Doa Tahlil / Tahlilan / Doa untuk Orang Meninggal [PEMAPARAN LENGKAP]

Kematian adalah hal yang pasti dan wajib dirasakan oleh setiap makhluk hidup dan menjadi dinding penghalang baginya dari semua fasilitas yang dimilikinya di dunia.

Kematian menjadi buku akhir dari semua amalan yang dikerjakannya semasa hidup. Kalau dia berbuat kebaikan dan amalan yang salih, maka Allah akan membalasnya.

Namun ternyata bukan hanya amalan kebaikan yang mesti kamu lakukan sendiri semasa hidup yang menjadi penolong kamu di dalam kubur. Ulama juga menjelaskan bahwa doa dari orang-orang yang masih hidup juga sampai kepada orang yang telah mati.

Salah satu kegiatan dan amalan yang biasanya dikerjakan oleh masyarakat adalah tahlilan atau doa tahlil kepada orang yang telah meninggal.

Nah sahabat pembaca hasana.id, di sini saya telah menuliskan beberapa penjelasan yang berkaitan dengan doa tahlil, tahlilan, dan doa untuk orang telah meninggal. Sila disimak!

Pengertian Doa Tahlil/Tahlilan/Doa Untuk Orang Yang Telah Meninggal

doa tahlil

 

Doa tahlil atau tahlilan merupakan sebuah ritual pembacaan lafal tahlil yang memang sudah lazim diamalkan oleh masyarakat Aceh, khususnya. Di Indonesia secara umum telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Di Aceh, orang sering menyebutkan pembacaan tahlil dengan nama doa samadiah. Karena pengamalan tahlil dan samadiah biasanya dikerjakan bersamaan.

Tahlilan dan samadiah sendiri biasanya dipimpin oleh orang yang memang telah menyelesaikan pengambilan Thariqat dan dipercayai oleh masyarakat setempat. Tidak semua orang memiliki kepercayaan dan keistimewaan untuk bisa memimpin tahlil dan samadiah secara berjamaah.

Pembacaan tahlil biasanya dilakukan oleh masyarakat ketika ada orang yang telah meninggal untuk mendoakan keselamatannya di dalam kubur dan akhirat.

Di Aceh biasanya pembacaan tahlil dikerjakan sampai 7 hari berturut-turut di rumah duka. Kemudian pada hari ke 40, hari ke 100, dan hari musibah pada tiap tahun.

Doa Tahlil Saat Hari Peringatan Yang Lain

doa kematian

Namun bukan hanya saja pada hari-hari musibah, tetapi dikerjakan dan diamalkan ketika masyarakat memperingati acara-acara besar dalam islam. Misalnya peringatan haul, akhir sya’ban, akhir bulan Ramadhan.

Saat perkumpulan keluarga dan masyarakat untuk acara selamatan. Seperti, selamatan pernikahan, aqiqah, dan momentum lain yang diselenggarakannya tahlil oleh masyarakat.

Tahlil termasuk dalam salah satu bagian dari cara untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Namun doa untuk orang meninggal bukan hanya tahlilan saja.

Ada beberapa doa doa lain yang dianjurkan kamu baca ketika mendoakan orang yang telah meninggal, misalnya doa keluasan kuburan.

Inilah pengertian tahlil yang telah hasana.id rangkum untuk kamu dari berbagai referensi.

Setelah kamu tahu pengertiannya, tentu saja kamu juga harus tau apa hukumnya mengamalkan tahlilan dalam sudut pandang ulama. Agar kamu lebih yakin dalam mengamalkannya.

Hukum Doa Tahlil/Tahlilan/Doa Untuk Orang Meninggal

pendapat doa

Adapun hukum daripada tahlilan yang jelas tidak satupun redaksi dan dalil dari syariat yang melarangnya. Karena tahlilan termasuk dalam bagian umum dari berzikir. Allah swt berfirman :

ألا بذكر الله تطمئن القلوب

Alaa bizikrillahi tathmainnal quluuba

“Ingatlah, hanya dengan ingat pada Allah (berdzikir) jadi tenanglah hati”

Nabi saw bersabda:

.لا يقعد قوم يذكرون الله عز و جل إلا حفتهم الملائكة و غشيتهم الرحمة و نزلت عليهم السكينة و ذكرهم الله فيمن عنده) رواه مسلم)

