Bacaan Sholat, Rukun, Syarat [PENJELASAN LENGKAP]

Sholat adalah ibadah yang menjadi tonggak terpenting agama Islam. Maka, tak pelak lagi bacaan sholat, termasuk di dalamnya rukun-rukunnya, mesti diketahui secara benar.

Sebelum lebih jauh membahas mengenai bacaan sholat, mari menelaah kembali mengenai agama Islam secara keseluruhan.

Islam hadir sebagai agama multidimensi. Agama ini tidak semata mengajarkan konsepsi spiritual (ibadah), melainkan juga konsepsi sosial (mu’amalah) dan moral (akhlak).

Ajaran islam mencakupi semua sisi kehidupan dunia dan akhirat. Prinsip keseimbangan dalam ajaran islam senantiasa menjaga umatnya agar tidak terjebak dalam keekstriman, baik kiri maupun kanan.

Dalam konsepsi spritual, senantiasa terselip konsep muamalah, begitu juga sebaliknya. Kita bisa melihat pada ibadah sholat yang pada dasarnya adalah ibadah murni (ibadah mahdah).

Jika dalam pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah, artinya telah memasuki konsep sosial, di mana  berhimpunnya sekelompok orang dalam satu tujuan yang sama yaitu melaksanakan sholat secara bersama-sama.

Dalam sehari berkumpul lima kali dalam sholat lima waktu. Kemudian, dalam seminggu berkumpul satu kali melaksanakan ibadah jumat dan setahun berkumpul dua kali saat idulfitri dan iduladha.

Melalui intensitas pertemuan ini, kita bisa melihat bagaiman kompak dan solidnya persatuan umat islam, belum lagi jika kita kaitkan dengan janji Allah bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

bacaan sholat 5 waktu

Sejarah Pemberlakuan Sholat

Daftar Isi

Sholat merupakan cendera mata yang dibawa pulang oleh Nabi Muhammad saw setelah peristiwa bersejarah dalam islam yaitu isra mikraj.

Peristiwa isra mikraj itu sendiri terjadi dua puluh tahun tiga bulan setelah Nabi saw diangkat menjadi Rasul yang bertepatan dengan tanggal dua puluh Rajab.

Puncaknya perintah sholat ini diterima oleh Nabi saw pada peristiwa mikraj. Kala itu Nabi saw diangkat ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat secara langsung.

Pada saat itu, perintah sholat yang diterima Nabi sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam.

Berdasarkan pertemuan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan nabi terdahulu, akhirnya perintah sholat tersebut menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.

Hal ini tidak terlepas dari diskusi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan Nabi terdahulu. Andaikan sholat saat itu ditetapkan sebanyak 50 waktu, mungkin kita belum tentu mampu melaksanakannya.

Sholat adalah Ibadah Nabi Terdahulu

Sebelum melaksanakan sholat sedemikian rupa, pernahkah kamu bertanya-tanya, apakah Nabi terdahulu juga melaksanakan sholat?

Perlu kita ketahui, sholat yang kita lakukan saat ini adalah bentuk sholat yang juga dilakukan oleh Nabi terdahulu. Adapun sejarahnya adalah sebagai berikut.

Sholat Subuh

Pertama kali sholat subuh dikerjakan oleh nabi Adam saat beliau keluar dari surga. Ketika berada di bumi, beliau melihat kegelapan dan merasa takut.

Kemudian, saat itu Nabi Adam melihat cahaya fajar sehingga ia melakukan sholat dua rakaat.

Rakaat pertama sebagai ungkapan syukur terlepas dari kegelapan malam dan rakaat kedua sebagai syukur atas kembalinya cahaya matahari di pagi hari.

Sholat Zuhur

Tepat saat tergelincir matahari, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putera tercintanya Ismail yang kemudian Allah gantikan dengan seekor domba.

Maka, dengan penuh syukur Nabi Ibrahim melakukan sholat 4 rakaat.

Rakaat pertama dilakukan sebagai wujud syukur atas domba pengganti Nabi Ismail. Kemudian rakaat kedua dilakukan atas hilangnya rasa kesedihan Nabi Ibrahim.

Selanjutnya, rakaat ketiga dilakukan karena keridaan Allah dan rakaat keempat karena domba yang dijadikan sembelihan adalah domba dari surga yang merupakan domba kurban Habil putra dari Nabi Adam.

Itulah asal dari ibadah sholat zuhur.

Sholat Asar

Nabi Yunus melaksanakan sholat asar karena terjebak di dalam perut ikan paus.

