Puasa Arafah: Hukum, Dalil, Niat, DLL [PENJELASAN LENGKAP]

Dari sekian banyak puasa yang ada, terdapat satu puasa yang kedudukannya sangat tinggi di sisi Allah swt, dan hanya ada sekali dalam satu tahun, namanya adalah puasa Arafah.

Namun apakah kamu sudah mengetahui hakikat dari puasa arafah ini? Bagaimana kedudukannya dengan puasa Ramadahan? Bagaimana tatacara pelaksanaan yang tepat?

Tentu saja pertanyaan di atas masih mengahantui kamu kan? Berikut, akan hasanah.id coba jelaskan jawaban-jawaban di atas secara lebih detail.

Keutamaan Berpuasa

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Innal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu`minīna wal-mu`mināti wal-qānitīna wal-qānitāti waṣ-ṣādiqīna waṣ-ṣādiqāti waṣ-ṣābirīna waṣ-ṣābirāti wal-khāsyi’īna wal-khāsyi’āti wal-mutaṣaddiqīna wal-mutaṣaddiqāti waṣ-ṣā`imīna waṣ-ṣā`imāti wal-ḥāfiẓīna furụjahum wal-ḥāfiẓāti waż-żākirīnallāha kaṡīraw waż-żākirāti a’addallāhu lahum magfirataw wa ajran ‘aẓīmā

Artinya: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al Ahzab ayat 35)

Dalam ayat ini Allah menjanjikan keampunan bagi mereka yang beramal baik dan menjauhi larangan. Termasuk dalam amal baik yang disebutkan adalah berpuasa. Maka pastilah Allah juga menjanjikan ampunan bagi mereka yang mau berpuasa.

Apa itu Puasa Arafah

Puasa adalah salah satu ibadah yang kaitannya langsung dengan Allah swt atau biasa kita istilahkan dengan hablun minallah.

Faedah berpuasa selain karena anjuran dan ajakan syariat islam, juga memberi dampak dan pengaruh yang besar bagi kesehatan tubuh manusia.

Berdasarkan riset, observasi, dan verivikasi dari berbagai sumber ditemukan beragam manfaat yang terkandung dalam puasa. Bahkan banyak penyakit kronis sekarang yang metode pengobatannya melalui puasa.

Kendatipun demikian, Islam telah memerintahkan umatnya untuk beribadah puasa jauh hari sebelum ditemukannya berbagai manfaat yang terkandung didalamnya.

Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari arafah atau hari 9 zulhijah. Puasa ini disunahkan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Adapun bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji maka tidak disunahkan bagi mereka melaksanakan puasa arafah ini.

Asal-usul Puasa Arafah

Arafah sendiri diambil dari bahasa arab yaitu “arafa” yang memiliki arti “mengenal”, hal ini berkaitan erat dengan peristiwa besar yang dialami Nabi Ibrahim as yaitu diperintahkan untuk menyembelih Nabi Ismail as.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Nabi Ibrahim bermimpi bahwa Allah memerintahkannya untuk menyembelih Ismail.

Mimpi ini terjadi pada 8 zulhijjah, baru pada 9 zulhijah nabi Ibrahim mengetahui makna mimpi tersebut, dan memahami cara implementasinya. Dalam bahasa arab disebut “arafah”.

Maka sudah selayaknya kita memperingati peristiwa yang agung ini.

Adapun bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji, hari ini (9 zulhijah) adalah hari dimana mereka sedang melaksanakan inti dari ibadah haji tersebut yaitu melaksanakan wukuf di arafah.

Dalam konteks filosofi haji, wukuf di arafah adalah titik terdalam bagi seseorang untuk bertawakal, dan berserah diri kepada Allah swt.

Wukuf di arafah tidak bergantung pada kecerdasan akal dan pikiran seseorang, akan tetapi ianya dilihat dari sudut ketajaman spiritual mereka.

Mengapa demikian? Karena prosesi wukuf hakikatnya adalah berada dalam padang arafah yang merupakan replika dari alam mahsyar di akhirat.

Sehingga orang yang melaksanakan wukuf sepatutnya  menghadirkan hati dan merenungi keadaan ketika besok berada di padang mahsyar kelak.

Dari sudut inilah, maka wukuf di arafah terasa sangat berat bagi kita. Maka, sangat wajar jika kita turut merasakannya dengan berpuasa pada hari ini.

Hukum Puasa Arafah

Puasa dalam pandangan dan persepsi islam adalah murni ibadah lillahi taalah sebagaimana sabda Rasulullah saw dari Allah dalam sebuah hadits:

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

Kullu ‘amal ibni adam lahu illash shauma fainnahu lii wa anaa ajzii bihi

Artinya:  Setiap amalan anak adam (manusia) adalah baginya melainkan puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Akulah yang memberi balasan baginya (HR. Bukhari dalam Shahihnya: 7/226 dari hadis Abu Hurairah ra)

Klasifikasi hukum puasa dalam syariat islam dibagi dua: yang statusnya wajib dan sunah. Contoh puasa yang hukumnya wajib adalah puasa ramadhan, puasa nadhar, dan puasa kafarah.

