1 comments

Doa Qunut: Bacaan Sunnah dalam Shalat Menurut Madzhab Syafi’i

Dalam madzhab Imam Syafi’i, ada doa atau bacaan yang disunnahkan untuk dibaca dalam shalat. Doa ini kita baca ketika i’tidal, tepat sebelum sujud. Hukumnya adalah sunnah ab’adh, sama seperti duduk di antara tahiyyatul awwal.

Sunnah ab’adh adalah sunnah yang jika lupa dikerjakan harus diganti dengan sujud sahwi. Jadi, jika seseorang yang bermazhab syafi’i lupa membaca doa qunut ketika shalat shubuh, maka dia harus melakukan sujud sahwi.

Dalam al-badr.net disebutkan bahwa qunut adalah bacaan doa untuk mengharapkan sesuatu dari Allah SWT. Doa tersebut bisa berisi permohonan kebaikan atau memohon agar dijauhkan dari bahaya.

Ada 2 pendapat mengenai waktu membaca doa qunut. Pendapat pertama mengatakan bahwa doa qunut dilakukan sesudah ruku’.

Sementara pendapat kedua mengatakan bahwa doa qunut dilakukan sebelum ruku’. Pelakasanaan yang umum dilakukan di Indonesia adalah setelah ruku’.

Nah, di Indonesia sejak dahulu masyarakatnya selalu membaca qunut ketika shalat shubuh. Hal ini karena masyarakat Indonesia merupakan muslim bermadzhab Imam Syafi’i.

Namun di akhir zaman ini, banyak pihak yang mulai membuat kegaduhan dengan mengatakan qunut shubuh itu bid’ah.

Padahal, hal itu karena ketidaktahuan mereka soal hukum. Terlalu mudah membid’ahkan pelaksaan qunut shubuh seakan-akan meragukan keilmuan Imam Syafi’i sebagai Imam madzhab yang besar.

Sejarah Doa Qunut: Peristiwa Tragis di Bi’r Ma’unah

Pada tahun keempat Hijriyah, tepatnya pada bulan Safar, peristiwa mengerikan itu terjadi. Pada saat itu datanglah Abu Barra` ‘Amir bin Malik menemui baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di Madinah.

Kemudian, oleh Rasulullah SAW dia diajak untuk masuk Islam. Akan tetapi dia sendiri tidak menyambutnya dan juga tidak memberikan sikap penolakan.

Kemudian dia pun berkata “Wahai Muhammad, seandainya dirimu mengutus sahabat-sahabatmu kepada penduduk Najd untuk memeluk agama Islam aku harap mereka akan menyambutnya”

Rasulullah SAW menjawab:

“Aku sangat mengkhawatirkan perlakuan penduduk Najd terhadap mereka”

Lalu Abu Barra’ pun menjawab:

“Aku yang akan menjamin mereka”

Kemudian, Rasulullah SAW pun mengutus sekitar 70 orang sahabat yang Hafidz serta ahli baca Al-Quran. Termasuk diantaranya adalah para pemuka kaum muslimin pilihan.

Lalu mereka pun tiba di tempat yang bernama Bi’r ma’unah. Bi’r ma’unah adalah sebuah tempat yang berada di antara kampung sulaim serta wilayah Bani ‘Amir.

Ketika tiba di sana, mereka mengutus Haram bin Milhan untuk memberikan surat Rasulullah SAW kepada Amir bin Thufail.

Akan tetapi, Amir bin Thufail tidak menghiraukan surat yang diberikannya itu. Bahkan ia pun memerintahkan kepada seseorang agar segera membunuh Haram bin Milhan.

Lalu ditikamlah Haram bin Milhan dengan tombak dari belakang.

Lalu kemudian Amir bin Thufail menghasut orang-orang Bani ‘Amir untuk memerangi utusan Rasul lainnya. Akan tetapi mereka menolak karena utusan tersebut masih dalam lindungan Abu Barra’.

Tidak habis akal Amir bin Thufail lalu menghasut orang-orang Bani Sulaim dan ajakannya pun disambut oleh Dzakwan, ‘Ushaiyyah dan Ri’il.

Lalu mereka mengepung para sahabat utusan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan membunuhnya satu persatu.

Yang tersisa hanyalah Ka’b bin Zaid bin An-Najjar yang saat itu terluka dan tergeletak bersama jenazah lainnya.