Laa yaq’adu qaumun yazkuruunallaha ‘azza wa jalla illaa hafat humul malaaikatu wa ghasyiyat humur rahmatu wa nazalat ‘alaihimus sakiinatu wa zakara humullahu fii man ‘indahu

“Tidak duduklah satu kaum yang berzikir kepada Allah Azza wa Jalla kecuali malaikat menaungi mereka, rahmat memenuhi mereka, ketenangan mendatangi mereka, dan Allah menyebutkan mereka pada makhluk di sisi Nya.” (HR. Muslim)

Maka membaca adalah hal yang tidak dilarang oleh syariat dan sanggat dianjurkan.

Di dalam ar-Rasail as-Salafiyah dijelaskan bahwa adat masyarakat berkumpul kemudian membaca Alquran dan berzikir yang dikasadkan misil pahalanya kepada orang yang telah meninggal adalah hal yang sangat dianjurkan.

Karena berdasarkan hadis yang sahih bahwa Nabi Muhammad saw memerintahkan untuk membaca surat Yasin kepada orang yang telah meninggal.

Maka kalau Yasin telah dianjurkan, zikir-zikir dalam bentuk lain juga dianjurkan kamu baca dan kamu qasadkan kepada orang yang telah meninggal.

dzikir menenangkan

Urutan Doa Tahlil Versi Praktik di Aceh

Pertama, istighfar (3x)

أسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْمٍ أَوَّلًا وَ أَخِرًا وَ ظَاهِرًا وَ بَاطِنًا يَاغَفُوْرُ يَارَحِيْمُ

Astagfirullahal ‘adhima min kulli zanbin ‘adhimin awwalan wa akhiran wa dhahiran wa bathinan yaa ghafuurun ya rahiimun

Aku meminta ampun kepada Allah yang Maha Agung daripada setiap dosa yang besar pada awal dan akhir, dhahir dan batin wahai Yang Maha Pengampun wahai Yang Maha Penyayang.

أَسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْمٍ مِنْ سَمَعِيْ وَ بَصَرِيْ وَ كَلَامِيْ وَ فُؤَدِيْ.

Astagfirullahal ‘adhima min kulli zanbin ‘adhim min sama’i wa bashari wa kalaami wa fuadi

Aku meminta ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari setiap dausa yang besar di pendengaran, penglihatan, kalam, dan hatiku.

نَسْتَغْفِرُ اللهَ لَنَا وَلِوَالِدِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَلِجَمِيْعِ اْلآوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ

Nastagfirullaha lanaa wa liwaalidanaa wa li masyaa-ikhinaa wa lijamii’il muslimiina wa lijamii’il auliyaa-a was syuhadaa-i was shaalihiina

Kami memohon ampun kepada Allah bagi kami, kedua orang tua kami, sekalian orang islam, para wali, para syuhada, dan seluruh orang yang salih.

Kedua, Sholawat 10 kali

اَللَّهُمَّ صَلىِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa ‘ala aalihi wa sahbihii wa sallim

Ya Tuhan kami berikan rahmat dan sejahtera di atas panghulu kami Muhammad, dan berikan rahmat dan sejahtera di atas keluarga dan sahabatnya Muhammad.

Ketiga, Membaca Surat Al-Ikhlas 33/50/100x dan bisa juga lebih

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

qul huwallaahu aḥadun

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

allaahuṣ ṣhamadu

Allah adalah tempat meminta pertolongan.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

lam yalid wa lam yuulad

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

wa lam yakul lahuu kufuwan aḥad

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Keempat, Membaca Surat Al Falaq 1x

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ

qul a’uuzu birabbil falaq

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

min syarri maa khalaq

dari kejahatan makhluk-Nya

 وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

wa min syarri gaasiqin izaa waqab

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ

wa min syarrin naffaasaati fil ‘uqad

dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

wa min syarri haasidin izaa ḥasad

dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

Kelima, Membaca Surat An Nas 1x

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

qul a’uuzu bi rabbin naasi

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

مَلِكِ ٱلنَّاسِ

Malikin naasi

Raja manusia.

إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ

Ilaahin naasi

Sembahan manusia.

مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ

min syarril was waasil khannaasi

Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ

Allazii yuwaswisu fi shuduurin naasi

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

Minal jinnati wan naasi

dari (golongan) jin dan manusia.

Keenam, Membaca Surat Al Fatihah 1x

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Bismillaahir raḥmaanir raḥiim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

al-ḥamdu lillaahi rabbil-‘alamiin

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ar-raḥmaanir-raḥiim

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

maaliki yaumid-diin

Yang menguasai di Hari Pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

ihdinaṣ-ṣiraaṭal-mustaqiim

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

ṣirhaathal laziina an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍhalliin

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ketujuh, Tahlil 100x

لآإله إلاالله

Laa ilaaha illallah

Tiada Tuhan kecuali Allah

Kedelapan, Doa Tahlil

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَةً

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiina hamdan yawaafi ni’amahu wa yukaafiu maziidah

Segala puji bagi Allah pemilik sekalian alam sebagai Puji yang mencakupi segala nikmatnya dan memadai segala yang lebih.

يَارَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Ya rabbana lakal hamdu kamaa yambagi jilaalika wajhikal kariimi wa ‘adhiimi sulthaanik

Wahai tuhan kami, bagi Mu pujian sebagaimana pujian yang memang patut bagi kebesaran zat Engkau Yang Maha Pemurah dan besarnya kerajaan Mu

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ * وَتَـقْضِى لَنَا بِهَا جَمِيْعَ اْلحَاجَاتِ * وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ * وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ * وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى اْلغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ اْلخَيْرَاتِ فِى اْلحَيَاةِ وَبَعْدَ اْلمَمَاتِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinaa muhammadin shalaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il ahwaali wal aafaat wa taqdhi lanaa bihaa jamii’al haajaat wa tuthahhirunaa bihaa min jami’is sayyiaat wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka ‘alad darajaat wa tuballigunaa bihaa aqshal gaayaati min jamii’il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaati innaka ‘ala kulli syaiin qadiir

Ya Allah ya Tuhan kami berikan rahmat dan sejahtera di atas penghulu kami Muhammad sebagai shalawat yang menyelamatkan kami daripada sekalian haru-hara dan penyakit, dan menunai bagi kami sekalian hajat, dan menyucikan kami dari sekalian kesalahan, dan mengangkat kami akan derajat paling tinggi, dan menyampaikan kami akan Puncak tertinggi dari sekalian kebaikan di dalam dunia dan sesudah mati. Bahwa sesungguhnya Engkau di atas tiap-tiap sesuatu itu Yang Maha Kuasa.

Doa Tahlil Perlindungan Dari Azab Dan Neraka

اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى اْلاُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ

Allahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil umuuri kullihaa wa ajirnaa min khidyid dunyaa wa ‘azaabil aakhirah

Ya Tuhan kami perbaikilah semua akibat daripada pekerjaan kami dan Lepaskanlah kami dari pada tipu daya dunia dan azab akhirat.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَالُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

Allahumma innaa nas-aaluka ridhaaka wal jannata wa na’uuzibika min sakhathika wan naar

Ya Tuhan kami, kami meminta kepadaMu keridhaan Mu dan surga dan kami berlindung kepada-Mu dari marah-Mu dan neraka

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ الخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا وَاخْتِمْ باِلصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ وَاَلْحِقْنَا باِلصَّالِحِيْنَ

Allahummaa ij’alil khaira ayyaaminaa yauma nalqaaka anta radhin ‘annaa wakhtim bis shalihaati ‘amaalanaa wa tawaffanaa muslimiina al alhiqnaa bis shaalihiina

Ya Tuhan kami jadikan hari terbaik Kami adalah hari kami bertemu denganmu dan engkau ridha daripada kami dan tutuplah amalan kami dengan perbuatan yang Saleh dan wafatkanlah kami sebagai orang Islam dan hubungkanlah kami dengan orang-orang yang Saleh.