Meskipun terbagi menjadi wajib dan sunah, tetapi tidak mengurangi kesakralan puasa yang statusnya sunah. Karena keduanya datang dari Allah swt.

Oleh karenanya, setiap muslim tetap diperintahkan untuk melaksanakannya

Adapun hukumnya adalah sunah muakkad, artinya jika suatu amal ibadah yang bukan wajib tapi dilakukan Rasulullah saw. Sehingga kesunahan pada puasa ini sangat kuat, bahkan hampir mendekati wajib.

Sebuah keanehan, jika sebuah amal yang selalu dilakukan Rasulullah, tetapi diabaikan dan ditinggalkan. Tanamkan dalam pikiran untuk mengambil kesempatan dan peluang dalam melaksanakannya.

Dengan memperbanyak melakukan ibadah sunah, semoga amalan ibadah yang sahabat hasanah.id lakukan diridhai oleh Allah swt.

Ibadah wajib hanya membuat diri terlepas dari siksa dan murka Allah swt. Sedangkann ibadah sunah membuat kita semakin dekat dengan Allah.

Barang siapa yang hatinya telah dekat dengan Allah maka tidak yang bisa membuatnya kecewa. Peluang yang besar ini hanya terdapat pada umat Nabi Muhammad saw, tidak pada umat lain. Maka, akan rugi besar, jika kamu melewatkannya.

Dalil Puasa Arafah

Ada banyak ragam puasa dalam Islam, dari mulai puasa harian seperti puasa senin kamis, ada juga puasa buanan seperti puasa ayyamul baidh, puasa awal bulan, pertengahan bulan, dan akhir bulan.

Juga ada puasa tahunan, seperti puasa Ramadhan, puasa arafah, puasa asyura  dan lain sebagainya. Dalil puasa arafah sudah sangat masyhur. Banyak ayat Alquran dan hadis Nabi yang menjelaskan  puasa arafah.

Pada artikel ini saya akan coba menyebutkan beberapa dalil penting untuk diketahui, berdasarkan referensi yang saya temukan.

Dalil-dali yang akan saya sebutkan, semogamenjadi penyemangat dan mengkokohkan hati kamu untuk mengamalkan ibadah yang luar biasa ini.

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Shaumu yauma ‘arafata yukaffiru sanataini maadhiyatin wamustaqbalatin washaumu yauma ‘aasyura’a yukaffiru sanatan maadhiyatan

Artinya: “Berpuasa pada hari arafah dapat menjadi tebusan bagi dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, dan puasa hari asyura menjadi tebusan bagi dosa satu tahun yang lalu”

Dalam hadits ini menjelaskan tentang begitu besarnya pahala bagi siapa saja yang berpuasa. Adalah ampunan dosa selama 2 tahun sekaligus, yaitu pada satu tahun yang lalu, dan satu tahun yang akan datang.

Hadis yang lainnya:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Maa min ayyaamil ‘amalush shaalihu fiiha ahabbu ilallaahi min haadzihil ayyaami ya’ni ayyaamal ‘asyri qaaluu yaa rasulallah walaljihaadu fii sabiilillaahi qaala walal jihaadu fii sabiilillaahi illaa rajulun kharaja binafsihi wamaalihi falam yarji’ min dzaalika bisyai’in

Artinya: “Tidak ada satu amal pun yang dicintai Allah dari ini, hari yakni 10 hari zuluhijjah (hari pertama sampai dengan hari kesepuluh zulhijjah) para sahabat bertanya Ya Rasulullah tidak juga dengan jihad? Rasulullah menjawab tidak juga dengan jihad di jalan Allah kecuali seorang laki-laki yang keluar untuk berjihad dengan nyawanya dan hartanya maka tidak kembali dari padanya sesuatu apapun. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits senada juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad)

Niat Puasa Arafah

Bagi kamu yang belum diberikan kemampuan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji, sangat disunahkan melaksanakan ibadah puasa pada tanggal 8 dan 9 Dzullhijah.

Adapun pelaksanaan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah di sebut sebagai puasa Tarwiyah sedangkan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah disebut sebagai puasa Arafah.

Bagi mereka yang diberikan kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji maka tidak diperintahkan ibadah puasa ini. Karena terdapat hadits yang menegaskan larangan bagi mereka untuk melakukan puasa ini.

Berdekatannya waktu puasa 8 zulhijjah (tarwiyah) dan 9 zulhijjah (arafah), membuat kamu sedikit kebingungan untuk membedakannya. Maka, kamu harus mengetahui niat dari kedua puasa tersebut terlebih dulu.

Saat melaksanakan ibadah puasa arafah, ada beberapa hal yang harus dipahami dengan seksama. Salah satunya adalah lafadz niat puasa 9 Dzulhijjah atau lafadz niat puasa arafah.

Semoga dengan mengucapka niat puasa arafah dengan benar dan baik, InsyaAllah puasa yang akan kita lakukan tersebut akan di terima oleh Allah swt.