Ia pun hidup, sehingga timbullah Perang Khandaq. Akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan Qunut selama kurang lebih 1 bulan.

Beliau mendoakan kejelekan terhadap orang-orang membantai pura hafidz dan qurra di Bi’r Ma’unah. Belum pernah para sahabat melihat Rasulullah begitu berduka selain saat itu.

Macam-macam Qunut

Doa qunut itu bermacam-macam. Yang umum kita dengar dan lakukan adalah doa qunut yang dibaca pada waktu shubuh atau qunut shubuh.

Padahal ada jenis qunut yang lain selain qunut shubuh. Paling tidak ada 3 macam qunut dalam ilmu fiqh yaitu qunut shubuh, qunut nazilah dan qunut witir. Mari kita bahas satu-satu.

1. Qunut Shubuh

Qunut shubuh adalah qunut yang mungkin paling familiar di telinga kita. Seperti namanya, qunut shubuh dibaca tepat sebelum sujud ketika shalat shubuh. Hukumnya adalah sunnah ab’adh seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

2. Qunut Nazilah

Qunut nazilah adalah qunut yang dilakukan ketika terjadi sesuatu yang besar seperti perang, bencana alam atau kejadian lainnya.

Qunut nazilah berbeda dengan qunut shubuh. Jika qunut shubuh dilakukan pada shalat shubuh saja, maka qunut nazilah dilakukan dalam shalat lima waktu. Bacaan qunut antara qunut shubuh dan qunut nazilah juga berbeda.

3. Qunut Witir

Seperti namanya, qunut witir adalah qunut yang dilakukan ketika melakukan shalat witir. Dalam mazhab Syafi’i, qunut witir dilakukan selama setengah terakhir (15 malam) shalat witir di bulan Ramadhan, setelah shalat taraweh.

Hukum melakukan qunut witir seperti ini juga sunnah dalam madzhab Imam Syafi’i.

Hukum Membaca Doa qunut

Hukum membaca doa qunut berbeda-beda di kalangan para ulama madzhab. Dalam madzhab Syafi’i dan Maliki, hukum melakukan qunut adalah sunnah.

Sementara dalam mazhab yang lain tidak menetapkan sunnah. Yang perlu menjadi catatan adalah kita hidup di Indonesia di mana masyarakat kita dari dulu bermazhab Syafi’i.

Para ulama dan para kiayi berdakwah dengan fiqhnya Imam Syafi’i. Oleh karena itu, tentu kita harus melakukan qunut dalam shalat shubuh kita.

Jangan membuat sesuatu yang berbeda di dalam masyarakat. Jika hal itu dilakukan, akan menimbulkan perpecahan.

Bayangkan dalam suatu kampung yang terbiasa beribada dengan madzhab Syafi’i. Tiba-tiba datang suatu kelompok yang membid’ahkan perbuatan orang sekampung ini.

Mereka tentunya dengan membawa dalil-dalil yang menurut mereka sudah cukup. Sebagian orang mungkin akan terpengaruh, terutama anak-anak muda yang secara keilmuan masih kurang.

Sementara sebagian lagi yang memiliki pemahaman yang baik akan tetap mempertahankan amalan sunnahnya. Maka tinggal tunggu waktu, perpecahan yang lebih besar akan datang

Perlukah Mengangkat Tangan Ketika Imam Membaca Qunut Shubuh?

Dikutip dari kitabnya, Syekh Ibnu ‘Utsaimin beliau berpendapat bahwa jika seorang Imam melafalkan doa qunut subuh, maka hendaknya kita sebagai makmum juga harus mengamininya layaknya seperti pendapat Imam Ahmad Rahimahullah.

Hal yang demikian juga harus dikerjakan demi menyatukan umat muslim.

Adapun jika muncul perpecahan serta kebencian dalam perbedaan pendapat ini, padahal masih banyak waktu dan ruang untuk berijtihad sesama umat Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, maka tentunya hal tersebut sebaiknya tidaklah terjadi.

Bahkan sudah menjadi keharusan bagi kaum muslimin, agar selalu berlapang dada terkait dengan masalah yang masih dalam batas wajar ketika terjadi perbedaan dan perselisihan pada masing-masing pihak.

Tidak hanya itu, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin juga berpendapat bahwa yang lebih baik adalah makmum sepantasnya mengaminkan doa qunut dari para imam.

