no comments

Huruf Hijaiyah: 29 Huruf Arab yang Luar Biasa [PENJELASAN LENGKAP]

Huruf hijaiyah adalah intisari asma-asma Allah Ta’ala. Dan hanya Allah swt saja yang  mengetahui rahasia dan makna dibalik huruf hijaiyah. Bilapun ada seorang ulama sufi dibukakan rahasia huruf tersebut, itupun hanya sebagian kecil saja, dibanding samudera rahasia huruf itu sendiri. Oleh karena itu, janganlah kita membatasi diri terhadap rahasia & karunia ilmu dari Allah SWT. Allah SWT tidak memerintahkan kita agar menyelidiki rahasia-rahasia ghaib yang tersembunyi dibalik huruf-huruf hijaiyah.

Huruf Hijaiyah merupakan huruf penyusun kata dalam AlQuran. Seperti halnya di Indonesia yang memilki huruf alfabet dalam menyusun sebuah kata menjadi kalimat, huruf hijaiyah juga memiliki peran yang sama. Jika ditanyakan dari mana lahirnya huruf itu? Jawabannya:Jika keluar nafas dan suara secara bersama-sama dari paru-paru manusia kemudian menekan salah satu bagian mulut, seperti ; tenggorokan, lidah atau bibir, maka itulah yang dinamakan huruf .Bagian mulut seperti tenggorokan, lidah, bibir dan sebagainya itulah yang dinamakan “Makhraj Huruf” (tempat keluarnya bunyi huruf).

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. : Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi. Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “Apa faedah dari huruf hijaiyah?”  Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”. Kemudian Ali berkata :

Adapun ا (Alif) maksudnya :tidak ada tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh.
Adapun ب (Ba) maksudnya :tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
Adapun ت (Ta) maksudnya :yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya.
Adapun ث (Tsa) maksudnya :yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia.
Adapun ج (Jim) maksudnya :keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
Adapun ح (Ha) maksudnya :Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
Adapun خ (Kha) maksudnya :maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
Adapun د (Dal) maksudnya :pemberi balasan pada hari kiamat.
Adapun ز (Dzal) maksudnya :pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
Adapun ر (Ra) maksudnya :lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
Adapun ذ (Zay) maksudnya :hiasan penghambaan.
Adapun س (Sin) maksudnya :Maha mendengar dan melihat.
Adapun ش (Syin) maksudnya :yang disyukuri oleh hamba-Nya.
Adapun ص (Shad) maksudnya :Maha benar dalam setiap janji-Nya.
Adapun ض (Dhad) maksudnya :yang memberikan madharat dan manfaat.
Adapun ط (Tha) maksudnya :Yang suci dan mensucikan.
Adapun ظ (Dzha) maksudnya :Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
Adapun ع (Ayn) maksudnya :Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
Adapun غ (Ghayn) maksudnya :tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
Adapun ف (Fa) maksudnya :yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
Adapun ق (Qaf) maksudnya :Maha kuasa atas segala makhluk-Nya.
Adapun ك (Kaf) maksudnya :yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Adapun Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
Adapun ل (Lam) maksudnya :maha lembut terhadap hamba-nya.
Adapun م (Mim) maksudnya :pemilik semua kerajaan.
Adapun ن (Nun) maksudnya :cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
Adapun و (waw) maksudnya :
satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
Adapun ها (Ha) maksudnya :Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
Adapun ﻻ (Lam alif) maksudnya :tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
Adapun ي (ya) maksudnya :tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”.

 

PENGERTIAN HURUF HIJAIYAH

Huruf ( اَلْحُرُوْفُ ) adalah bentuk jamak dari (اَلْحَرْف ) yang berati bagian terkecil dari lafal yang tidak dapat membentuk makna tersendiri kecuali harus diragkai dengan huruf lain. Kumpulan huruf yang dapat membentuk arti biasanya tiga huruf, misalnya ( وَقَى ) “ memelihara ” namun pada bentuk bentuk tertentu ada satu huruf yang sudah mempunyai arti, misalnya dalam bentuk amar (perintah) dari (وَقَى ) adalah ( قِ ) “peliharalah” .

