Assalamualaikum Arab Latin | السلام عليكم و رحمة الله [LENGKAP]

Ucapan assalamualaikum lazim disampaikan ketika seorang muslim berjumpa dengan muslimin lainnya. Namun, apakah kamu sudah memahami makna dan keutamaan di balik salam tersebut? Hasana.id akan memberikan penjelasan seputar assalamualaikum Arab, latin, lengkap dengan keutamaannya.

Sehari-hari kita sering melihat barisan semut yang berjalan rapi, saat mereka berpapasan dengan barisan di hadapannya, terlihat seperti ada yang bersalaman.

Demikian halnya dengan manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan interaksi dengan sesama. Sering bertegur sapa, duduk berkumpul, dan kemudian pamit pergi.

Lalu, apakah intensitas perjumpaan tersebut hanya sekedar perjumpaan biasa tanpa ada basa-basi atau ada adat khusus? Islam menjawab persoalan kecil ini dengan sebuah rahmat yang diberikan kepada seseorang dalam bentuk doa dan pahala.

Adapun doa dan pahala yang dimaksud adalah ketika berjumpanya dua orang atau lebih dan salah satu diantara mereka mengucapkan salam. Itulah mengapa pada tulisan kali ini Hasana.id akan membahas seputar “Salam Dalam Islam”.

assalamualaikum tulisan latin

Salam Dalam Islam (Memahami Ucapan Assalamualaikum Arab & Latin)

Setiap manusia sudah tentu pasti membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain, karena manusia sejatinya memang makhluk sosial. Namun, sebagian orang ada yang lebih memilih mengasingkan diri dan menganggap berkumpul adalah sesuatu yang menakutkan.

Anehnya, meskipun sudah melakukan interaksi sosial dengan melakukan silaturahmi dan berkumpul, justru kita cenderung kepada sifat individualis. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kecanggihan teknologi seperti ponsel pintar. Masing-masing sibuk dan lalai dengan gawai sehingga tidak bercakap-cakap.

Untuk itu, interaksi sosial harus digiatkan sejak dini, terlebih lagi kepada anak-anak. Orang tua harus mengedukasikan tentang kehidupan sosial. Lantas, bagaimana hal itu diwujudkan?

Membiasakan Mengucapkan Salam Sedari Dini

Dalam Islam, edukasi kehidupan sosial dapat diwujudkan dengan mengucapkan salam dan membiasakannya kepada anak-anak. Terlebih, dalam Islam ucapan salam mengandung penghormatan.

Selain penghormatan, ucapan salam juga mengandung doa. Sebagaimana yang dilakukan sahabat Anas bin Malik r.a ketika melewati anak-anak, beliau mengucapkan salam kepada mereka.

Untuk membiasakannya, orang tua harus memberikan contoh dengan sering-sering mengucapkan salam kepada anak-anak yang ditemui sehingga memberi dan menjawab salam menjadi kebiasaan bagi mereka.

Kebiasaan nabi yang suka memberikan salam kepada anak-anak mencerminkan sifat tawadu, akhlak yang agung, dan sifat mulia.

Apa yang dilakukan oleh nabi juga merupakan pembiasaan terhadap sunnah-sunnah dan melatih anak-anak dengan adab yang mulia. Kelak anak-anak yang terbiasa dengan ucapan salam akan melahirkan generasi yang penuh adab.

Penerapan ucapan salam tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga berlaku bagi orang tua dan teman sebaya. Justru, makna salam yang diucapkan oleh orang dewasa memiliki arti penghormatan yang akan lebih tersampaikan.

Faedah Bagi Mereka yang Mendapatkan Salam

Umumnya, mereka yang mendapatkan ucapan salam akan merasakan kebahagiaan, merasa dianggap, dan dihargai. Sejatinya, salah satu kebahagian yang dirasakan oleh seseorang ketika mereka dianggap ada, dihormati, dan didoakan keselamatan serta kesejahteraannya.

Saling memberikan salam juga akan menumbuhkan rasa persaudaraan yang dalam. Terlebih lagi apabila lafaz salam diucapkan dengan penuh penghayatan.

Ada baiknya setiap salam yang dilantunkan itu dipahami makna yang terkandung di dalamnya agar terlepas dari kesan memberikan salam hanya sebagai kebiasaan dalam perjumpaan.

Ucapan salam merupakan lambang kasih sayang seseorang terhadap saudara seimannya. Kasih sayang itu akan sangat terasa apabila diungkapkan dengan lisan dan penuh penghayatan dalam hati serta keikhlasan.

