Huruf Hijaiyah: 29 Huruf Arab yang Luar Biasa [PENJELASAN LENGKAP]

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa dalam rumpun bahasa semit selain bahasa Aramaik, Ibrani, Suryani, Kaldea dan Babilonia. Hal ini menyebabkan  huruf-huruf dasar dalam bahasa Arab juga memiliki kesamaan dengan beberapa bahasa tersebut. Kesamaan terbanyak yang ditemui dalam bentuk-bentu huruf hijaiyah adalah dengan huruf-huruf dalam bahasa kaldea. Secara umum huruf hijiaiyah juga dapat dikatakan memiliki kaitan dan hubungan dengan sesama rumpu bahasa timur tengah.

Saat ini, abjad yang umum digunakan dalam penulisan di indonesia adalah abjad latin. Namun, tentu saja keberadaan dan perhatian terhadap abjad huruf hijaiyah tidak dapat dihilangkan. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam, interaksi dengan huruf-huruf hijaiyah dan tlisan Arab tetap saja masih sangat kental. Salah satu hal yang paling berpengaruh adalah penguasaan huruf hijaiyah dalam kaitannya dengan Alquran.

Pengertian Huruf Hijaiyah

Huruf merupakan unit terkecil dalam susunan sebuah lafaz atau pun kata. Agar dapat menghasilkan sebuah makna, sebuah huruf harus dirangkaikan huruf-huruf yang lain dan membentuk beragam kosakata. Istilah hijaiyah sendiri diambil dari istilah asal bahasa Arabnya الهجائية, ia berakar dari هجا- يهجو- هجاء yang bermakna mengeja atau ejaan.  Sehingga huruf hijaiyah dapat dipahami merupakan sebagai huruf dasar dalam ejaan dan pembentukan kata dan kalimat dalam  bahasa Arab.

Huruf hijaiyah adalah sesuatu yang wajib diketahui oleh semua umat Islam. Di luar posisinya sebagai unit terkecil dalam bahasa Arab, huruf hijaiyah tentu saja syarat awak seseorang dapat membaca Alquran. Bahkan mengenal huruf-huruf hijaiyah adalah pelajaran yang paling awal diajarkan ketika seseorang baru belajar tentang agama Islam.

Jumlah Huruf Hijaiyah

Ada tiga macam perhitungan berbeda terkait dengan jumlah huruf hijaiyah yaitu 28, 29 dan 30. Namun, pada hakikatnya ketiganya sebenarnya hanya didasarkan pada menghitung huruf tertentu sebagai satu huruf yang mandiri, atau memasukkannya dalam bagian huruf yang lain. Jika mengambil huruf terbanyak, maka jumlah keseluruhan adalah 30 huruf, dengan rincian sebagai berikut:

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه لا ء ي

Adapun perhitungan yang mengatakan jumlah huruf hijaiyah sebanyak 29 huruf adalah dengan mengeluarkan huruf لا (lam Alif) sebagai sebuah huruf mandiri. Huruf tersebut dianggap hanya sebagai gabungan antara huruf ل dengan huruf ا. Sedangkan perhitungan 28 huruf, disebabkan dengan menganulir satu huruf lagi yaitu dengan menghitung huruf ا (alif) dan ء (hamzah) sebagai satu huruf yang sama. Namun pertimbangan ini agaknya kurang tepat, karena kedua huruf tersebut memilki beberapa kriteria tersendir yang tidak dapat digantikan satu sama lain, meskipun keduanya juga beberapa kesamaan tertentu.

Saat memberikan pengajaran dan pengenalan terhadap huruf hijaiyah, biasanya cenderung dengan mengambil perhitungan terbanyak yaitu 30 huruf seperti di atas. Adapun tumpang tindih sebagian huruf yang menyebabkan perhitungan yang lebih sedikit dapat dijelaskan kemudian.

Oh iya, sebelum lanjut, Mau Ebook tentang Huruf Hijaiyah [Gratis]?

Hasana.id juga membuat penjelasan tentang huruf hijaiyah dalam bentuk ebook.

Tujuannya agar kamu bisa baca kapan saja, dimana saja, melalui HP ataupun PC, lebih-lebih saat offline.

