan kepada raja, sedangkan pakaian dan tubuh kita kotor dan bernoda?

  • Menghadap kiblat

Doโ€™a dan zikir yang kita panjatkan dalam menghadap kitab lebih mudah diterima ketimbang membelakanginya.

BACAAN ISTIGHFAR SINGKAT

ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ

Astaghfirullah

Saya memohon ampunan Mu ya ALLAH

MACAM ZIKIR ISTIGHFAR

Selain sayyidul istighfar, ada beberapa bentuk kalimat istighfar yang lain yang bisa kita amalkan ketika melakukan kesalahan dan hendak memohon ampunan kepada Allah.

Istighfar yang warid dari Rasulullah SAW

ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ.

Astaghfirullah

Saya memohon ampunan Mu ya ALLAH

Ini adalah istighfar yang dibaca oleh nabi ketika shalat dan nabi mengulangnya sebanyak tiga kalim sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari tsauban, beliau berkata :

ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅุฐุง ุงู†ุตุฑู ู…ู† ุตู„ุงุชู‡ ุงุณุชุบูุฑ ุซู„ุงุซุง. ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู….

Nabi ketika selesai melaksanakan shalatnya maka beliau selalu membaca istighfar sebanyak tiga kali. (HR. Muslim)

ุฃุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ุงูŽ ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ู‡ููˆูŽุŒ ุงู„ุญูŽูŠู‘ู ุงู„ู‚ูŽูŠู‘ููˆู…ู ูˆูŽุฃุชููˆุจู ุฅู„ูŽูŠู‡ู

Astaghfirullaah allazii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubuu ilaihi

Saya memohon ampunan akan allah yang tiada tuhan selainnya, lagi yang hidup dan maha mengurusi makhluk Nya dan saya bertobat pada Nya.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Masโ€™ud dari rasulullah saw bersabda :

ูุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ยซู…ู† ู‚ุงู„ ุฃุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ู‡ูˆ ุงู„ุญูŠ ุงู„ู‚ูŠูˆู… ูˆุฃุชูˆุจ ุฅู„ูŠู‡ุŒ ุบูุฑุช ุฐู†ูˆุจู‡ ูˆุฅู† ูƒุงู† ู‚ุฏ ูุฑ ู…ู† ุงู„ุฒุญูยป ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ.

โ€œbarang siapa yang mengucapkan ุฃุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ู‡ูˆ ุงู„ุญูŠ ุงู„ู‚ูŠูˆู… ูˆุฃุชูˆุจ ุฅู„ูŠู‡ niscaya akan diampuni segala dosa nya.โ€

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุจูุญูŽู…ู’ุฏูู‡ู ุฃุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆุฃูŽุชููˆุจู ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ู

subhaanallaah wa bihamdihii, astaghfirullaah wa atuubu ilaik

Maha suci Allah dan pujian Nya, saya memohon ampunan akan Allah dan saya bertobat pada Nya.

Istigfar tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah dari Nabi Muhammad saw :

ูุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ู‚ุงู„ุช: ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูƒุซุฑ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู‚ุจู„ ู…ูˆุชู‡: ยซุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุญู…ุฏู‡ุŒ ุฃุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฃุชูˆุจ ุฅู„ูŠู‡ยป ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡

Dari โ€˜aisyah berkata ,nabi selalu memperbanyak membaca zikir ini sebelum meninggalnya .

ุฃุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆุฃูŽุชููˆุจู ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ู

Astagfirullaha wa atuubu ilaihi

Aku meminta ampun kepada Allah, dan bertaubat kepada Nya.

Berdasarkan hadits yang diriwayat oleh Abu Hurairah dari Nabi saw :

ูุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„: ุณู…ุนุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„: ยซูˆุงู„ู„ู‡ ุฅู†ูŠ ู„ุฃุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฃุชูˆุจ ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ูŠูˆู… ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุณุจุนูŠู† ู…ุฑุฉยป ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ.

Dari abu hurairah berkta ,aku mendengar nabi bersabda โ€œdemi Allah ,sungguh saya meminta ampunan kepada Allah dan bertobat padanya pada seharilebih dari 70 kali.โ€

Istighfar nabi Adam

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุŒ ุนูŽู…ูู„ู’ุชู ุณููˆุกู‹ุง ูˆูŽุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณููŠ ุŒ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽุงููุฑููŠู†ูŽ ุŒ ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุŒ ุนูŽู…ูู„ู’ุชู ุณููˆุกู‹ุง ูˆูŽุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณููŠ ููŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ููŠ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู†ูŽ ุŒ ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุŒ ุนูŽู…ูู„ู’ุชู ุณููˆุกู‹ุง ูˆูŽุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณููŠ ุŒ ููŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู‘ูŽุงุจู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

Subhaanakallahumma wa bihamdika โ€˜amiltu suu-an wa dhalamtu nafsii fagh firlii fa innaka khairul ghaafiriin laa ilaha illa anta subhaanaka wa bihamdika โ€˜amiltu suu-an wa dhalamtu nafsii farhamnii fa innaka khairur raahimiin laa ilaha illa anta subhaanaka wa bi hamdika โ€˜amiltu suu-an wa dhalamtu nafsii fa tub โ€˜alayya innaka antat thawwaabur rahiim.