Sedangkan Hijaiyah ( اَلْهِجَائِيَةِ ) berasal dari akar kata (هَجَا- يَهْجُوْ- هِجَاءً ), yang berati “ ejaan “. Maksud dari ejaan disini adalah ejaan arab sebagai bahasa asli Al Qur’an (lihat Q.s.Yusuf, ayat 2). Karena itu yang dimaksud huruf hijaiyah adalah huruf yang ejaan bahasa Arab sebagai bahasa asli Al Qur’an. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya disiplin ilmu lain yang mengunakan huruf hijaiyah, misalnya Hadist dan kitab-kitab berbahasa arab umumnya

Huruf itu lambang bunyi, huruf hijaiyah yaitu, abjad arab yang di mulai dari ا (alif)
sampai dengan ي (ya). Arti huruf menurut bahasa adalah mata tepi sesuatu atau ujung. Sedangkan menurut istilah adalah suara yang memiliki tekanan pada makhrajnya.

 

JUMLAH HURUF HIJAYYAH

Huruf-huruf hijaiyah yang terkandung di dalam Al-Qur’an, menurut para ulama’ ahli Tajwid jumlahnya ada 29 huruf .

Jika ada santri TPQ yang bertanya jumlah huruf hijaiyah, guru bisa menerangkan bahwasanya huruf hijaiyah aslinya berjumlah 29 (dua puluh sembilan) buah huruf hijaiyah.

Adapun huruf huruf tersebut adalah :

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و هـ ء ي

Urutan huruf diatas (dari kanan ke kiri) berdasarkan pada pengurutan huruf yang lazim dipergunakan dalam kamus berbahasa arab.

Sedangkan untuk huruf  لا (lam alif) dan ة (ta’ marbuthah) dimasukkan kedalam salah satu dari 29 huruf diatas.

Keunikan ز dalam huruf hijaiyah

Ini merupakan satu-satunya huruf dari 29 (du puluh sembilan) jumlah huruf hijaiyah tersebut diatas yang memiliki 3 (tiga) pengucapan (makhraj) yaitu :

  1. Zay (ز)
  2. Zayy (زَيّ)
  3. Za’ (زَا)

Mari mengenal hurufd hijaiyah (Arab, Latin, dan cara baca yang benar)

Dalam belajar membaca alquran hal yang mendasar adalah mengetahui Huruf hijaiyah dan cara bacanya. Oleh karena itu dalam artikel kali ini kita akan mengenal 29 huruf hijaiyah, karena huruf alquran ditulis dalam bahasa Arab maka tentunya yang akan dipelajari adalah huruf hijiyah arab atau  dikenal sebagai huruf hijaiyah.

Jumlah huruf hijaiyah ada 29 buah, dan untuk bisa membaca alquran tentunya kita perlu menghafal semua huruf hijaiyah tersebut

No huruf Nama huruf & cara membacanya Membaca secara latin
1 ا الف Alif
2 ب بأ Ba
3 ت تأ Ta
4 ث ثأ Tsa
5 ج جيم Jim
6 ح حأ Ha
7 خ خأ Kha
8 د دال Dal
9 ذ ذال Dzal
10 ر رأ Ra
11 ز زي Zai
12 س سين Sin
13 ش شين Syen
14 ص صاد Shad
15 ض ضاد Dzat
16 ط طأ Tha
17 ظ ظأ Zha
18 ع عين ‘Ain
19 غ غين Ghain
20 ف فأ Fa
21 ق قاف Qaf
22 ك كاف Kaf
23 ل لام Lam
24 م ميم Mim
25 ن نون Nun
26 و واو waw
27 ه هأ Ha
28 ء همزة hamzah
29 ي يأ Ya

HURUF HIJAIYAH BERSAMBUNG

Huruf hijaiyah bersambung adalah huruf yang bebas di sambung kedepan atau ke belakang.karna yang demikian tidak akan merusak loghat.contohnya:

ب        =. طَبْعَةٌ

ت         =. جِئْتُكُمْ

ث         =.جَثَمَ

ج          =. سٰجِدِيْنَ

ح          =. نَحْشُرُ

خ          =.مَفْخَرَةٌ

س         =. فَاسِقِيْنَ

ص        =. عَصَيْتَ

ض        =. بَيْضَاءٌ

ط          =.فَطَنَةٌ

ظ          =. مُنْتَظِرِيْنَ

ع          =. مَعْنَى

غ          =. صٰغِرِيْنَ

ف         =. نَفْسِهِ

ق          =. حَقِيْقَةً

ي          =. بَيْنَ

م           =. سَمَوَات

ل          =. رُسُوْلُهُم

HURUF HIJAIYAH YANG TIDAK BISA DISAMBUNG

Berikut adalah daftar huruf hijaiyah yang tidak bisa disambung di awal kalimat atau pada tengah kalimat. Singkatnya keenam huruf hijaiyah ini hanya bisa disambung di belakang saja. Untuk mengetahui mana saja yang tidak bisa dirangkai sambung sesudahnya silakan disimak dibawah ini :

  1. ا
  2. د
  3. ذ
  4. ر
  5. ز
  6. و

Keterangan tambahan

Untuk huruf hamzah (ء) secara teknis tidak bisa disambung ataupun menyambung, tetapi karena dimasukkan dalam huruf alif maka tidak dihitung sebagai huruf asli tersendiri.

Begitu juga dengan Ta’ Marbuthoh (ة) tidak pernah ada pada awal kalimat karena jika berada pada awal kalimat ataupun ditengah menjadi berbentuk Ta’ Maftuuhah (ت)

begitu pula huruf lam alif (لا) merupakan gabungan huruf lam dengan alif, bukan huruf asli hijaiyah.

Contoh penulisan 6 huruf hijaiyah yang tidak bisa disambung pada awal tengah dan akhir kalimat atau kata

Berikut adalah cara penulisan huruf  hijaiyah yang memiliki karakter tidak bisa menyambung dengan huruf sesudahnya

Contoh Penulisan huruf  Arab tidak bisa disambung pada tengah kalimat 

Contoh Di awal Huruf  Asli
اَلْحَـمْدُ ….ا ا
دُكَتْ ….د د
ذَهَبَ ….ذ ذ
رَضِـيَ ….ر ر
زَمَنٌ ….ز ز
وَصَلَ ….و و

Contoh Penulisan huruf  Arab tidak bisa disambung pada tengah kalimat

Berikut contoh penulisan huruf hijaiyah pada tengah kalimat atau kata

Contoh Di tengah Huruf  Asli
يَشَاءُ …..ــا…… ا
فَقَدَرَ …ــد…. د
يَذْهَبُ …ــذ… ذ
يَـرْضَى …ــر… ر
مِيْـزَانٌ …ـــز… ز
فَسَوْفَ …ــو… و

Berikut contoh penulisan huruf  hijaiyah yang disambung pada akhir kata

Contoh Di akhir Huruf  Asli
اَنَا ـــا… ا
مَسَـدٌ ــد…. د
يَــوْمَـئِـذٍ ــذ… ذ
تَـنْهَرُ ــر… ر
نُعْجِزُ ــز… ز
عَجِبُوْ ــو… و

 

MENGAJARKAN HURUF HIJAiYAH KEPADA ANAK

Banyak cara sebenarnya untuk memperkenalkan huruf hijaiyyah ini kepada anak-anak. Jika satu cara tidak bisa diterapkan, kita boleh mencoba pelbagai cara lain secara kreatif mengikut kesesuaian anak-anak. Jangan tegur atau jangan katakan “Ini salah.” “Ini tak betul”. Sebutkan saja bunyi yang betul apabila mendengar si anak menyebut huruf yang salah. Tunjukkan saja cara bacaan huruf yang betul. Contohnya, huruf Ba. Tunjukkan caranya “dempetkan bibir sebelah dalam dan bunyikan Ba”. Bila perlu praktikkan di depan anak.

Alangkah baiknya lagi kita menanamkan semnagat kepada anak dengan memberi pijian, “Bacaan kamu hampir sempurna”, “sedikit lagi kamu bisa dan lancar.” Terus pompa si anak dengan semngat belajar, jangan pernah berhenti untuk memberi motivasi, bila perlu buat dalam bentuk permainan tebak tebakan seperti menebak benda-benda yang mirip dengan huruf hijaiyah. Dan ajarkan juga anak untuk melatih tulisan khat Arab. Setelah ikhtiar dengan lisan dan tulisan, doakan juga mereka selepas solat agar mereka bisa mengucapkan huruf hijaiyah dengan benar. Yang terpenting bagi pendidik adalah sabar dalam menghadapai anak-anak, sebab usia mereka adalah usia bermain-main. Bentuk karakter anak yang giat belajar, sehingga kemauan untuk mengaji akan lahir dengan sendirinya. Apabila mereka sudah terdorong untuk belajar mengaji sendiri, maka akan mudah bagi kita mengajarkan si anak.