Samadiah

نُهْدِ اللَّهُمَّ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنْ كَلاَمِكَ عَزِيْزِ الصَّمَدِيَّةِ وَتَهْلِيْلِيَّةِ لِعَبْدِكَ الذَّلِيْلِ خُصُوْصًا اِلَى رُوْحِ…. بِنْ/ بِنْت وَاِلَى اَرْوَاحِ آبَائِنَا وَاَبَائِهِمْ وَاُمَّهَاتِنَا وَاُمَّهَاتِهِمْ وَلاَجْدَادِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَاِلَى حَضْرَةِ شَيْخِ مَشَايِخِنَا وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَاَنْتَ اَعْرَفُ بِاَسْمَائِهِمْ لَهُمْ وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

Nuhdillahumma tsawaaba maa qara’naahu min kalaamika ‘azizish shamadiyyati dan tahliliyyati li adbdikaz zaliili khusuusan ila ruhi …ibni / binti wa ila arwaahi abaa-ina wa abaa-ihim wa ummahaatinaa wa ummahaatihim wa li ajdaadinaa wa li masyayikhinaa wa ilaa hadhrati syaikhi masyaayikhinaa wa ushuulihim wa furuu’ihim wa anta ‘arafu bi asma-ihim lahum wa lijamii’il muslimiina wal muslimaati wal mu’miniina wal mu’minaati al-ahyaai minhum wal amwaati bi rahmatika yaa arhamar raahimiin

Ya tuhan Kami, kami hadiahkan pahala bacaan yang telah kami baca dari kalam Engkau Yang Agung, yaitu samadiah dan tahlil bagi hamba Mu yang hina terkhusus kepada (nama lengkap) dan kepada seluruh arwah ayah kami dan mereka, ibu kami dan mereka, kakek kami, guru-guru kami, dan kepada hadhrat guru dari guru kami dan asal dan keturunan mereka semua. Dan Engkau yang mengetahui dengan nama mereka, dan juga kepada seluruh umat muslim dan mukmin baik yang masih hidup ataupun sudah mati, dengan kasih sayang Mu wahai Yang paling mengasihi.

Doa Tahlil Untuk Mayit

اَوْصِلِ اللَّهُمَّ ثَوَابَ ذَلِكَ اِلَيْهِمْ . وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ بِمَحْضِ فَضْلِكَ وَجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ ثَوَابَ ذَلِكَ عِتْقًا وَفَكَاكًا وَفِدَاءً وَسِتْرًا مِنَ النَّارِ لَنَا وَلَهُمْ . وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لَنَا وَلَهُمْ وَلمَشَايِخِنَا وَلِسَائِرِ الْقَرَابَاتِ وَاْلاِخْوَانِ وَاشْمِلْنَا بِالْعَفْوِ وَالْغُفْرَانِ وَالْفَضْلِ وَاْلاِحْسَانِ يَا كَرِيْمُ يَا رَحِيْمُ

Aushilillahumma tsawaaba zalika ilaihim waj’alillahumma bi mahdhi fadhlika wa juudika wa karamika tsawaaba zaalika ‘itqan wa fakaakan wa fidaa-an wa sitran minnaari lanaa wa lahum. Waghfirillahumma lana wa lahum wa li masyayikhinaa wa li saa-iril qaraabati wal ikhwaani wasymilna bil ‘afwi wan ghufraani wal fadhli wal ihsaani ya kariimun yaa rahiimun.

Ya tuhan kami, sampaikanlah pahala tersebut bagi mereka. Dan jadikanlah dengan semata-mata karunia, pemurah-Mu pahala demikian sebagai kemerdekaan, tebusan, dan tutupan dari neraka bagi kami dan mereka, Dan ampunilah bagi kami, mereka, guru-guru kami, dan bagi seluruh keluarga dan saudara, Dan penuhilah kami dengan kemaafan, karunia dan kebaikan wahai Zat Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihi.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَثْوَاهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ 

Allahumma igfir lahum war hamhum wa ‘afihim wa’fu ‘anhum waj ‘alil jannata matswaahum yaa rabbal ‘aalamiin.

Ya tuhan kami, ampunilah mereka, dan kasihilah mereka, dan sehatkanlah mereka dan jadikanlah surga sebagai tempat mereka tinggal waha pemilik sekalian alam.