Makmum mengikuti imam untuk mengangkat tangan sebab khawatir jika tidak dilakukan bisa menimbulkan perpecahan antara satu dengan yang lainnya.

Imam Ahmad memiliki pendapat gimana seandainya seorang makmum berdiri di belakang Imam yang melaksanakan doa qunut subuh, maka lebih baik ia mengikuti imam dan turut mengaminkan doa tersebut.

Padahal kita juga tahu bahwa Imam Ahmad sendiri memiliki pendapat tidak disyariatkan untuk melafadzkan qunut ketika salat subuh.

Meskipun demikian, untuk memberi keringanan terkait hal ini beliau tetap mengangkat tangan serta mengamini saat Imam melakukan qunut shubuh.

Alasan Mengapa Qunut Dibaca Terus Menerus Setelah Runtuhnya Khilafah Islamiyah

Beberapa ulama berpendapat dan mengerti bahwa doa qunut dilafadzkan saat umat muslim tertimpa musibah. Sejak Khilafah Islamiyah runtuh, yakni ketika Turki Ustmaniy jatuh pada tahun 1924 umat muslim selalu dalam keadaan tertimpa musibah dan posisinya pun berada di bawah hingga sampai saat ini.

Oleh karenanya sejak runtuhnya khilafah Islamiyah sampai sekarang qunut masih dilafadzkan setidaknya pada saat sholat subuh.

Dengan adanya alasan ini dan juga dilandaskan berbagai macam dalil bahwa qunut itu dipanjatkan ketika umat muslim mendapat musibah maka tentunya sangatlah relevan jika kita melafadzkan qunut di era sekarang ini.

Analisa Mengenai Perbedaan Pendapat

Bila kita baca sekilas mengenai hadits-hadits tentang perbedaan pendapat pelafalan Qunut, maka secara global kita temukan bahwa terdapat kontradiksi antara satu hadits dengan hadits yang lainnya.

Satu Hadits mengisahkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengerjakan Qunut shubuh. Akan tetapi di hadits lain juga disebutkan bahwa hal tersebut merupakan bid’ah.

Tentunya masalah in merupakan hal yang biasa dalam masalah fiqh karena ini merupakan penjelasan teknis mengenai tata cara ibadah.

Adanya perbedaan pendapat terkait masalah ini, menimbulkan adanya perselisihan serta perbedaan pendapat antar umat muslim dari dulu hingga sekarang.

Lalu, bagaimanakah sikap yang harus kita ambil saat ada pertentangan dalil?

Bila salah satu hadits memiliki kedudukan yang lebih Shahih dibandingkan dengan Hadits yang lemah, maka sikap yang harus kita ambil adalah menguatkan salah satu dalil (mentarjih) dan mengambil pendapat yang lebih baik.

Akan tetapi jika hadits yang bertentangan mempunyai kedudukan sama-sama shahih maka tidak baik bila menguatkan salah satunya serta melemahkan hadits yang lain. Sikap yang kita ambil sebaiknya:

1. Mencari keterangan terkait asal muasal munculnya kontradiksi atau perbedaan perbandingan antara satu hadits Dengan hadits yang lain.

Karena bisa jadi sewaktu Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam mengerjakan Ibadah tersebut karena ada sebab, kondisi dan alasan tertentu, serta diwaktu yang lain Rasulullah juga mengerjakan demikian karena alasan dan situasi yang lain.

2. Percaya bahwa hal ini adalah salah satu pilihan di dalam kaidah fiqih. Yang mana masalah teknis ibadah seringkali memiliki beragam pilihan sebab dulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan seperti ini dan seperti itu (berbeda-beda).

Dengan ini memberikan hikmah bahwasannya islam memberikan keluasan serta keluwesan dalam beribadah.

Sangat jelas pada kasus ini bahwa qunut memiliki berbagai macam riwayat hadits dengan perbandingan kuat dan shohih satu sama lain.

Bahwa dijelaskan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika itu sempat mengerjakan qunut saat Witir di bulan suci Ramadhan*, sempat juga dikerjakan ketika waktu salat subuh, magrib, isya bahkan di semua sholat fardhu (ketika tertimpa musibah)

Note: Namun ada pula terdapat hadits yang tidak menjelaskan apakah witir itu dilaksanakan ketika bulan suci Ramadan atau bukan. Jadi bisa disimpulkan bahwasannya qunut dikerjakan ketika Witir secara umum.