Di dalam perut ikan tersebut Nabi Yunus terjebak di dalam empat macam kegelapan, yaitu kegelapan isi perut ikan, kegelapan dalam laut, kegelapan malam, dan kegelapan dalam perut ikan.

Setelah keluar dari perut ikan yang bertepatan pada waktu asar, Nabi Yunus pun melakukan sholat 4 rakaat.

Sholat Magrib

Sholat Magrib dikerjakan oleh Nabi Isa ketika menyatakan keluar dari kaumnya. Rakaat pertama dilakukan atas ungkapan meniadakan Tuhan selain Allah.

Kemudian, rakaat kedua beliau lakukan atas terlepasnya tuduhan zina terhadap Maryam. Rakaat ketiga lantas dilakukannya atas ungkapan ketuhanan hanya milik Allah.

Sholat Isya

Sholat Isya dikerjakan oleh Nabi Musa ketika beliau tersesat dalam perjalanan dari madyan.

Sebagai ungkapan syukur nabi Musa melakukan sholat 4 rakaat pada waktu Isya atas selamatnya dari empat kesedihan.

Pertama kesedihan atas istrinya, kedua kesedihan atas saudaranya Nabi Harun, ketiga kesedihan atas puteranya, dan yang keempat kesedihan akibat rezim Fir’aun.

Berdasarkan keterangan di atas dapat kita ambil hikmahnya bahwa sholat adalah manifestasi rasa syukur atas anugerah Allah ta’ala yang pada akhirnya dikumpulkan dalam syariat kepada umat Nabi Muhammad saw.

Tugas kita adalah selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan dalam perwujudan sholat.

bacaan sholat dan artinya

Pengertian Sholat

Sholat secara bahasa artinya adalah doa. Orang yang sedang sholat berarti dia sedang berdoa kepada Tuhannya.

Di sisi lain, menurut syara’ atau istilah, sholat adalah segala perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam.

Ibadah ini dinamakan dengan sholat karena dalam pelaksanaanya sesuai dengan pengertian sholat menurut bahasa, di mana setiap bacaannya adalah doa.

Kewajiban Sholat Bagi Setiap Muslim dan Konsekuensi Meninggalkannya

Sholat fardu yang telah disyariatkan kepada umat nabi Muhammad hukumnya wajib bagi setiap mukallaf. Mukallaf adalah muslim yang sudah baligh dan berakal, suci pakaian, badan dan tempat.

Dengan kata lain, sholat tidak diwajibkan kepada orang kafir, anak-anak dan orang gila, orang pitam dan orang mabuk secara sengaja.

Selain itu, sholat juga tidak diwajibkan untuk wanita yang haid dan nifas karena tidak sah sholat bagi keduanya.

Ada kewajiban lain bagi mukallaf yang telah disebutkan tadi, yaitu wajib mengqada atau mengganti sholat yang ditinggalkan secara sengaja tanpa ada uzur atau halangan (yang diterima agama).

Hukum mengqadanya adalah wajib untuk disegerakan.

Kewajiban Mengganti Sholat

Ibnu Hajar Al-Haitami mengatakan bahwa secara zahir wajib hukumnya bagi seseorang yang meninggalkan sholat tanpa uzur untuk menggunakan sebagian waktunya untuk mengqada sholat.

Bahkan haram hukumnya mengerjakan sholat sunah jika semua sholat fardu yang ditinggalkan belum diqada.

Alasannya karena hukum sholat lima waktu adalah wajib, sedangkan sholat dhuha dan sholat sunah lainnya ialah sunah.

Untuk yang sholatnya yang tertinggal karena ada uzur seperti ketiduran dan lupa, maka disunahkan untuk menyegerakan mengqada sholat.

Dalam pelaksanaan qada sholat, baiknya mengerjakan sholat qada terlebih dahulu sebelum melakukan sholat tunai jika waktu sholatnya masih luas.

Akan tetapi, jika waktu sholat tunainya sudah sempit, lakukan sholat tunai terlebih dahulu dan melakukan sholat qada setelah sholat tunai.

Adapun melakukan sholat sunah, sedangkan kita masih punya kewajiban mengqada sholat, maka sholatnya sah.

Namun, ia berdosa karena tidak mempergunakan waktu untuk mengqada sholat. Jadi jangan sampai salah paham kalau punya hutang sholat, maka tidak sah sholat sunahnya.

bacaan sholat latin

Sholat Fardu dan Sholat Sunah

Pengertian fardu di sini adalah sholat yang hukumnya wajib sejak awal penetapan sholat lima waktu sehari semalam (subuh, zuhur, asar, maghrib dan isya).