Berikut adalah lafadz niat puasa arafah yang benar:

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Sengaja Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Puasa Arafah

Tatacara melaksanakan puasa arafah sama dengan puasa yang lain yaitu menahan diri dari melakukan perbuatan yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Hanya saja ada sedikit perbedaaan antara puasa wajib dengan puasa sunah (termasuk puasa arafah), yaitu jika niat puasa wajib haruslah dibaca pada malam hari. Jika seseorang tidak berniat pada malam hari maka puasanya tidak sah.

Berbeda halnya dengan puasa sunah, niat boleh dibaca ketika sampai tergelincirnya matahari atau sampai masuk waktu dhuhur, selama waktu itu kita belum melakukan perbuatan yang dapat membatalkan puasa.

Maka dari itu, puasa sunah tetap sah, walaupun niat dibacakan pukul 8 pagi atau 12 siang, sebelum masuk batas waktu dzuhur, selama dalam kondisi berpuasa kita tetap bisa berniat baik itu pukul 8 pagi 12 sampai batas masuk waktu dhuhur selama dalam waktu itu kita masih dalam kondisi berpuasa.

Hikmah Puasa Arafah

Puasa arafah ini sangat identik dengan ibadah haji dan pelaksanaan qurban, dimana dahulu Nabi Ibrahim as mengorbankan nabi Ismail as untuk diqurbankan atas perintah Allah swt, dan sebagai bentuk penghambaan yang sebenar-benarnya dari nabi Ibrahim kepada-Nya.

Allah swt menganugerahkan kepada siapa saja yang berpuasa pada hari arafah kepadanya ampunan dua tahun yaitu satu tahun dosa yang lalu dan satu tahun dosa yang akan datang.

Sebuah hadits datang dari Rasulullah saw:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Shaumu yauma ‘arafata yukaffiru sanataini maadhiyatin wamustaqbalatin washaumu yauma ‘aasyura’a yukaffiru sanatan maadhiyatan

Artinya: “Berpuasa pada hari arafah dapat menjadi tebusan bagi dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, dan puasa hari asyura menjadi tebusan bagi dosa satu tahun yang lalu.”

Mendapatkan ampunan dari Allah dua tahun sekaligus adalah nikmat yang sangat harus kita syukuri. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Yunus ayat 58:

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Qul bifaḍlillāhi wa biraḥmatihī fa biżālika falyafraḥụ, huwa khairum mimmā yajma’ụn

Artinya: Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Hikmah Lainnya

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Maa min ayyaamil ‘amalush shaalihu fiiha ahabbu ilallaahi min haadzihil ayyaami ya’ni ayyaamal ‘asyri qaaluu yaa rasulallah walaljihaadu fii sabiilillaahi qaala walal jihaadu fii sabiilillaahi illaa rajulun kharaja binafsihi wamaalihi falam yarji’ min dzaalika bisyai’in

Artinya: “Tidak ada satu amal pun yang dicintai Allah dari ini hari yakni 10 hari zuluhijjah (hari pertama sampai dengan hari kesepuluh zulhijjah) para sahabat bertanya Ya Rasulullah tidak juga dengan jihad? Rasulullah menjawab tidak juga dengan jihad di jalan Allah kecuali seorang laki-laki yang keluar untuk berjihad dengan nyawanya dan hartanya maka tidak kembali dari padanya sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits senada juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad)

لا يَصُوْمُ عَبْدٌ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ الله. إلا بَاعَدَ اللهُ، بِذَلِكَ اليَوْمِ، وَجْهَهُ عَنِ النَارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفاً

La Yashuumu ‘abdun yauman fii sabiilillahi illaa baa’adallaahu bidzaalikal yaumi wajhahu ‘anin naari sab’iina khariifan

Artinya: “Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak perjalanan.” (HR. Bukhari Muslim dan yang lainnya)

Selain itu hikmah berpuasa secara umum, seperti lebih memahami arti syukur terhadap rezeki yang Allah berikan. Misalnya, merasakan kelaparan yang selama ini diderita orang-orang yang setiap harinya dalam kondisi lapar.

Memahami arti tawakkal yang sesungguhnya dengan berniat puasa hanya semata-mata mengharap ridha Allah swt, dan hikmah-hikmah yang lain yang terkandung dalam ibadah puasa ini.

Penutup

Ibadah puasa adalah ibadah yang sangat agung di sisi Allah swt. Hal ini dapat dipahami melalui hadis yang menjelaskan bahwa hanya Allah yang tahu balasan seseorang yang berpuasa.

Ini mengindikasi kepada begitu banyaknya pahala yang diberikan.

Salah satu puasa sunah yang sangat besar manfaat dan hikmahnya adalah puasa arafah.

Allah menjanjikan bagi siapa saja yang puasa arafah akan mendapat ampunan selama dua tahun, satu tahun bagi dosa yang telah lalu dan satu tahun bagi dosa yang akan datang.

Semoga sahabat hasanah.id diberikan kemauan serta kemampuan untuk melaksanakan ibadah yang agung ini.

Semoga Allah kumpulkan sahabat hasanah.id dengan orang-orang yang mendapat kabar baik dari Allah, yaitu orang-orang yang mendapatkan ridha-Nya. Aminn ya rabbal alamin.

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p