HURUF HIJAIYAH DAN PENTINGNYA BELAJAR BAHASA ARAB

Imam Syafi’i berkata: “Manusia tidak menjadi bodoh dan selalu berselisih paham kecuali lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles”.

Itulah ungkapan Imam Syafi’i untukt umat agar kita jangan memarginalkan bahasa kebanggaan umat Islam. Seandainya sang imam menyaksikan kondisi umat sekarang ini terhadap bahasa Arab, tentulah keprihatian beliau akan semakin memuncak.

Bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan bahasa Arab begitu banyak. Idealnya, umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini. Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun memfasilitasi dan mengarahkan anak-anak untuk mendalami tata bahasa Arab yang notabene adalah bahasa paling mulia.

Di masa lampau, bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil.

Redupnya pehatian terhadap bahasa Arab nampak ketika penyebaran Islam sudah memasuki negara-negara ‘ajam (non Arab). Antar ras saling berinteraksi dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan dalam perbincangan. Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang pada umumnya, banyak yang menganaktirikan bahasa Arab. Yang cukup memprihatinkan adalah para orang tua kurang mendorong anak-anaknya agar dapat menekuni bahasa Arab.

Bahkan pada masanya banyak diantara ulama dunia yang bukan orang Arab asli mendalam ilmu tata bahasa Arab, sebut saja Imam Malik pengarang kitab matan Alfiyah yang berisikan seribu bait penjelasan ilmu nahu dan saraf. Sedangkan Imam Malik sendiri adalah orang Spanyol tepatnya di Andalusia.

NASEHAT UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG BELUM BISA MEMBACA ALQUR’AN

sebagian ulama bersepakat bahwa, orang yang tidak bisa membaca Al-Quran itu ada dua kemungkinan, bisa jadi ia berdosa, bisa juga tidak. Lalu, apa yang membedakannya?

  1. Tidak bisa baca Al-Quran, tidak berdosa. Hal ini berlaku bagi mereka yang sudah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk belajar membaca Al-Quran, hanya saja Allah memberikan takdir yang lain. Takdir Allah membuatnya tidak mampu untuk membaca Al-Quran.
  2. Tidak bisa baca Al-Quran itu berdosa. Hal ini berlaku bagi mereka yang dikenal sebagai orang akademik, memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, namun enggan untuk membaca Al-Quran apalagi memperhatikannya. Sehingga, ia berdosa untuk ketidakmampuannya tersebut. Allah telah memberikan akal kepada kita untuk mempermudah jalan hidup kita. Sehingga, kita mampu mempalajari Al-Quran. Hanya saja, rasa malas yang bersarang dalam diri kita terkadang menjadi penghambat bagi kita untuk belajar. Itulah, yang menyebabkan kita termasuk dalam kategori orang berdosa, karena enggan belajar membaca Al-Quran.

Ironisnya lagi adalah ketika kita melakukan satu bentuk pelanggaran terhadap al-Qur’an yaitu memboikot al-Qur’an itu sendiri. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadu kepada Allah tentang sikap sebagian umatnya yang memboikot al-Quran. Allah ceritakan pengaduhan beliau dalam al-Qur’an,

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآَنَ مَهْجُورًا

Rasul berkata: “Ya Rab-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran itu sesuatu yang diacuhkan.” (QS. al-Furqan: 30).