Selain itu, juga ada kewajiban sholat yang dilakukan seminggu sekali. Sholat tersebut dilakukan pada waktu zuhur, yaitu sholat jumat. Juga ada sholat yang hukumnya sunah kemudian menjadi wajib yaitu sholat nazar.

Untuk sholat sunah ada lima yaitu dua sholat sunah hari raya (idulfitri dan iduladha), dua sholat gerhana (gerhana bulan dan matahari), dan sholat istisqa (sholat minta hujan).

Kemudian, sholat sunah rawatib (sholat sunah yang mengikuti sholat fardu), yaitu dua rakaat sebelum subuh, empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelah zuhur, empat rakaat sebelum asar, dua rakaat sesudah maghrib dan tiga rakaat sesudah isya (satu rakaat terakhir merupakan sholat witir).

Syarat-Syarat Wajib Sholat

Sebelum mengetahui bacaan sholat, kamu perlu mengetahui syarat-syarat wajib sholat.

Syarat ini merupakan ketentuan yang harus ada pada si mushalli (orang sholat) sebelum melaksanakan sholat, yaitu:

1. Islam

Tidak ada kewajiban sholat bagi orang kafir dan juga tidak wajib mengqada sholat ketika mereka telah memeluk islam.

Adapun orang murtad, kewajiban sholat masih ada dan wajib mengqada sholatnya ketika ketika taubat dan masuk islam kembali. Jika seseorang murtad selama setahun, artinya ia wajib mengqada sholat setahun penuh.

2. Baligh

Sholat hanya wajib dikerjakan oleh seseorang yang sudah balig baik dengan bermimpi basah bagi laki-laki atau sudah mencapai batasan usia baligh (15 tahun).

Bagi perempuan, ciri-ciri sudah baligh ketika mulai haid. Khusus bagi anak kecil yang sudah mumayyiz.

Mumayyiz di sini artinya adalah anak kecil yang sudah mandiri. Ia sudah bisa makan-minum sendiri juga mampu cebok/istinjak.

Ada pula yang mengatakan mumayyiz adalah anak kecil yang dapat membedakan antara kanan dengan kiri atau mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat.

Anak yang telah mumayyiz ini boleh diperintahkan untuk sholat supaya menjadi latihan baginya.

Kemudian jika anak sudah mencapai 10 tahun, apabila tidak melakukan shalat diperintahkan untuk memukul anak tersebut. Tujuannya untuk memberikan adab agar dia mau sholat, bukan memukul untuk menyiksa.

3. Berakal

Artinya, tidak ada kewajiban sholat bagi orang gila, orang pitam, dan orang mabuk. Bagi mereka yang telah disebutkan tidak wajib mengqada sholat jika sudah sembuh.

Lain halnya jika gila, pitam, dan mabuk mereka karena sengaja seperti, meminum alkohol dan efek narkotika. Maka, selain berdosa, mereka juga wajib mengqada sholat.

bacaan sholat lengkap

Syarat-Syarat Sholat Sebelum Masuk Waktu

Syarat-syarat sholat sebelum masuk waktu ada lima, yaitu:

1. Suci

Badan harus suci dari najis dan hadas (hadas besar dan hadas kecil). Pada masalah najis, ada yang sering kita lupakan yaitu memeriksa saku baju.

Biasanya yang luput dari perhatian kita adalah semut mati di saku baju. Jika kita tidak memeriksanya secara teliti, sholat kita batal karena menanggung najis.

2. Menutup Aurat

Aurat harus ditutup dengan pakaian yang suci. Adapun batasan aurat laki-laki dalam sholat adalah anggota badan diantara pusat dan lutut.

Untuk kehati-hatian, ulama sepakat bahwa lutut dan pusat wajib juga untuk ditutup.

Adapun untuk aurat wanita dalam sholat adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan baik depan maupun belakang.

Oleh karena itu, jika punggung telapak tangan terbuka, sholatnya tetap sah.

3. Tempat Sholat yang Suci

Ketika sholat harus berdiri di tempat yang suci, artinya tempat kita sholat harus suci.

4. Sesuai Waktu Sholat

Melaksanakan sholat jika belum masuk waktu, hukum sholatnya tidak sah.

5. Menghadap Kiblat

Pada masalah menghadap kiblat ada dua keadaan di mana kita dibolehkan tidak menghadap kiblat, yaitu ketika keadaan sangat takut dan sholat sunah di dalam kendaraan. Maka, arah kiblatnya mengikuti arah laju kendaraan.