Nah, jika mau Ebook Huruf Hijaiyah + 4 ebook lainnya secara gratis, klik pada gambar di bawah, ebook akan kami kirim via WhatsApp (WA).

Mengenal Huruf Hijaiyah, Arab, latin dan cara membacanya

No. Huruf Arab Nama Huruf Transliterasi latin Cara Membaca
1. ا Alif tidak dilambangkan, Melambangkan bunyi panjang untuk baris fathah sebelumnya
2. ب Ba’ B Ba-Bi-Bu
3. ت Ta’ T Ta-Ti-Tu
4. ث Tsa’ TS Tsa-Tsi-Tsu
5. ج Jim J Ja-Ji-Ju
6. ح Ḥa’ Ḥa- Ḥi- Ḥu
7. خ Kha’ KH Kha-Khi-Khu
8. د Dal D Da-Di-Du
9. ذ Dzal DZ Dza-Dzi-Dzu
10. ر Ra’ R Ra-Ri-Ru
11. ز Za’ Z Za-Zi-Zu
12. س Sin S Sa-Si-Su
13. ش Syin SY Sya-Syi-Syu
14. ص Shad SH Sha-Shi-Shu
15. ض Dha’ DH Dha-Dhi-Dhu
16. ط Tha’ TH Tha-Thi-Thu
17. ظ Zha’ ZH Zha-Zhi-Zhu
18. ع ‘Ain ‘ (Tanda petik dilanjutkan dengan huruf vokal a, I, atau u jika juruf tersebut berharakat) ‘a-‘i-‘u
19. غ Ghain GH Gha-Ghi-Ghu
20. ف Fa’ F Fa-Fi-Fu
21. ق Qaf Q Qa-Qi-Qu
22. ك Kaf K Ka-Ki-Ku
23. ل Lam L La-Li-Lu
24. م Mim M Ma-Mi-Mu
25. ن Nun N Na-Ni-Nu
26. و Waw W Wa-Wi-Wu
27. ه Ha’ H Ha-Hi-Hu
28. لا Lam Alif L La (dengan bunyi panjang)
29. ء Hamzah A, I, U sesuai dengan harakat, setelahnya ditambahkan tanda petik (‘) A-I-U
30. ي Ya’ Y Ya-Yi-Yu

 

Penjelasan dalam tabel di atas belum sepenuhnya cukup untuk menunjukkan Membunyikan dan membaca huruf-huruf Hijaiyah dengan benar. Penyebabnya adalah ada beberapa huruf yang tidak terdapat padanannya dalam abjad latin, selain itu meskipun sekilas ada beberapa huruf Hijaiyah yang sama atau sepadan dengan salah satu huruf abjad latin, bisa saja ada perbedaan dalam tempat keluar dan teknik dalam melafalkannya.

Melafalkan huruf-huruf hijaiyah harus melalui pembelajaran tentang Makhraj atau tempat keluarnya huruf serta sifat atau teknik pengucapannya. Semua itu harus dipelajari dengan mendengarkan langsung.

Huruf Hijaiyah bersambung dan tidak bersambung

Dalam penulisannya, huruf hijaiyah memiliki perbedaan mendasar dengan penulisan huruf abjad latin. Jika penulisan huruf latin selalu dalam keadaan terpisah-pisah satu sama lain, maka huruf Arab memiliki ketentuan yang lebih rumit. Dari sisi tersambung atau terpisahnya dengan huruf lain dalam sebuah kata yang sama, huruf-huruf hijaiyah terbagi menjadi dua pembagian sebagai berikut:

1. Huruf yang dapat disambung dengan huruf sebelumnya dan sesudahnya

Huruf semacam ini  dapat ditulis secara tersambung dengan huruf berikutnya jika ia berada di awal kata, dapat disambung dengan huruf sebelumnya dan sesudahnya jika berada di pertngahan kata, dan dapat disambung dengan huruf sebelumnya jika berada di akhir kata. Huruf-huruf tersebut adalah:

ببب – تتت- ثثث – ججج-  ححح – خخخ – سسس – ششش – صصص – ضضض – ططط – ظظظ – ععع – غغغ – ففف – ققق – ككك – للل – ممم – ننن –ههه – يييي