Al-Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan beberapa bentuk pemboikotan terhadap al-Quran,

هَذَا مِنْ هِجْرَانِهِ، وَتَرَكَ عِلْمُهُ وَحِفْظُهُ أَيْضًا مِنْ هِجْرانِهِ، وَتَرَكَ الْإِيْمَانُ بِهِ وَتَصْدِيْقِهِ مِنْ هِجْرَانِهِ، وَتَرَكَ تَدَبُّرَهُ وَتَفَهُّمَهُ مِنْ هِجْرَانِهِ، وَتَرَكَ الْعَمَلُ بِهِ وَامْتِثَالُ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابُ زَوَاجِرِهِ مِنْ هِجْرَانِهِ، وَالْعَدُوْلُ عَنْهُ إِلَى غَيْرِهِ -مِنْ شَعْرٍ أَوْ قَوْلٍ أَوْ غَنَاءٍ أَوْ لَهْوٍ أَوْ كَلَامٍ أَوْ طَرِيْقَةٍ مَأخُوْذَةٍ مِنْ غَيْرِهِ -مِنْ هِجْرَانِهِ

Ini termasuk bentuk memboikot qur’an. Tidak mempelajarinya, tidak menghafalkannya, termasuk memboikot al-Quran. Tidak mengimani dan tidak membenarkan isinya, juga termasuk memboikot al-Quran. Tidak merenungi maknanya dan memahami kandungannya, juga termasuk memboikot al-Quran. Tidak mengamalkannya, mengikuti perintah dan menjauhi laranganya, termasuk memboikot al-Quran. Meninggalkan al-Quran dan lebih memilih syair, nasyid, nyanyian, atau ucapan sia-sia lainnya, termasuk memboikot al-Quran. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/108).

PENUTUP

Terakhir kami ingin menutup dengan satu kisah nyata dari salah seorang teman, kami sama-sama berjuang di pondok pesantren Darul falah.

Teman kami bernama mahyuddin. Ketika datang mengaji di dayah Uleglee, saat itu usianya 30 tahun. Banyak pengalaman di dunia jurnaslistik tak menjanjikan kebahagian rupanya, hanya sebatas pupuler di dunia, tetapi tidak ada manisnya kehidupan akhirat.

Lebih kurang dalam masa empat tahun beliau belajar dari nol, mulai dari iqra disamping mendalami ilmu tauhid,fiqih dan tasawuf. Setiap subuh sehabis salat berjemaah beliau rutin duduk di pojok masjid, dibimbing oleh seorang guru yang sudah mahir satu persatu huruh hijaiyah diperkenalkan. Untuk seusia Tgk Mahyuddin rasanya sulit sekali untuk belajar dari nol seperti ini. Tetapi kesungguhannya dalam menuntut ilmu agama sekalipun harus berjuang dari nol lagi tak membuatnya patah semangat. Setiap usaha akan ada hasilnya, begitu yang dirasakan Tgk Mahyuddin sekarang. Al quran telah menjadikan hidupnya lebih indah. Lantunan ayat Alquran yang fasih berkat perjuangan belajar huruf hijaiyah.

Memang diperlukan ketekunan dalam mempelajari huruf demi huruf hijaiyah ini. Karena sedikit saja salah dalam pengucapan maka akan berakibat fatal dalam bacaan, baik itu dalam pengucapan kosakata bahasa Arab lebih lagi bacaan dalam salat. fokus lagi penekanan pada bacaan surat Alfatihah yang menjadi rukun salat. Mulai dari makhraj, tanda baca harus benar-benar betul. Begitu juga pada bacaan tasyahud. Ketika terjadi penyimpangan bacaan dalam salat, maka akan dihukumi dengan bahasa ajam. Sedangkan mengucapkan sesuatu diluar bacaan salat dapat membatalkan salat itu sendiri.

Sehingga tidak ada istilahnya tidak belajar baca Alquran dan bacaan salat. Usia bukanlah penghalang selama ada usaha. insyaAllah tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil.

Belajar dari kisah Tgk Mahyuddin tadi, tidak kata menyerah dalam belajar. Apalagi dalam mempelajari ilmu Alquran yang merupaka mukjizat dan sumber hukum dalam islam.

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p

Klik utk mendapatkan ebook gratis!

Mau Ebook Islami MURAH?

Apa itu ebook? Ebook adalah elektronic book, atau buku digital. Ebook tetap disebut buku, hanya tidak berbentuk fisik (kertas). Biasanya ebook berbentuk file pdf dan bisa dibaca melalui smartphone (HP), tablet, ataupun komputer / laptop.