Rukun-Rukun Sholat

Setelah syarat, kamu perlu mengetahui 13 rukun-rukun sholat, yaitu:

1. Niat

Niat adalah qasad dalam hati untuk mengerjakan sholat. Tujuan dari niat adalah untuk membedakan sholat dengan ibadah lainnya. Dalam niat ada tiga hal yang wajib dihadirkan dalam hati yaitu qasad, ta’arrudh, dan ta’yin.

Qasad adalah kesengajaan dalam hati akan mengerjakan sholat dengan mengucapkan ushalli (اصلي) .

Ta’arrudh adalah menyatakan sholat fardu atau sunat.

Ta’yin adalah menyebutkan sholat yang dikerjakan seperti asar, zuhur, dan lainnya.

Secara keseluruhannya niat dalam sholat harus mencakupi ketiga unsur di atas, dengan menyebutkan dalam hati misalnya, “aku sholat fardu zuhur”, maka sholat kita sudah sah.

Begitu juga untuk sholat sunah seperti menyebutkan “aku sholat sunat dhuha” dengan begitu juga sah.

Adapun mengucapkan jumlah rakaat sholat, menghadap kiblat, adaan atau qadaa, lillahi ta’ala atau karena Allah ta’ala, hukumnya sunah.

2. Berdiri bagi yang Mampu

Berdiri adalah rukun sholat yang kedua. Sekalipun berdiri dengan bantuan orang lain atau dengan jasa (membayar orang lain untuk membantu berdiri dalam sholat).

Menyewa jasa orang lain disini dengan kelebihan harta pada hari itu. Jika harta kita pas-pasan, tidak wajib menyewa jasa orang lain.

Perlu juga kita ketahui bahwa berdiri ini hanya wajib bagi orang yang mampu. Dalam pelaksanaan sholat sunah, tidak wajib berdiri.

Jika kita ingin melakukan sholat sunah rawatib setelah sholat fardu, boleh dilakukan dalam keadaan duduk.

Namun apabila memang benar-benar tidak sanggup berdiri dengan sebab sudah tua atau sakit, maka sholat boleh dilakukan dalam keadaan duduk.

Kalau tidak sanggup juga, boleh dilakukan dalam berbaring sambil menghadap kiblat. Terakhir, jika semuanya tak mampu, sholat wajib dilakukan dalam keadaan isyarat saja (isyarat dengan kedipan mata untuk gerakan sholat).

Dapat kita ambil kesimpulan dari uraian di atas bahwasanya sholat itu tetap wajib dilakukan dalam berbagai keadaan, sehingga tak ada alasan untuk tidak menunaikan sholat.

3. Takbiratul Ihram

Dalam sebuah hadis Nabi bersabda:

“Apabila kamu melaksankan sholat, maka bertakbirlah!” Hadits Muttafaqun Alaih.

Dinamakan dengan takbiratul ihram karena keselarsan dengan lafal ihram itu sendiri yang berarti pengharaman.

Karena setelah takbiratul ihram, haram melakukan gerakan selain gerakan di dalam sholat. Melakukan gerakan di luar sholat dapat menyebabkan batal sholatnya.

Dalam takbiratul ihram juga terkandung makna implisit yaitu mengagungkan Allah sehingga takbir ditempatkan pada awal sholat.

4. Membaca Surat Al Fatihah pada Setiap Rakaat

Rukun sholat selanjutnya adalah membaca Al Fatihah. Karena membaca Al Fatihah hukumnya wajib, maka wajib pula bagi kita untuk menjaga setiap bacaannya seperti hukum tajwidnya.

Jika salah baca Al Fatihah atau tajwidnya salah, akan berbeda artinya sehingga sholatnya bisa batal. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk mempelajari bacaan alfatihah.

5. Rukuk dengan Tumakninah

Rukuk dilakukan dengan meletakkan dua telapak tangan di lutut.

Ketika melakukan rukuk ada beberapa hal yang disunahkan yaitu menyamakan posisi punggung, leher, dan kepala bagaikan sehelai papan yang rata. Lalu, memegang kedua lutut dengan jari merenggang.

Tumakninah adalah anggota tubuh berhenti sejenak setelah berpindah dari satu rukun.

6. Iktidal dengan Tumakninah

Iktidal yaitu kembali ke posisi berdiri seperti sebelum rukuk dan berhenti sejenak di posisi iktidalnya (tumakninah). Iktidal harus dilakukan dengan sengaja, jika seseorang bangun dari rukuk karena terkejut atau secara reflek(tidak sengaja), maka tidak dianggap iktidal.

7. Sujud dengan Tumakninah

Sujud dilakukan dau kali setelah iktidal. Metode sujud yang benar adalah dilakukan dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-jung dari dua kaki.