Namun, berbeda antara dahulu dan kini. Baik pada masa nabi, sahabat, salafus saleh, dan masa kita sekarang.

Apa yang telah diajarkan nabi, sahabat dan ulama mulai terabaikan, bahkan bisa hilang begitu saja jika tidak kita hidupkan kembali sunnah mengucapkan salam.

Mirisnya, terlihat perbedaan yang mencolok antara kehidupan di kota yang mulai luntur budaya saling sapa dan mengucapkan salam. Bahkan ungkapan sapa sudah lebih akrab dengan bahasa yang lebih modern dan kebarat-baratan.

Meskipun tidak mengucapkan salam saat bertemu bukanlah suatu dosa, mengapa kita meninggalkannya sedangkan salam adalah suatu ibadah. Dalam hal ini kita harus saling mengingatkan ketika budaya salam mulai terabaikan.

Di Aceh, mengucapkan salam masih sangat kental. Terlihat ketika saat berkendaraan dan berpapasan, salah satunya akan mengangkat tangan sebagai isyarat sapaan dan mengucapkan “Assalamualaikum.

Begitu pula ketika orang luar atau pendatang masuk ke suatu kampung dan melewati pos penjagaan atau langgar kecil tempat orang-orang duduk berkumpul, maka ucapan salam juga akan terdengar.

Melihat dua sisi yang berbeda tersebut, sudah saatnya tradisi yang baik yang telah diajarkan ini kita galakkan kembali dengan menerapkannya sejak dini dan membiasakannya dalam pergaulan sehari-hari.

assalamualaikum arab tulisan

Assalamualaikum Arab Latin: Pemahaman Mendalam

Sebelumnya kita telah melihat salam dari beberapa sudut pandang, baik dari subjektif maupun objektif. Sekarang mari kita melihat ucapan assalamualaikum Arab, latin dari sejarahnya.

Salam pertama kalinya diucapakan oleh Abuna Adam dan malaikat di dalam surga.

لَمَّا خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَنَفَخَ فِيهِ الرُّوحَ عَطَسَ فَقَالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ، فَحَمِدَ اللَّهَ بِإِذْنِهِ، فَقَالَ لَهُ رَبُّهُ: رَحِمَكَ اللَّهُ يَا آدَمُ، اذْهَبْ إِلَى أُولَئِكَ المَلَائِكَةِ، إِلَى مَلَإٍ مِنْهُمْ جُلُوسٍ، فَقُلْ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، قَالُوا: وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، ثُمَّ رَجَعَ إِلَى رَبِّهِ، فَقَالَ: إِنَّ هَذِهِ تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ بَنِيكَ، بَيْنَهُمْ

“Artinya: … pergilah engkau kepada para malaikat yang diantara mereka ada yang sedang duduk. Lalu ucapkanlah Assalamualaikum. Para malaikat pun menjawab Wa’alaikum salam warahmatullah, setelah mengucap salam. Dan Tuhan menyampaikan, itulah salam penghormatanmu dan salam penghormatan keturunanmu di tengah mereka.” (HR. Tirmidzi)

Lafaz Assalamualaikum Arab, Latin, dan Terjemahan

Shighot/lafaz permulaan assalamualaikum Arab latin adalah

السلام عليكم
Assalaamu‘alaikum
Semoga keselamatan untuk kalian

Boleh juga mengucapkan dengan shighot

السلام عليكم و رحمة الله
Assalaamu ‘alaikum wa rarohmatullahi
Semoga Allah melimpah keselamatan dan rahmat Allah untuk kamu sekalian

Atau mengucapkan dengan shighot yang utuh

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Assalaamu ‘alaikum wa rarohmatullahi wa barakaatuh
Semoga Allah melimpahkan keselamatan untuk kalian, rahmat dan keberkahanNya.

Sebagian nash/dalil menyebutkan shigot tadi lebih afdal sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Abu Hasan Mawaridy dalam kitab Hawiy dan oleh Imam Sa’id Mutawally dalam kitab Sholatul Jum’ah.

Tambahan Lafaz Assalamualaikum Arab, Latin, serta Terjemahan

Dalam riwayat Hadis Abu Dawud dari riwayat Mu’adz bin Anas mengatakan Nabi juga menambahkan dengan shighot “و مغفرته” sehingga sempurna menjadi:

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته و مغفرته
Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barakaatuh wa maghfiratuh
Semoga Allah melimpahkan keselamatan untuk kalian, rahmat, keberkahan dan keampunanNya.