Maha suci Engkau ya tuhan kami dan dengan memuji Mu, aku telah mengerjaka keburukan dan telah mendhalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik yang mengampuni. Tiada tuhan selain Engkau dan dengan memujimu, aku telah mengerjakan keburukan dan mendhalimu diriku sendiri, maka berikanlah aku rahmat karena sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemberi rahmat. Maha suci Engkau dan dengan memuji Mu, aku telah mengerjakan keburukan dan telah mendhalimi diriku sendiri, maka terimalah taubatku karena sesungguhnya Engkau yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Istighfar ulama salaf

Di dalam kitab Maโ€™arijul Hidayah, disebutkan ada satu bacaan istigfar yang diriwayatkan dari Abu Abdullah al-Quraysi, yaitu

ุงู„ู„ู‡ู… ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฐูŽู†ู’ุจู ุฃูŽุฐู’ู†ูŽุจู’ู†ูŽุงู‡ู ุงุณุชูŽุนู’ู…ูŽุฏู’ู†ูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ู’ู†ูŽุงู‡ู. ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฐูŽู†ู’ุจู ุชูุจู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุนูุฏู’ู†ูŽุงู‡ู ูููŠู’ู‡ู ูˆูŽ ู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆู’ุจู ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ูŽุง ุบูŽูŠู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุณูŽุนูู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุญูู„ู’ู…ููƒูŽ. ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽุชู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู†ููููˆู’ุณูู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูุจูŽู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฎู’ุตู ููŽุงุดู’ุชูŽุจูŽู‡ู ุฐู„ูƒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนู†ุฏูƒ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ูˆ ู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุนูŽู…ูŽู„ู ุนูŽู…ูู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ู„ููˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ููŽุฎูŽุงู„ูŽุทูŽู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูŽ ูููŠู’ู‡ู ู„ุงูŽ ุฅู„ู‡ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃู†ุช ูŠูŽุงุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.

Allahumma nastaghfiruka min kulli zanbin aznabnaahu istaโ€™madnaahu au jahilnaahu. Wa nastaghfiruka min kulli zanbin tubnaa ilaika minhu tsumma โ€˜udnaahu fiihi wa nastaghfiruka minaz zunuubil latii laa yaโ€™lamuha ghairuka wa laa yasaโ€™uha illaa hilmuka. Wa nastaghfiruka min kulli maa daโ€™ath ilaihi nufuusuna min qablir rakhshi faystabahu zalika โ€˜alaina wa huwa โ€˜indaka haraamun wa nastaghfiruka min kulli โ€˜amalin โ€˜amilnaahu li wajhika fa khaalathahu maa laisa laka fiihi laa ilaaha illaa anta yaa arhamar raahimiin

Ya tuhan kami, sesungguhnya kami memohon ampun kepada Mu dari setiap dausa yang telah kami kerjakaan, kami sengaja melakukan ataupun kami bodoh. Dan kami meminta ampunan kepada Mu dari setiap dausa yang telah kami bertaubat darinya, kemudian kami kembali mengerjakannya. Dan kami memohon kepada Mu dari yang tidak mengetahuinya selain kamu dan tidak dirasakan kecuali oleh kelembutan Mu. Dan kami memohon kepada Mu dari setiap dausa yang di ajak oleh jiwa โ€“ jiwa kami karena adanya keringanan, maka jadi samarlah terhadap kami padahal itu merupakan perbuatan haram di sisi Mu. Dan kami memohon kepada Mu dari setiap amalan yang telah kami kerjakan untuk mengharapkan ridha Mu, maka bercampur di dalamnya mengharapkan sesuatu yang bukan karena Mu. Tiada tuhan selain Engkau wahai Yang Maha Paling Penyayang dari Yang Menyayangi.

TAUBAT DALAM ISLAM

Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba Nya adalah selalu terbukanya pintu taubat bagi pendausa. Sebesar apapun kita melakukan kesalahan, selama nyawa masih bersemanyam di dalam tubuh, dan ruh belum terpisah dari jasad, kita masih memiliki kesempatan untuk memohon ampunan Nya.

Taubat adalah solusi utama yang diberikan Allah ketika kita terjerumus dalam kesalahan dan dausa.