8. Duduk di antara Dua Sujud dengan Tumakninah

Duduk diantara dau sujud adalah duduk setelah sujud pertama sebagai pemisah antara sujud pertama dan kedua.

9. Duduk Tasyahud Akhir dengan Tumakninah

Duduk ini dilakukan setelah sujud yang kedua pada tiap-tiapa akhir sholat.

Pada dasarnya duduk ini boleh dilakukan dalam bentuk metode apa saja selama dianggap duduk menurut uruf (pendapat mayoritas).

Namun, karena didasari bahwa sholat adalah ibadah kepada sang khaliq yang harus didasari dengan adab, maka duduk yang dianjurkan adalah duduk tawaruk.

10. Membaca Tasyahud Akhir

Bacaan tasyahud akhir merupakan rukun sholat yang wajib dibaca saat duduk tasyahud akhir.

11. Membaca Shalawat pada Tasyahud Akhir

12. Membaca Salam yang Pertama

13. Tertib

Makna tertib adalah mendahulukan urutan rukun sholat sesuai urutan rukunnya.

bacaan sholat allahu akbar

Bacaan Sholat Berdasarkan Rukun-Rukun Sholat

Bacaan Sholat: Niat Sholat Lima Waktu

Niat Sholat Subuh

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداء مأموما/إماما لله تعال

Usholli fardhos subhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan makmuman/imaman lillahi ta’ala.

Aku sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat tunai, makmum/imam karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Zuhur

أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء مأموما/إماما لله تعالى

Usholli fardhozh zhuhri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati adaan makmuman/imaman lillahi ta’ala.

Aku sholat fardu zuhur empat raka’at menghadap kiblat tunai, makmum/imam karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Asar

أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء مأموما/إماما لله تعالى

Usholli fardhol ‘ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati adaan makmuman/imaman lillahi ta’ala.

Aku sholat fardu asahar empat raka’at menghadap kiblat tunai, makmum/imam karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Magrib

أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداء مأموما/إماما لله تعالى

Usholli fardhol maghribi tsalasa raka’atin mustaqbilal qiblati adaan makmuman/imaman lillahi ta’ala.
Aku sholat fardu maghrib tiga raka’at menghadap kiblat tunai, makmum/imam karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Isya

أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء مأموما/إماما لله تعالى

Usholli fardhol ‘isyai arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati adaan makmuman/imaman lillahi ta’ala.

Aku sholat fardu isya empat raka’at menghadap kiblat tunai, makmum/imam karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Jumat

أصلي فرض الجمعة ركعتين مستقبل القبلة أداء مأموما/إماما لله تعال

Usholli fardhol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan makmuman/imaman lillahi ta’ala.

Aku sholat fardu jum’at dua raka’at menghadap kiblat tunai, makmum/imam karena Allah ta’ala.

Bacaan Sholat: Niat Sholat Sunah

Niat Sholat Sunah Wudu

أصلي سنة الوضوء ركعتين مستقبل القبلة لله تعال

Usholli sunnatal wudhui rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala.

Aku sholat sunat wudhu dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Sunah Tahiyat Masjid

أصلي سنة التحية المسجد ركعتين مستقبل القبلة لله تعال

Usholli sunnatat tahiyyatal masjidi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala.

Aku sholat sunat wudhuk dua rakaat menghadap kiblat  karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Dhuha

أصلي سنة الضحئ ركعتين مستقبل القبلة لله تعال

Usholli sunnatadh dhuha rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala.

Aku sholat sunah wudu dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.

Bacaan Sholat: Doa Iftitah

Adalah doa yang dibaca setelah takbiratul ihram baik pada sholat wajib atau sholat sunat, adapun bacaannya sebagai berikut:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْن

Allaahu akbaru kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina.

Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya:

“Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah.

Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri.”

Takbir

Bagi orang yang kuasa wajib mengucapkan takbir dengan lafaz اللَّهُ أَكْبَرُ karena yang demikian yang dibaca nabi.

Bacaan Sholat: Surat Al Fatihah

بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ {1}

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {2}

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {3}

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {4}

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {5}

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {6}

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {7}

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

2. Segala puji  bagi Allah, Tuhan semesta alam.

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

4. Yang menguasai  hari pembalasan.

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah,  dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

6. Tunjukilah  kami jalan yang lurus.

7.Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (surat Al Faatihah: 1-7)

bacaan sholat magrib

Bacaan Sholat: Surat Al-Qur’an

Untuk bacaan sholat baiknya kita membaca surat apa saja yang mudah kita hafalkan, jangan terlalu memaksakan membaca surat yang panjang dan sulit.