2. Huruf yang tidak dapat disambung dengan huruf sesudahnya

Huruf semacam ini tidak dapat disambung dengan huruf sesudahnya, akan tetapi ia dapat disambung dengan huruf sebelumnya jika berada di pertengahan atau akhir sebuah kata. Huruf-huruf tersebut adalah:

ا – د – ذ – ر – ز – و

Ketentuan Penulisan Hamzah (ء)

Dalam penulisannya, huruf hamzah tidak dapat disamakan dengan huruf-huruf yang lain. Berbeda dengan huruf-huruf yang lain, huruf sebenarnya pada awalnya tidak memiliki lambang atau batang tubuh huruf apapun. Kemudian dalam perkembangannya dibuatlah lambang (ء) sebagai tanda hamzah. Namun dalam penulisannya lambang tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut:

A. Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata ditulis diatas batang tubuh huruf ya’ jika:

  1. Ia berbaris kasrah. Misal: أَفْئِدَة
  2. Ia berbaris fathah atau dhummah dan huruf sebelumnya berbaris kasrah. Misal: الوِئَام dan نَاشِئُون
  3. Ia berbarist fathah dan huruf sebelumnya adalah ya’ sukun. Misal: هَيْئِة

 

B. Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata dan ditulis diatas huruf waw (و) jika:

  1. Jika berbaris dhummahdan huruf sebelumnya berbaris fathah. Misal: أقْرَؤُهُم
  2. Jika berbaris dhummahdan huruf sebelumnya sukun. Misal: مَسْؤُول
  3. Jika berbaris sukun dan huruf sebelumnya berbaris dhummah. Misal: المُؤْمِنِيْن
  4. Jika berbaris fathahdan huruf sebelumnya berbaris dhummah. Misal: فُؤَادٌ

 

C. Hamzah terletak di tengah-tengah kata dan ditulis sendirian jika:

  1. Jika ia berbaris fathah dan terletak setelah huruf alif sukun. Misal: يَتَسَاءَلُون
  2. Jika ia berbaris fathah dan terletas setelah huruf wawusukum. Misal: مُرُوْءِةٌ
  3. Jika setelahnya alif tanwin-nashob dan huruf sebelumnya bukan huruf ya’ sukun. Misal: امْرَءاً

D. Hamzah yang terletak di akhir kata

  1. Hamzah di akhir kalimat, ditulis diatas ALIF (ا) jika ia didahului huruf yang berbaris fathah. Misal: قَرَأَ
  2. Hamzah di akhir kalimat ditulis diatas huruf ya’jika didahului huruf yang berbaris kasroh. Misal: شَاطِئ
  3. Hamzah  di akhir kalimat ditulis diatas huruf wawjika didahului huruf yang berbaris dhommah. Misal: الّتَّكافُؤ
  4. Hamzah di akhir kalimat ditulis sendirian jika didahului huruf yang berbaris sukun. Misal: المَرْء, جَزَاء, وُضُوْء, شَيْء

Mengajarkan Huruf Hijaiyah kepada Anak

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, pengajaran dan penegenalan huruf hijaiyah adalah sesuatu yang perlu dilakukan semenjak dini. Apalagi huruf hijaiyah adalah sesuatu yang tidak akrab dipergunakan dalam keseharian. Saat ini ada beragam metode yang tersedia untuk mengajarkan huruf hijaiyah kepada anak. Pengajaran tersebut setidaknya harus mencakup pengenalan tulisan dan cara melafalkannya.

Pengajaran pelafalan huruf harus mencakup pengajaran tempat keluarnya huruf dan juga sifat-sifat dalam melafalkannya. Beberapa metode yang umum digunakan saat ini seperti menggunakan qaidah Baghdadiyah, metode Iqra’, metode A, Ba, Ta, Tsa’, metode asy-Syafi’iy dan lain sebagainya. Selanjutnya setelah mengenal semua huruf-huruf hijayah mencakup tulisan dan cara membacanya, seorang anak dapat mempelajari membaca Alquran dan tulisan-tulisan Arab yang lain.