Secara jelas juga diuraikan bahwa qunut dilafalkan ketika tidak ataupun mendapatkan musibah. Doa qunut yang dibaca ketika terkena musibah, kesusahan atau berdoa keburukan kepada musuh dinamakan sebagai Qunut Nazilah.

Redaksinya pun berbeda jika dibandingkan dengan Qunut yang dilakukan pada saat shalat witir.

Keutamaan serta Manfaat dari Doa Qunut

Doa qunut bukan sekedar doa yang hanya dipanjatkan untuk memohon kepada Allah SWT. Akan tetapi membaca doa qunut juga akan memberikan berapa manfaat serta kelebihan kepada orang yang membacanya.

Berikut beberapa manfaat serta keutamaan ketika membaca doa qunut.

Mendapat Petunjuk

Di dalam lafal doa qunut terdapat kalimat yang berbunyi “Allahummahdinii fii man hadaiit”. Kalimat tersebut memiliki arti tentang seorang hamba yang meminta kepada Allah agar diberikan petunjuk.

Kalimat ini bisa dianggap sebagai kalimat tawassul, yani kata-kata yang menerangkan bahwa ada nikmat hidayah sama halnya seperti Allah memberikan hidayahnya kepada hamba yang lainnya.

Membaca doa qunut secara rutin ketika shalat shubuh insya Allah akan memberikan anugerah dan petunjuk kepada hamba-hambaNya lagu.

Petunjuk yang diberi, bisa berupa ilmu yang bermanfaat ataupun amal shalih untuk seseorang.

Diberikan Perlindungan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melindungi hambaNya agar selamat serta aman dari segala bahaya yang mengancam.

Sebab, hal ini karena Allah SWT memiliki sifat maha pengasih lagi maha penyayang. Ketika hambaNya mohon kan perlindungan, maka Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada hambaNya.

Di dalam doa qunut, terdapat kalimat “Wa’aafinii fii man ‘afaiit” yang memiliki makna berikanlah hamba keselamatan seperti hamba-Mu yang lain yang telah diberikan keselamatan juga.

Perlindungan yang diberi oleh Allah swt kepada hambaNya tidak hanya perlindungan dan keselamatan dunia saja, melainkan juga keselamatan untuk akhirat kelak.

Melalui doa qunut, kita berdoa agar Allah senantiasa melindungi seluruh umat muslim yang sedang ditimpa musibah. Berharap mereka bisa selalu istiqamah di jalan yang lurus dan benar.

Terhindar dari Penyakit

Selain memohon perlindungan dalam keselamatan, kalimat “wa’aafini fii man hadaiit” juga diakui sebagai doa permohonan perlindungan dari setiap jenis penyakit. Entah itu penyakit hati maupun penyakit yang ada pada jasad kita.

Membaca doa qunut bisa membersihkan hati dan mencegah diri dari hal-hal yang berhubungan dengan nafsu dunia. Seperti nafsu terhadap harta dan tahta.

Berkah terhadap Kenikmatan yang Diberikan

Di dalam doa qunut juga terdapat kalimat “wabaariklii fiimaa a’thoiit” yang bermakna berkahilah kepadaku apa-apa yang telah Engkau karuniakan.

Kalimat tersebut jelas menunjukkan bahwa Allah akan memberikan anugerah kebaikan dalam bentuk berkah untuk tiap-tiap hamba-Nya. Sedikit ataupun banyak jumlahnya, pasti ada berkah di masing-masing nikmat itu.

Bacaan atau Lafadz Doa Qunut

Bagi yang sudah terbiasa membaca doa qunut (shubuh) tentu sudah sangat hafal dengan bacaan doanya. Teks doa ini dimaksudkan untuk teman-teman yang masih belajar. Atau untuk teman-teman yang sudah hafal namun ingin membenarkan bacaan doanya. Berikut bacaan doa qunut yang kita baca dalam shalat shubuh:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Jika belum hafal, jangan berkecil hati. Dibaca secara perlahan dan dihafal baris per baris. Jika memungkinkan, bangun lebih awal agar lebih mudah dalam menghafal. Jangan lupa memohon kepada Allah untuk dimudahkan dalam menghafal dan mempraktikkan doa qunut ini.