Dalam hal bacaan surat dalam sholat sebaiknya membaca satu surat yang utuh ketimbang membaca penggalan beberapa ayat dari surat yang panjang.

Seperti halnya ketika kita membaca surat pendek yang ada pada juz 30.

Berikut ini adalah beberapa surat pendek yang sering dibaca dalam sholat, di antaranya surat Al-kafirun untuk rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua.

Surat Al-Kafirun

بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــم

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦﴾

Surat Al-Ikhlas

بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾

اللَّهُ الصَّمَدُ  ﴿٢﴾

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ  ﴿٣﴾

﴿٤﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

 

Bacaan Sholat: Rukuk

Pada saat rukuk disunatkan membaca tasbih sebanyak tiga kali dengan lafaz:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

“Subhana robbiyal ‘azhimi wa bihamdihi”

Artinya:

“Maha suci tuhan yang maha agung dan aku memuji kepadanya.”

Bacaan Sholat: Iktidal

Ketika bangun dari rukuk sambil mengangkat kedua tangan disunatkan membaca

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

 “sami’allahu liman hamidah”, kemudian membaca doa ini saat sudah berdiri tegak.

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

“Robbana lakal hamdu mil ussamawaati wamil ulardhi wamil umaa syiktu min syai im ba’du.”

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, segala puji untukMu sepenuh langit dan bumi dan segala sesuatu yang Engkau ciptakan setelah keduanya.”

Bacaan Sholat: Sujud

Ketika sujud disunahkan membaca tasbih tiga kali dengan bacaan:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى

“Subhana robbiyal a’la wa bihamdihi”

Artinya:

“Mahasuci Tuhanku yang maha tinggi dan aku memuji kepadaNya.”

Bacaan Ketika Duduk di antara Dua Sujud

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي و ارفع ني وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عني

“Robbigh firli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini wa’ fu’anni.”

Artinya:

“Ya Allah ampunilah dosaku, belaskasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berikanlah rizki dan berilah petunjuk kepadaku,berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Bacaan Tasyahut Awal

Bacaan yang dibaca ketika tasyahut awal adalah

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“Attahiyyatul mubaarakaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillah, assalamu’alaika ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh, assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaddillaahish sholihin, asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullaah.”

Artinya:

“Segala ucapan selamat, kesejahteraan dan kebaikan adalah bagi Allah. Kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai nabi serta rahmat dan keberkahan-Nya.

Kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada hamba yang salih. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang disembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Adapun bacaan tasyahud akhir sama dengan bacaan tasyahud awal dan ditambahkan bacaan shalawat ibrahimiyah.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيد نا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيد نا مُحَمَّدٍ

كما صَلَّيْتَ عَلَى سيد نا إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ سيد نا إبْراهِيمَ،

وَبَارِكْ عَلَى سيد نا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيد نا مُحَمَّدٍ

كما بَاركْتَ عَلَى سيد نا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل سيد نا إبراهيم

في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad

Kama shollaita ‘ala sayyidina Ibrohim wa ‘ala aali sayyidina Ibrohim

Wa baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad

Kama baarokta ‘ala sayyidina Ibrohim wa ‘ala aali sayyidina Ibrohim

Fil’alamina innaka hamidummajid.”

Artinya:

“Ya Allah,berikanlah rahmat kepada penghulu kami nabi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana rahmat yang Engkau berikan kepada penghulu kami nabi ibrahim dan keluarganya.

Dan berikanlah keberkahan kepada penghulu kami nabi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana keberkahan yang Engkau berikan kepada penghulu kami nabi ibrahim dan keluarganya.

Sesungguhnya di semesta ini Engkau maha terpuji dan maha agung.”

Salam

Bacaan sholat saat salam adalah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

“Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh”

Artinya: “rahmat dan sejahtera untuk kamu sekalian.”

Qunut

Qunut bukanlah bacaan rukun sholat, tetapi hukumnya sunah. Qunut dibaca setelah iktidal kedua dalam sholat subuh. Adapun bacaannya sebagai berikut:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ

وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

“Allahummah dini fiman hadaita, wa ‘afini fiiman ‘afaita, wa tawallani fiiman tawallaita, wa baarik lii fiima a’faita, wa qini syarrama qadhoita, fainnaka taqdhi wa laa yuqdho ‘alaika, wa innahu yadzillu man walaita,

wa la ya’izzu man ‘aadaita, tabaarak ta robbana wa ta’alaita, falakal hamdu ‘ala ma qadhoita, astaghfiruka wa atubu ilaika wa shollahu ‘ala sayyidina Muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.”