Huruf Hijaiyah dan Pentingnya Belajar Bahasa Arab

Pembelajaran semua bahasa apapun di dunia harus dimulai dari unit terkecil yaitu mengenal huruf-huruf aksara penulisannya. Jadi, pembelajaran bahasa Arab pun dimulai dengan mengenal huruf-huruf hijaiyah.  Selain untuk kebutuhan mempelajari bahasa Arab sisi penting yang paling utama dari huruf hijaiyah tentu saja untuk membaca Alquran.  Jika tidak bisa mengenal dan membedakan huruf-huruf hijaiyah tentu saja seseorang tidak akan dapat membaca Alquran.

Dahulu aksara Arab adalah sesuatu yang umum digunakan dalam penulisan Arab Melayu, sehingga nenek moyang kita dahulu lebih akrab dengan bahasa Arab meskipun mereka tidak berbahasa Arab. Namun dalam satu abad belakangan, penggunaan aksara Arab mulai menghilang dan digantikan dengan abjad latin, oleh sebab itu pengenalan aksara Arab harus menggunakan momentum khusus sejak dini karena jika tidak, seorang anak tidak akan mampu mengenal huruf hijaiyah mengingat huruf-huruf tersebut tidak familiar mereka temukan sehari-hari.

Huruf hijaiyah sebagai bagian dari perangkat bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting bagi orang Islam. Bahasa Arab merupakan sesuatu yang melekat dalam banyak hal berkaitan dengan agama Islam. Sama halnya seperti eratnya hubungan antara bahasa latin dalam ilmu biologi atau bahasa Yunani dalam dunia filsafat. Bahasa Arab merupakan bahasa Alquran, sumber utama semua ajaran Islam. Segenap interaksi dan akses menuju Alquran tentu saja harus melalui bahasa Arab. Muali dari membacanya hingga menafsirkan dan memahami isinya.

Bahasa Arab juga merupakan bahasa Hadis, segenap informasi berkaitan dengan Rasulullah Saw mulai dari perkataan dan perbuatan beliau. Oleh sebab itu tentu saja semua bentuk penggalian informasi dari dua sumber utama baik Alquran maupun hadis, semua harus menggunakan penguasaan bahasa Arab. Bahasa Arab juga merupakan bahasa dari berbagai sumber primer pengetahuan agama Islam.oleh sebab itu bahasa Arab juga menjadi modal utama bagi seseorang yang hendak mempelajari agama Islam pada tingkatan yang lebih tinggi.

Segenap pembelajaran Alquran dan bahasa Arab tentu bermula dari mengenali huruf-huruf hijiayah sebagai unit terkecil dari konstruksi ungkapan kalimat dalam bahasa Arab.

Nasihat Bagi yang Belum Bisa Membaca Alquran

Mari merenungkan sebuah pesan dari ayat Alquran dalam Surah Fathir yang berbunyi:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ غَفُورٞ شَكُورٞ

  1. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
  2. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Dalam ayat tersebut, membaca Alquran diumpamakan seperti sebuah perdagangan yang tidak pernah rugi. Artinya ia merupakan ibadah yang sangat besar nilainya di mata Allah Swt. Dalam banyak hadis, rasulullah Saw juga menyampaikan banyak keutamaan dan kemulian dari membaca Alquran, diantaranya seperti.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى قَال سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

وَيُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَرَوَاهُ أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَفَعَهُ بَعْضُهُمْ وَوَقَفَهُ بَعْضُهُمْ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ سَمِعْت قُتَيْبَةَ يَقُولُ بَلَغَنِي أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ وُلِدَ فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ يُكْنَى أَبَا حَمْزَةَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al Hanafi telah menceritakan kepada kami Adl dlahhak bin Utsman dari Ayyub bin Musa ia berkata; Aku mendengar Muhammad bin Ka’ab Al Quradli berkata; Aku mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan ALIF LAAM MIIM itu satu huruf, akan tetapi ALIF satu huruf, LAAM satu huruf dan MIIM satu huruf.”

Selain jalur ini, hadits ini juga diriwayatkan dari beberapa jalur dari sahabat Ibnu Mas’ud. Abul Ahwas telah meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Mas’ud, sebagian perawi merafa’kannya (menyambungkannya sampai kepada Nabi) dan sebaian yang lainnya mewaqafkannya dari sahabat Ibnu Mas’ud. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini, aku telah mendengar Qutaibah berkata; telah sampai berita kepadaku bahwa Muhammad bin Ka’ab Al Quradli dilahirkan pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, dan Muhammad bin Ka’ab di juluki dengan Abu Hamzah.