Arti Doa Qunut

Doa qunut tentu memiliki makna, bahkan maknanya sangat baik. Jika sudah mampu menghafal versi arabnya, jangan lupa baca dan pelajari juga arti dari bacaan doa qunut ini. Mengetahui makna atau arti dari doa qunut akan menambah kekhusyu’an kita dalam shalat. Berikut penjabaran arti doa qunut.

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ

“Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk”

وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ

“berilah aku keselamatan, sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan”

وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ

“Jadilah wali bagiku, sebagaimana Engkau telah menjadi wali bagi hamba-Mu yang Engkau kehendaki”

وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ

“Berkahilah untukku terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadaku”

وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،

“Lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau takdirkan”

فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ

“maka sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menjatuhkan ketetapan untuk-Mu”

وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ

“dan sesungguhnya tidak akan terhina orang Engkau jadikan wali-Mu”

وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

“dan tidak akan mulia orang yang menjadi musuh-Mu”

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

“Maha Mulia Engkau wahai Rab kami, dan Maha Tinggi”

فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ

“maka bagiMu segala puji atas apa yang enkau hukumkan”

وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

“dan aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu”

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“dan curahkanlah ya Allah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi yang ummi, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya”

Itulah arti dari setiap bacaan qunut yang kita baca setiap shubuh. Segera dihafalkan jika belum hafal. Menghafal sambil menghayati artinya akan lebih mudah.

Doa Qunut dalam Huruf Latin

Sebagian teman-teman mungkin ada yang belum bisa membaca huruf Arab. Saran terbaik saya adalah segera belajar dengan guru-guru terdekat. Jangan pernah malu! Kemampuan membaca huruf arab dan membaca Alquran adalah kemampuan yang sangat dasar. Setiap muslim apalagi yang telah mumayyiz (dikenakan hukum) wajib bisa membaca Alquran.

Namun sebagai alternatif, saya akan menampilkan bacaan doa qunut dengan huruf latin. Tapi ingat, ini hanya untuk sementara selama belum mampu membaca huruf Arab. Jadi teman-teman yang belum bisa membaca Alquran segeralah belajar.

Begini kira-kira doa qunut shubuh dalam huruf latin.

Allah hummah dinii fiiman hadait,

Wa’aa finii fiiman ‘aafait,

Watawallanii fiiman tawal-laiit,

Wabaariklii fiimaa a’thait,

Waqinii syarramaa qadhait,

Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik.,

Wainnahu laayadzilu man walait,

Walaa ya’izzu man ‘aadait,

Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait,

Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait,

Astaghfiruka wa’atuubu ilaik,

Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi Wasallam.

Tata Cara Melakukan Qunut

Seperti disebutkan sebelumnya, ada yang berpendapat bahwa qunut dilakukan sebelum ruku’. Namun ada juga yang berpendapat bahwa qunut dilakukan setelah ruku’, persis sebelum melakukan sujud. Yang biasa kita lakukan di Indonesia karena bermadzhab Syafi’i adalah membaca qunut setelah ruku’.

Yang harus kita lakukan adalah shalat shubuh seperti biasa pada raka’at pertama. Di raka’at kedua, setelah i’tidal dan setelah selesai membaca bacaan dalam i’tidal, jangan langsung sujud. Di saat inilah kita membaca qunut.

Untuk seorang munfarid atau shalat seorang diri, qunut dibaca dengan suara biasa bisa, tidak besar dan tidak terlampau kecil. Ketika membaca seluruh bacaan qunut disunnah mengangkat tangan seperti membaca doa pada umumnya hingga selesai. Setelah selesai, kita bisa langsung sujud.

Bagi seorang imam dalam shalat berjamaah, maka disunnahkan mengeraskan suara. Saat imam membaca doa qunut, makmum cukup mendengarkan dan mengucapkan amin di bagian akhir tiap-tiap doa.

Nah, mungkin banyak yang belum mengetahui hal ini. Banyak yang mengira bahwa bacaan qunut itu semuanya doa. Padahal tidak, ada bagian yang bukan berupa doa sehingga tidak perlu mengucap amin.

Yang berupa doa dimulai dari اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ hingga
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ. Sementara dari فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ hingga فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ bukanlah kalimat doa. Kalimat doa selanjutnya adalah وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ hingga selesai. Sekali lagi, bagi makmum disunnahkan mengucapkan amin di setiap akhir bacaan qunut yang berupa doa.