Artinya:

“Ya Allah tunjukkanlah daku sebagimana mereka yang telah Engkau tunjukkan, dan berikanlah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah engkau berikan kesehatan, dan peliharalah daku sebagaimana mereka yang telah engkau pelihara, dan berilah keberkatan kepadaku pada apa saja yang telah engkau berikan keberkatan,

dan selamatkanlah aku dari bahaya yang telah engkau tentukan, dan sesungguhnya engkau yang menghukum dan bkan kena hukum, maka sesnggunya tidak hina oang yang engkau pimpin, dan tidak mulia orang orang yang engkau musuhi, Mahasuci engkau tuhan kami dan maha tinggi engkau,

Mahasuci engkau segala pujian di atas apa yang engkau hukumkan, aku memohon ampun kepada engkau dan bertaubat kepada engkau, senantiasa Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera kepada nabi Muhammad nabi yang ummi dan kepada keluarga serta sahabat beliau.”

Bacaan Sholat: Wirid, Dzikir, dan Doa Setelah Sholat Fardu

Perlu kamu ketahui bahwa untuk bacaan wirid, dzikir, dan doa setelah sholat fardu itu ada berbagai macamnya.

Ada yang sesuai dibaca oleh nabi dan para sahabat sehingga bacaan doanya tidak bisa diganti.

Namun, pada intinya, doa adalah permohonan kita hamba kepada Tuhan sang pencipta sesuai dengan hajat yang kita inginkan, baik dibaca dengan bahasa Arab ataupun dengan bahasa kita sendiri.

Dalam berdoa juga harus kita perhatikan adabnya yaitu menghadap kiblat, menengadahkan tangan, dan menghadap langit. Terakhir, berdoa dengan penuh harap dan keyakinan akan dikabulkan.

Bacaan Sholat: Wirid Sholat Subuh

* ورد صلاة الصبح *

اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ اَلَّذِى لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِه ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا 3 كالى

اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيْنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَاَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ * اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ * اِهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ * صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ آمِيْنَ

وَاِلـهُكُمْ اِلهُ وَّاحِدٌ لآَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمِ . اَللهُ لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَ نَوْمُ لَه مَا فِىْ السَّمَاوَاتِ وَمَا فِىْ اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه إِلاَّ بِاِذْنِه يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِه إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلاَ يَؤُوْدُه حِفْظُهُمَا وَهُوَ اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ

Bacaan Sholat: Wirid Sholat Zuhur

* ورد صلاة ظهر *

اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ اَلَّذِى لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِه ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا 3 كالى

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ … 7 كالى

اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ … 3 كالى

. يَا لَطِيْفُ يَا كَافِى يَا حَفِيْظُ يَا شَافِيْ 2 كالى

. يَا لَطِيْفُ يَا وَافِى يَا رَحِيْمُ يَا اَللهُ . أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ لاَ إِله اِلاَّ اللهُ 100 كالى

Kemudian disudahi dengan membaca

لاَ إِله اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ الرَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَةٌ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَ وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ اِنْ شَآءَ اللهُ تَعَالى مِنَ اْلآمِنِيْنَ بِرَحْمَةِ اللهِ وَكَرَمِه

اِلهِىْ أَنْتَ مَقْصُوْدِى وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِى أَعْطِنِى مَحَبَّتَكَ وَمَعْرِفَتَكَ 3 كالى

اِلى حَضْرَةِ النَّبِيِّ اْلمُصْطَفَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ عَلى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ الْفَاتِحَةْ

سسداه ايت دباح دعاء آمين . كمدين دباح صلواة نارية

Kemudian imam membaca

دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمُ . جواب مأموم : وَاخِرُ دَعْوَاهُمْ اَنِ اْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

كمدين بر صلوات

Bacaan Sholat: Wirid Sholat Magrib

* ورد صلاة المغرب *

اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ اَلَّذِى لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِه ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا 3 كالى

اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيْنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَاَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ * اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ * اِهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ * صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ آمِيْنَ

اَللهُ لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ … الخ

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلُ مِنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَئُوْفٌ الرَّحِيْم . فَاِنْ تَوَلَّوْ فَقُلْ حَسْبِيَ اَللهُ لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

شَهِدَ اللهُ اَنَّه لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَاُلُوْا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ . لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ الْغَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلاِسْلاَمُ . قُلِ اللّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ اِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ . وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابِ

اِلهِى يَارَبِّ سُبْحَانَ اللهِ 33 كالى

 . دسودهى دعن وَبِحَمْدِه دَائِمًا اَبَدًا

 . اَلْحَمْدُ ِللهِ 33 كالى . دسودهى دعن رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عَلى كُلِّ حَالٍ وَفِى كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةٍ

اَللهُ اَكْبَرُ 33 كالى . دسودهى دعن كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً

 لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه لاَ شَرِيْكَ لَه . لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ . وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ وَلاَ حَوْلاَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاْللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Wirid yang telah disebutkan di atas juga bisa dibaca pada sholat yang lain.