Dalam hadis di atas Rasulullah Saw mnjelaskan betapa besarnya balasan dan keutamaan untuk setiap ayat bahkan huruf yang kita baca dari Alquran.  Hal ini senada dengan perumpamaan yang dijelaskan dalam ayat di atas bahwasanya membaca Alquran itu ibarat sebuah perdagangna yang tidak akan pernah membuat kita rugi sedikitpun.

Alquran adalah kalam Allah, sumber mata air seluruh ajaran Islam.  Ketidakmampuan untuk membaca Alquran adalah sebuah kerugian besar karena seseorang telah membatasa interaksinya dengan kalam Allah dan sumber mata air tersebut, apalgi ia benar-benar rugi karena telah menyia-nyia kan sebuah ladang pahala yang sangat besar.

Beberapa bagian dari kewajiban dalam agama islam juga terkait dengan huruf hijaiyah seperti bacaan-bacaan wajib dalam shalat. Tanpa kemampuan membaca Alquran dengan baik tentu saja shalat seseorang tidak akan sempurna pelaksanaannya, jika demikian tentu saja ini merupakan sebuah dosa besar. Kemampuan membaca Alquran tidak mesti mengharuskan seseorang untuk memiliki kecerdasan yang luar biasa, ada banyak orang yang tingkat kecerdasannya juga biasa-biasa, tetpai tetap mampu membaca Alquran dengan baik asalkan mau mempelajarinya.

Orang yang tidak mampu membaca Alquran sudah sepatutnya untuk bersegera dan habis-habisan belajar membaca Alquran. Itu merupakan modal utama setiap umat Islam dalam melaksanakan perintah agamanya. Orang yang tidak mampu membaca Alquran samam saja berarti sedang meremehkan pondasi-pondasi agamanya sendiri.

Ancaman terhadap ketidakmampuan membaca Alquran juga tersirat dalam ayat ALquran itu sendiri yang berbunyi:

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا

  1. Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.

Ketidakmampuan membaca Alquran tentu saja dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk pengacuhan terbesar terhadap Alquran, karena jika untuk membacanya saja tidak bisa, bagaimana mungkin seseorang dapat berinteraksi lebih jauh dengan Alquran. Namun saat ini masalah ini adalah sesuatu yang perlu diperhatiakn serius oleh umat Islam. Ada banyak orang yang bahkan sampai dewasa belum mampu membaca Alquran dengan baik. Ditambah lagi bagi banyak orang, belajar membaca Alquran dan tajwid adalah sesuatu yang memalukan, jadi mereka lebih memilih untuk tetap dalam status buta Alquran tersebut. Padahal majelis dan metode pembelajaran Alquran sudah sangat berkembang dan memudahkan. Akan tetapi sekali lagi, kesadaran pribadi setiap umat Islam lah yang perlu dipupuk terutama berkaitan dengan penghormatan dan pemuliaan terhadap Alquran.

Perhatian besar satu lagi yang perlu diberikan adalah pendidikan Alquran yang cukup terhadap anak dari orang tua mereka masing-masing. Jika memang orang tua tidak mampu atau tidak sempat untuk mengajarkan anaknya, maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua untuk memasukkan anak mereka pada lembaga pendidikan Alquran. Tidak hanya itu, setiap orang tua juga wajib memerhatikan perkembangan kemampuan anak-anak mereka dalam membaca Alquran. Perhatian kemampuan membaca Alquran seorang anak sama pentingnya dengan perkembangan pendidikan anak secara umum.

Masa kanak-kanak merupakan masa keemasan untuk memastikan seorang anak telah mampu membaca Alquran dengan baik. Karena setelah remaja apalagi setelah dewasa, seorang anak akan berhadapan dengan kegiatan yang lebih banyak dan beragam. Selain itu belajar Alquran setelah dewasa juga lebih menyulitkan dibandingkan mempelajarinya saat kecil.

Ebook 100 Tanya Jawab + 4 Ebook Lainnya [Gratis]

Ebook 100 Tanya Jawab + 4 ebook lainnya. Gratis! Klik pada gambar di bawah jika mau, ebook akan kami kirim via WhatsApp (WA).

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p