Doa Tahlil Untuk Keselamatan Mayit

اَللَّهُمَّ اِنْ كَانُوْا مُحْسِنِيْنَ فَزِدْ فِىْ اِحْسَانِهِمْ وَاِنْ كَانُوْا مُسِيْئِيْنَ فَتَجَاوَزْ عَنْهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ 

Allahumma in kaanuu muhsiniina fa zid fi ihsaanihim wa in kaanu musii-ina fa tajaawaz ‘anhum ya rabbal ‘alamiin

Ya tuhan kami, jika mereka baik, maka tambahkanlah kebaikan mereka. Dan jika mereka jahat, maka maafkanlah kesalahan mereka wahai pemilik sekalian alam.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قَبْرَهُمْ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجِنَانِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَهُمْ حُفْرَةً مِنْ حُفَّرٍ النِّيْرَانِ

Allahumma ij’al qabrahum raudhatan min riyaadhil jinaan wa laa taj’al qabrahu hufratan min huffarin niiraan

Ya tuhan kami, jadikanlah kuburan mereka sebagai kebun dari kebun surga dan jangan jadikan kuburan mereka sebagai liang dari neraka.

اَللَّهُمَّ اَجِرْنَا وَاِيَّاهُمْ مِنَ النَّارِ وَلاَ تَجْعَلْنَا وَاِيَّاهُمْ مِنْ خَطَابِ النَّارِ 

Allahumma ajirnaa wa iyyahum minan naari wa laa taj’alnaa wa iyyahum min hathaabin naar

Ya tuhan kami, selamatkanlah kami dan mereka dari neraka dan jangan jadikan kami dan mereka sebagai bahan bakar neraka.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Wa shallahu ala sayyidinaa muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallim

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan sejahtera di atas panghulu kami Muhammad dan kepada keluarga dan sahabatnya.

وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ .

Wa salaamun ‘alal mursalin wal hamdu lillahi rabbil ‘aalamin

Kesejahteraan di atas semua rasul. Dan pujian bagi Allah pemilik sekalian alam.

Inilah doa tahlilan / samadiah yang bisa kamu amalkan untuk keluarga dan orang-orang yang kamu cintai.

Sahabat hasana.id, mungkin setelah kamu mengetahui tentang doa tahlilan, kamu bertanya-tanya apakah benar kalau doa kepada orang yang meninggal atau tidak?

di sini kami telah menuliskan kepada pendapat para ulama mengenai sampainya pahala tersebut kepada orang yang telah meninggal.

Pendapat Ulama Mengenai Sampainya Doa Kepada Orang Yang Telah Meninggal

fitnah kubur

Yang menjadi khilaf dikalangan ahli ilmu adalah tentang sampai atau tidaknya pahala yang kamu kasadkan kepada orang yang telah meninggal.

Ulama ahlu sunnah wal jama’ah berpendapat bahwa setiap doa yang kamu hadiahkan kepada orang yang telah meninggal sampai.

Bahkan bukan hanya doa saja, tetapi juga bisa dalam bentuk kebaikan yang lain. Misalnya kamu bersedekah makanan dan kamu hadiahkan misil pahala tersebut kepada mereka.

Imam Jalaluddin As Sayuthi di dalam kitab Al-Hawi Lil Fatawi menjelaskan bahwa Imam Ahmad bin Hambal di dalam kitab Az-Zuhdi-nya berkata: Hasyim telah memberikanku hadis yang diambilnya dari Al-Asyja’I dari Sufyan :

إن الموتى يفتنون في قبورهم سبعا، فكانوا يستحبون أن يطعم عنهم تلك الأيام

“Sesungguhnya orang mati difitnah di dalam kubur mereka selama 7 hari dan mereka mencintai bahwa diberi makankan atas nama mereka selama tujuh hari tersebut.”

Maka dari penjelasan tersebut dapat kamu pahami bahwa semua bentuk amalan yang kamu kirimkan dan hadiahkan kepada orang yang telah meninggal sampai.

Penutup

Inilah beberapa penjelasan yang telah dirangkum untuk hasana.id untuk kamu. Semoga kamu tetap diberikan istiqamah oleh Allah untuk mengerjakan kebaikan sebanyak mungkin.

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p

close-link
Chat Admin..
1
3 Ebook Islami GRATIS!
3 Ebook Islami GRATIS!
1. 100 tanya jawab edisi 2
2. 100 kata-kata inspirasi edisi 1
3. Tata cara Sholat Hajat

Mau? Klik "Chat Admin" sekarang!