Doa Setelah Wirid

* دعاء سسوداه صلاة *

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُوْن

يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

اَللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ صُدُوْرَنَا وَيَسِّرْ بِهِ اُمُوْرَنَا وَعَظِّمْ بِهِ اُجُوْرَنَا وَحَسِّنْ بِهِ اَخْلاَقَنَا وَوَسِّعْ بِهِ اَرْزَاقَنَا وَنَوِّرْ بِهِ قُبُوْرَنَا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَذُنُوْبَ وَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِقَرَابَاتِنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ أَنْ تَبْعَثَنَا فِىْ هَذَا الْيَوْمِ اِلَىْ كُلِّ خَيْرٍ وَنَعُوْذُ بِكَ أَنْ نَجْتَرِحَ فِيْهِ سَوْأً

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ سُقْمَنَا وَتَبْرَئَ مَرَضَنَا وَتَرْحَمَ مَوْتَنَا وَتَصِحَّ اَبْدَانَنَا وَتَخْلُصَهَا لَكَ وَأَنْ تَخْلُصَ اَدْيَانَنَا وَأَنْ تَحْفَظَ عِيَاذَنَا وَتَشْرَحَ صُدُوْرَنَا وَتَدْبُرَ أُمُوْرَنَا وَتَجْبُرَ اَوْلاَدَنَا وَتَسْتُرَ جُرْمَنَا وَتَرُدَّ غِيَابَنَا وَأَنْ تَثْبُتَنَا عَلَى دِيْنِنَا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا وَرُشْدًا

اَللَّهُمَّ اَعْطِنَا رِضَاكَ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالسَّعَادَةِ وَالشَّهَادَةِ وَالْمَغْفِرَةِ

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْفَشَلِ وَمِنْ غَلَبَةِ الدَّيَّنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُعْتَمِدِيْنَ عَلَيْكَ الْمُتَوَجِّهِيْنَ اِلَيْكَ الْمُحْسِنِيْنَ اِلَى اْلاِخْوَانِ الْفَائِزِيْنَ بِالْجِنَانِ

اَللَّهُمَّ زِدْنَا عِلْمًا وَلاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

اَللَّهُمَّ اَغْنِنَا بِالْعِلْمِ وَزَيِّنَّا بِالْحِلْمِ وَاَكْرِمْنَا بِالتَّقْوَى وَجَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ

اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَكَبِّرِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنَ السَّاجِدِيْنَ لِوَجْهِكَ الْبَاكِيْنَ مِنْ خَشْيَتِكَ

اَللَّهُمَّ اَكْرِمْنَا بِطَاعَتِكَ وَلاَ تُهِنَّا بِمَعْصِيَتِكَ

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا اَدَاءً بِالْقَلْبِ وَحُبَّ الْخَيْرِ وَالسَّعَادَةِ وَالْبِشَارَةِ مِنَ اْلاِيْمَانِ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ آخِرَ اَعْمَارِنَا خَيْرًا وَخَوَاتِيْمَ اَعْمَالِنَا خَيْرًا وَخَيْرَ اَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ

اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةِ وَالْعَفْوِ عِنْدَ الْحِسَابِ

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَعَذَابَ الْقَبْرِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

وَ صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ الْفَاتِحَةَ

Yang terpenting dalam hal ini adalah setelah sholat minimal kita duduk sejenak walaupun itu hanya membaca istigfar sebanyak tiga kali dan bersalawat tiga kali yang dilanjutkan doa sesuai hajat yang kita minta.

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai bacaan sholat secara menyeluruh. Semoga kita senantiasa menunaikan sholat dengan tepat waktu.

1 thought on “Bacaan Sholat, Rukun, Syarat [PENJELASAN LENGKAP]”

  1. Alhamdulillah, bermanfaat, semoga Allah SWT memberi kemuliaan kepada pengajar dan siapapun hingga sampainya artikel ke pambaca yang mengamalkan sesuai petunjuk Rasulullah Saw.

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p