Adapun pengertian taubat menurut para ulama adalah menyadari dan menyesali telah melakukan kesalahan dan keburukan. Jadi kalau kita hanya sadar telah berbuat salah dan tidak merasa menyesalinya, maka belum dinamakan sebagai orang yang bertaubat. Hal ini sebagaimana mana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Taubat sendiri terbagi dua, tergantung dausa yang kita kerjakan. Ada taubat dari dari dausa besar dan taubat dari dausa kecil. Bila kita mengerjakan dausa kecil, maka cukup bagi kita beristighfar kepada Allah atau mengerjakan satu amalan kebaikan yang nantinya akan menghapus dausa, seperti berwudhu.

Adapun kalau kita sampai mengerjakan dausa besar, seperti meninggalkan sholat secara sengaja, durhaka kepada orang tua, durhaka kepada suami, sogok menyogok, zina dan lainnya, maka kita harus mengerjakan taubat nasuha.

Di dalam kitab Al-Ghunyah, Syeikh Abdul Qadir Jailani menjelaskan bahwa taubat nasuha memilki tiga syarat :

1. Menyesali telah melakukan kesalahan tersebut.

Artinya di dalam hati kita terdapat penyesalan yang sangat dalam telah terjerumus dalam dausa. Sehingga tidak sedikit kita lihat para Ulama yang beristighfar sampai bertahun โ€“ tahun hanya karena melakukan satu kesalahan kecil di mata kita. Hal ini tentu saja terjadi karena rasa penyesalan para ulama yang telah mengenal dan dekat dengan Tuhannya sangat berbeda dengan orang awam seperti kita.

2. Meninggalkan kesalahan dimanapun dan kapanpun.

3. Bertekad untuk tidak mengulangi dausa yang telah kita kerjakan.

Ini merupakan salah satu syarat terpenting agar taubat kita diterima oleh Allah, yaitu memiliki cita โ€“ cita yang kuat bahwa kita tidak akan membuat diri kita terjerumus dalam kesalahan dan dausa untuk kedua kalinya. Sehingga dijelaskan kalau saat bertaubat, kita memiliki cita โ€“ cita untuk mengulanginya nanti, maka itu belum dinamakan sebagai orang yang bertaubat. Maka kalau kita telah melengkapi ketiga syarat di atas, kita baru dinamakan sebagai orang โ€“ orang yang bertaubat.

Tiga syarat di atas merupakan tebusan yang harus kita kerjakan kalau menyangkut pada dausa dengan Allah. Berbeda halnya kalau dausa dengan manusia seperti mencuri, selain harus melakukan taubat nasuha, kita juga dituntut untuk menyelesaikan hak manusia dengan kita. Tentu saja caranya adalah dengan mengganti apa yang kita curi, kalau itu barang yang memiliki misil, maka kita ganti dengan misil tersebut. Kalau barang tersebut tidak memiliki misil, maka kita bayar menggunakan harga yang menyamainya.

Abu Laits as-Samarqandi di dalam kitab Tanbihul Ghafilin menjelaskan bahwa terdapat beberapa tanda kalau kita telah diterima taubat oleh Allah :

  1. Mampu menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak perlu, ghibah dan berbohong
  2. Hatinya juga tidak menyimpan iri dan dendam kepada orang lain.
  3. Menjauhkan diri dari teman โ€“ teman yang buruk perangainya, dan beristigffar atas dausa โ€“ dausa yang telah lalu serta sungguh โ€“ sungguh dalam berbuat taโ€™at kepada Allah.
  4. Terus mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.

PENUTUP

Inilah beberapa pembahasan yang berkaitan dengan dengan sayyidul istigfar. kita sebagai pendausa yang telah banyak melakukan kesalahan selama ini, tidak boleh untuk berputus asa dari rahmat Allah, kita tidak boleh merasa pesimis dari keampunan Nya. Rahmat Allah begitu luas, kempunan Nya juga sangat luas, maka jangan pernah lelah untuk bertaubat ketika telah melakukan kesalahan dalam bentuk bagaimanapun, dan sebesar apapun. Bahkan salah satu penyebab kita berada dalam dausa besar adalah merasa bahwa rahmat dan keampunan Nya telah putus dari kita, naโ€™uzubillah min zalik.

Para pembaca yang saya cintai, teruslah istiqamah dalam berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, perbaiki apa yang kurang dan jangan pernah lelah dari meminta ampun setiap melakukan kesalahan. Karena hakikatnya manusia yang diciptakan berbarengan dengan nafsu pasti terjerumus dalam kesalahan, namun mereka yang bijak adalah mereka yang mampu mengakui kesalahan dan siap untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

 

JANGAN KETINGGALAN
EMAIL EKSLUSIF
Dapatkan email-email terbaik langsung ke inbox kamu dari hasana.id
Subscribe!
in syaa Allah manfaat ๐Ÿ™‚

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p