Boleh juga mengucapkan salam dengan shighot nakirah

سلام عليكم
Salaamun ‘alaikum

Ada pula shighot lain

عليكم السلام atau عليكم سلام
‘alaikumus salaamu atau ‘alaikum salaamun
semoga kesejahteraan di atasmu.

(adapun shighot ini dimakruhkan karena ada larangannya)

Dalam penggunaan dhamir khitab pada lafaz salam disunatkan menggunakan dhamir jamak (كم) sekalipun orang yang menjawab salam seorang diri, agar ucapan salam ini mencakupi sekalian malaikat dan sebagai takzim.

Sebuah hadis nabi juga membenarkan ucapan salam dengan shighot ( السلام عليك)
atau سلام عليك) ).

Dari berbagai shighot yang assalamualaikum Arab, latin yang telah disebutkan, jangan sampai membuat kita ragu atau bimbang. Justru memberikan kita pilihan dalam ucapan salam. Atau boleh juga mengucapkan dengan shighot yang sudah masyhur dalam kehidupan sehari-hari.

Lafaz Jawaban Assalamualaikum Arab, Latin, dan Terjemahan

Adapun shigot/lafaz menjawab salam yang benar sebagaimana yang dijelaskan Imam Nawawi dalam kitab Adzkar adalah sebagai berikut

وعليك السلام
wa ‘alaikas salaam
dan di atasmu kesejahteraan

Atau boleh pula menjawab dengan shigot

وعليكم السلام
wa ‘alaikumus salaam
dan di atasa kamu sekalian kesejahteraan

Pada shighot di atas apabila dibuang huruf waw (و ) sehingga menjadi عليكم السلام, maka sudah memadai sebagai jawaban salam.

Jawaban salam yang telah disebutkan adalah nash Imam Syafi’I dalam kitab beliau Al-Umm yang telah menjadi mazhab yang sahih lagi masyhur.

assalamualaikum arab dan artinya

Memberi dan Menjawab Salam Dalam Islam

Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian, saling menghormati, saling menghargai dan saling mendoakan satu sama lain, baik dalam waktu dan kondisi yang khusus seperti menjenguk orang sakit maupun keadaan lain.

Untuk mendokan kepada sesama muslim juga bisa diwujudkan dengan saling mengucapkan salam dan menjawabnya.

Adapun memberikan salam hukumnya adalah sunnah mustahab (sunah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Akan tetapi, menjawab salam hukumnya wajib. Mengapa begitu?

Hukum Memberi dan Menjawab Assalamualaikum

Imam Hulaimy berkata:

“Sunnah memberi salam dan kewajiban menjawab salam itu dikarenakan dasar atau inti dari salam itu sendiri adalah doa keselamatan dan aman kepada penerima salam. Di saat seseorang memberikan salam, maka yang lain tidak boleh diam dan wajib untuk mendoakan kepada pemberi salam ”

Nashnya ada dalam kitab Ianah tholibin juz 4 hal. 213:

((قوله: سنة) قال الحليمي: وإنما كان الرد فرضا والابتداء سنة، لان أصل السلام أمان ودعاء بالسلامة، وكل اثنين أحدهما آمن من الآخر، يجب أن يكون الآخر آمنا منه، فلا يجوز لاحد إذا سلم عليه غيره أن يسكت عنه لئلا يخافه.

Imam Nawawi dalam tafsir Munir memberikan keterangan tentang wajib menjawab salam. Bahkan disebutkan bahwa tidak menjawab salam adalah suatu penghinaan. Penghinaan akan menimbulkan kemudaratan yang haram hukumnya.

Perlu juga kita pahami, makna wajib menjawab salam ada dua, yaitu wajib/fardu kifayah dan wajib ‘ain.

Jika salam yang diberikan itu khusus untuk satu orang tertentu atau tertakyin, hukum menjawab salamnya wajib ‘ain. Maka kalau yang diberi salam tidak menjawab, ia akan berdosa.

Seandainya salam tersebut ditujukan kepada suatu kelompok, hukumnya fardu kifayah. Satu orang saja menjawab, maka terlepaslah tanggung jawab yang lain.

Meskipun demikian, memberikan salam lebih utama daripada menjawab salam, sekalipun komitmen hukumnya menjawab salam lebih tinggi dari memberi salam.

latin arab assalamualaikum

Hukum Seputar Memberi Salam kepada Lawan Jenis dan Nonmuslim

Dalam Islam kita memang dianjurkan memberikan salam kepada sesama muslim, tetapi ada batasan-batasan yang telah ditentukan. Seperti memberikan salam kepada lawan jenis dan nonmuslim.