Sub Judul 8: Download Mp3 Doa Qunut

Untuk teman-teman yang ingin mendengar bacaan qunut shalat shubuh, bisa download terlebih dahulu. Ini link salah satu video di youtube yang berisi bacaan qunut shubuh.

Untuk bacaan qunut nazilat jika terjadi kejadian yang besar, teman-teman bisa download di sini.

Teman-teman bisa mendownload menggunakan IDM atau ekstensi chrome youtube mp3 dowloader.

Baca juga:

Hukum Lupa Membaca Doa Qunut

Sebagai manusia biasa, tentunya kita tidak luput dari kealpaan serta kelemahan. Lupa adalah salah satu diantaranya.

Manusia tidak bisa luput dari sifat lupa meskipun sedang beribadah kepada-Nya. Oleh karenanya islam memberikan jalan terbaik bagi pengikutnya untuk menutupi dosa lupa tersebut.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, menurut mazhab Syafi’i bahwa hukum qunut adalah sunnah ab’adh. Yakni sunnah yang jikalau lupa untuk melakukannya maka diharuskan untuk sujud sahwi.

Akan tetapi bagaimanakah cara untuk melaksanakan sujud sahwi? Secara ringkas akan kami bahas disini.

Cara Sujud Sahwi

Sujud sahwi berbeda dengan sujud lainnya. Sujud sahwi ini dilakukan karena ada sesuatu yang kita lupa ketika shalat.

Sujud ini dilakukan setelah tahiyat akhir dan sebelum mengucapkan salam. Sujud ini  juga diiringi dengan takbir seraya melafalkan doa sujud sahwi.

Adapun cara pelaksanaannya sangatlah mudah. Langkah-langkah diantaranya adalah:

1. Niat, yang pertama kita harus meniatkan Sujud sahwi terlebih dahulu pada penghujung rokaat yang terakhir.

2. Sujud, ketika sujud membaca doa di bawah ini sebanyak 3 kali:

سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَيَسْهُوْ

Subhaana Man Laa Yanaamu Walaa Yashuu

Artinya: “Maha suci Allah, zat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”

3. Duduk diantara dua sujud, setelah itu bangunlah dan duduk pada posisi duduk diantara dua sujud. Duduk ini persis layaknya yang biasa kita lakukan seperti salat biasa. Bacaannya pun sama layaknya duduk diantara dua sujud.

4. Sujud untuk satu kali lagi, setelah itu lakukanlah sujud sahwi satu kali lagi. Lalu kemudian duduklah pada kondisi terakhir serta mengucapkan salam seperti biasa.

Penutup

Itulah beberapa hal yang telah dibahas mengenai doa qunut. Harapan saya teman-teman semakin baik pemahamannya mengenai qunut. Khususnya soal hukumnya dan bacaan doa qunutnya. Saya juga berharap jika di antara teman-teman belum bisa mengahafal doa qunut agar segera dimudahkan oleh Allah dalam menghafal.

Tulisan ini juga mudah-mudahan menjadi jawaban bagi teman-teman yang masih ragu mengenai hukum membaca qunut. Sekali lagi, dalam mazhab yang kita ikuti, mazhab Syafi’i, qunut hukumnya sunnah ab’adh. Artinya jika ditinggalkan harus diganti dengan sujud sahwi. Memang di akhir zaman ini banyak pihak yang dengan mudah membid’ahkan amalan orang lain. Padahal hal itu karena kurangnya ilmu yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan.

Yang berminat dengan Ebook Islami dari Hasana.id bisa segera pesan untuk mendapatkan diskon. Rp2.500 untuk 1 mini ebook dan Rp9.500 untuk 1 ebook utama. Untuk lebih murah bisa ambil paket mini, gold, atau platinum. Untuk lebih jelas klik link tersebut.

Promosi Produk:

Jernang aceh / Jernang / Jernang Super

One Response

  1. Husin Chirid

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p

Mau Ebook Islami MURAH?

Apa itu ebook? Ebook adalah elektronic book, atau buku digital. Ebook tetap disebut buku, hanya tidak berbentuk fisik (kertas). Biasanya ebook berbentuk file pdf dan bisa dibaca melalui smartphone (HP), tablet, ataupun komputer / laptop.