Berikut ini kesimpulan yang kami rangkum dari kitab Tuhfah jilid 9 hal 260 (cet Darul Fikri) dan kitab Ianah Tholibin jilid 4 hal 185 (cet. Haramain):

1. Perempuan tua sunah memberi salam kepada ajnabi.

2. Wanita tua wajib menjawab salam ajnabi.

3. Perempuan belum tua haram memberi salam kepada ajnabi.

4. Perempuan belum tua haram menjawab salam ajnabi.

5. Lelaki ajnabi makruh memberi salam kepada wanita yang belum tua.

6. Laki-laki ajnabi makruh menjawab salam perempuan belum tua.

Catatan:

Perempuan tua adalah perempuan yang sudah berumur dan tidak menimbulkan rasa suka dan syahwat sedangkan perempuan yang belum tua ialah yang masih muda atau agak berumur dan masih menimbulkan syahwat jika dilihat.

Ajnabi adalah laki-laki yang bukan mahram bagi perempuan, baik laki-laki yang masih muda atau sudah tua. Adapun persoalan salam antara muslim dan nonmuslim, nabi telah menjelaskannya dalam sebuah hadis.

Memulai Salam kepada Nonmuslim

لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام وإذا لقيتموهم في طريق فاضطروهم إلى أضيقه ” رواه الإمام مسلم في صحيحه

“Janganlah kamu memulai salam kepada Nashrani dan Yahudi. Maka apabila kamu bertemu di suatu jaan. Maka paksalah mereka ke jalan yang sempit.” (HR. Muslim)

Menjawab Salam dari Nonmuslim

وقال صلى الله عليه وسلم ” إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكم ” متفق عليه.

“Apabila ahli kitab mengucapkan salam, maka jawablah Wa Alaikum”(Muttafaqun Alaih)

Berdasarkan dua hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa jangan memberikan salam kepada nonmuslim. Adapun jika mereka memberikan salam, kita tetap menjawabnya dengan jawaban seperti hadis di atas, tanpa menambahkan warahmatullahi wa wabarakaatuh.

Karena mungkin ucapan salam dari mereka mengandung niat jelek dan untuk mengolok-olok. Namun, sebagian ulama memberikan keringanan perihal salam kepada nonmuslim sebagaimana pendapat Abu Yusuf.

“Jangan kalian bersalam kepada mereka dan jangan pula bersalaman tangan dengan mereka. Apabila kalian masuk di tengah-tengan mereka maka ucapkanlah Assalamu ‘ala man taba’al huda (kesejahteraan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk.)”

Menjawab Salam dari Penyiar Radio

Permasalahan ini cukup menarik untuk kita kaji, karena kita sudah berada di era teknologi dimana pengajian agama juga mulai disiarkan langsung di radio maupun live streaming di media sosial.

Para penyiar atau presenter biasanya ketika memulai acara akan memberikan ucapan salam kepada pendengar. Bagaimanakah status salam tersebut, apakah tetap wajib dijawab?

Salah seorang ulama Yaman, Syeh Muhammad bin Salim bin Hafidh ibnu Syeh Abu Bakar bin Salim dalam kitabnya menjelaskan.

Tidak wajib menjawab salam bagi para pendengar radio. Karena (penyiar) yang memberi salam tidak ada niat/kasad salam kepada orang yang ditentukan, karena tidak bisa dipastikan siapa saja yang mendengar radio tersebut, bahkan kadang ada yang mendengarnya adalah orang-orang yang dituntut untuk menjawab salam seperti wanita ajnabi dan kafir. Selain itu, ulama juga menyebutkan; disunahkan memberi salam ketika bertemu atau berpisah, sedangkan penyiar bukan orang yang baru datang atau berpisah.

Imam Nawawi menyebutkan dalam kitab Al-Azkar:

“Berkat Abu Sa’ad al Mutawalli dan lainnya, apabila memanggil seseorang dari belakang satir(penutup) atau belakang pagar kemudian ia berkata: Asaalamua’alaikum ya fulan, ataupun ia menulis surat yang berisi Assalamua’alaikum hai fulan, atau ia mengirimkan utusan dan berkata kepada utusannya; sampaikan salamku kepada si fulan.

Kemudian surat sampai kepadanya atau utusan tersebut sampai (telah menyampaikan salamnya), maka wajib baginya menjawab salam tersebut.” (Al azkar hal 237 cet Dar Fikri)

Seandainya penyiar radio tersebut menentukan kepada siapa salamnya, lalu ia berkeyakinan salamnya itu akan didengar, dan ternyata salam itu memang didengar, maka pendengar yang dimaksud wajib menjawab salam penyiar sebagaimana penjelasan yang telah disebutkan di atas.

Kesimpulan

Tidak wajib menjawab salam dari penyiar radio baik presenter TV sekalipun siaran langsung atau acara ulangan, kecuali ucapan salam khusus kepada seseorang.

tulisan assalamualaikum arab dan latin

Batasan Memberi dan Menjawab Salam

Imam Nawawi menjelaskan batasan-batasan seseorang mendapatkan keutamaan atau apa yang menggugurkan kewajiban menjawab salam. Dalam hal ini, minimal suara salam itu terdengar, meskipun lirih.

Berikut ini redaksi yang menjelasakan batasan memberikan salam.

فصل وأقل السلام الذى يصير به مسلما مؤديا سنة السلام أن يرفع صوته بحيث يسمع المسلم عليه ،فإن لم يسمعه لم يكن آتيا بالسلام ،فلا يجب الرد عليه،وأقل ما يسقط به فرض رد السلام أن يرفع صوته بحيث يسمع المسلم ،فإن لم يسمعه لم يسقط عنه فرض الرد ،ذكرهما المتولى وغيره

“Pasal: Salam yang paling sedikit yang menjadikan seseorang muslim mendapatkan keutamaan dan kesunnahan menjawab salam adalah dengan mengeraskan suaranya sekira muslim yang lain (yang diberi salam) dapat mendengarnya.

Jika muslim yang lain tidak dapat mendengarnya, salam tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai salam (yang disunnahkan) dan tidak wajib menjawab salam tersebut. Sedangkan menjawab salam yang minimalis yang menjadikan seseorang (yang diberi salam) gugur kewajibannya untuk menjawab salam adalah dengan mengeraskan suaranya sekiranya muslim lain mendengar.

Apabila tidak mendengar, kewajiban salam tersebut tidak gugur. Hal ini sebagaimana pendapat Mutawalli dan lainnya.” (Al Azkar An Nawawi)

Ayat dan Hadis Tentang Mengucapkan Assalamualaikum (Arab & Latin)

Pertama

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا

“Apabila kamu diberikan satu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu yang lebih baik kepadnya,atau balaslah penghormatan itu(yang serupa kepanya.) sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

(QS An-Nisa 86)

Kedua

تطعم الطعام وتقراء السلام على من عرفت ومن لم تعرف

Berikanlah makanan dan ucapkanlah salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga

إنَّ أوْلىَ النِّاس باللهِ مَنْ بَدأهم بالسَّلاَم

Sesungguhnya manusia yang paling utama disisi Allah adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam.” (HR. Daud)

Keempat

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ : تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“… dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Apakah amal dalam silam yang paling baik? Maka Rasul menjawab; berikanlah makanan dan ucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun tidak.” (HR. Muslim & Bukhari)

Kelima

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلا تُؤْمِنُونَ حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلامَ بَيْنك

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman,kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai(karena Allah) maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan jika kalian kerjakan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Bukhari)

Sebagian hadis yang lain sudah termasuk pada pembahasan di atas.

Penutup

Kita telah sampai pada ujung pembahasan artikel seputar Assalamualaikum Arab, latin, berikut segala sejarah hingga aturan yang terkait di dalamnya.

Mungkin ucapan assalamualaikum Arab dan latin terasa sederhana, tetapi masih sukar untuk diucapkan. Untuk itu, kita perlu membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baik saat memasuki rumah, kantor, atau pada kerumunan. Terlebih ketika bertemu dengan sesama muslim, maka ucapkanlah salam.

Kelak dengan ucapan salam yang penuh hikmah, akan memupuk rasa ukhuwah yang lebih dalam sesama umat muslim.

Referensi

  1. Al-quranul Karim
  2. Zainuddin Almalibay ”fathul mu’in”(cet Haramain juz 4 hal 188)
  3. Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad syatta “hasyiah ianatuth tholibin” (cet haramain juz 4 hal 188)
  4. Imam Nawawi “Al Azkar” maktabah imarah hal 216
  5. Al imam Ibnu Hajar Al haitami “Tuhfatul Muhtaj” (darul fikri juz 9 hal 260)
  6. Ibnu Hajar Asqalany “Bulughul Maram”

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p