no comments

Asmaul Husna: 99 Nama Allah yang Mengagumkan. Sudahkah Kita Hafal dan Memahami Makna Setiap Nama Itu?

Sebagai seorang muslim, tentu kita mengenal adanya Sang Pencipta yaitu Allah SWT yang memiliki asmaul husna. Kepada-Nya lah kita beribadah, mempersembahkan segala amal dan menggantungkan segala harapan. Akan tetapi sejauh mana kita mengenal nama-namaNya ?

Asmaul Husna adalah nama-nama yang dimiliki oleh Allah SWT sebagai penggambaran dari sifatNya. Rasulullah SAW sendiri menggambarkan betapa pentingnya bagi seorang muslim untuk mengenali nama-namaNya hingga di janjikan meraih syurga.

Baca juga: Nabi Yusuf: Seorang Rasul dengan Wajah Tampan dan Akhlak Mulia. Yuk Baca Kisah Beliau 🙂

Pentingnya Mengenal Allah

mengenal Allah melalui Asmaul Husna

sumber gambar sebelum editing: pixabay.com

Sebagai seorang muslim, tentu kita telah mengenal dzat yang telah menciptakan, mengurus dan memelihara. Dia-lah dzat Yang Maha Agung dan Maha Tinggi. Dia-lah Allah.

Baca juga: Kumpulan Nama Bayi & Anak Super Lengkap (untuk Si Kecil Laki-Laki atau Perempuan)

Allah memperkenalkan diriNya melalui Al Qur’an dibanyak tempat dengan banyak nama. Setiap nama yang Allah gunakan mewakili sifat-Nya yang terbaik. Dalam Al Qur’an Allah berfirman,

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ

Dialah Allah, tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Dia mempunyai asmaul husna [nama-nama yang baik] (Q.S. Thaha : 8)

Proses mengenal Allah (ma’rifat) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seorang muslim. Sebagaimana Rasulullah, Sahabat dan para ulama terdahulu, menjadikan proses ma’rifat ini sebagai proses berkesinambungan yang menyentuh hampir seluruh aspek dalam kehidupannya.

Baca juga: Surat Yasin: Uraian Lengkap (Teks Arab, Teks Latin, Terjemahan, Keutamaan, Dll). Baca Yuk Biar Kita Lebih Paham 🙂

Pada akhirnya dengan mengenal Allah, maka akan terlahirlah sebuah sikap yang agung namun penuh dengan kerendah hatian. Mengenali hakikat hidupnya sebagai seorang hamba dihadapan Rabb-nya, berhati-hati atas segala tindakannya dan senantiasa mengupayakan agar diri tetap berada di dekatNya.

Maka Rasulullah telah mengabarkan sebuah hadist guna menjembatani proses pengenalan tersebut dengan Asmaul Husna. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, iaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk syurga.” Sahih Bukhari.

Asmaul husna berarti nama-nama yang baik, yang hanya dimiliki oleh Allah SWT semata. Sekumpulan nama yang mewakili sifat yang dimiliki oleh-Nya. Dan dengan sekumpulan nama inilah, setiap hambaNya berinteraksi dan berdoa padaNya.

Baca juga: 45 Tanda yang Membuktikan Kiamat Sudah Semakin Dekat, Apa yang Sudah Anda Persiapkan?

Adab dalam Menyebut Asmaul Husna

Asmaul Husna untuk memantapkan adab kepada Allah

sumber gambar sebelum editing: pixabay.com

Nama Allah adalah nama yang disucikan, diagungkan dan hanya boleh dipergunakan dalam keadaan dan kondisi tertentu saja. Tempat dan waktu yang tepat dalam menggunakan nama ini harus di fahami sebagai bentuk penghormatan kita kepada asmaul husna.

وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِہَا‌ۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِىٓ أَسۡمَـٰٓٮِٕهِۦ‌ۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam [menyebut] nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (Q.S. Al-A’raf : 180)

Baca juga: Rukun Islam: 5 Hal yang Wajib Dilakukan Setiap Muslim. Sudahkah Kita Penuhi?

Pada ayat diatas kita bisa mengetahui, salah satu penggunaan asmaul husna yang dianjurkan adalah ketika dalam keadaan berdo’a. Dimana dalam kondisi ini kita meminta dan memohon kepada Allah dengan bersandar pada sifat yang dimiliki-Nya.

Misal, ketika kita memohon ampunan Allah, maka yang kita seru adalah Dia Yang Maha Pengampun ( Ya Ghofur), atau saat kita memohon dilapangkan rezeki maka yang kita seru adalah Dia Yang Maha Memberi Rezeki (Ya Rozak). Bisa pula ketika sholat hajat dengan memperbanyak menyeru Wahai Yang Maha Mengabulkan Do’a (Ya Mujiib).

Penyebutan asmaul husna sesuai dengan sifat-Nya tersebut, sesuai dengan apa yang telah Rasulullah contohkan. Dari Anas bin Malik Ra berkata: “Nabi SAW memasuki masjid, sementara itu ada seorang sahabat yang telah selesai menunaikan shalat dan ia tengah berdoa. Dalam doanya, ia berkata:

اللَّهُمَّ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ

“Ya Allah, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau, Engkau Maha Memberi karunia, Pencipta langit dan bumi, Pemilik keagungan dan kemuliaan.”

Baca juga: Ayat Kursi: Uraian Lengkap (Teks Arab & Latin, Terjemahan, Fadhilah Dll). Belaja Lagi Yuk Guys… 🙂

Maka Nabi SAW bertanya, “Tahukah kalian dengan apa ia berdoa kepada Allah? Ia telah berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang paling agung, yang jika berdoa dengannya niscaya dikabulkan dan jika meminta dengannya niscaya akan diberi.” (HR. Tirmidzi)

Sementara itu, dibagian lain ayat ini juga Allah telah memperingatkan akan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut namaNya tersebut. Salah satu hal yang dilarang adalah menggunakan asmaul husna untuk memperolok-olok dan menjadi bahan candaan semata.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Muhammad bin Kaab, Zaid bin Aslam, dan Qatadah, suatu hadits dengan rangkuman sebagai berikut : “Bahwasanya ketika dalam peperangan tabuk, ada seseorang yang berkata : “Belum pernah kami melihat seperti para ahli membaca Alqur’an (qurra’) ini, orang yang lebih buncit perutnya, dan lebih dusta mulutnya, dan lebih pengecut dalam peperangan”, maksudnya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan para sahabat yang ahli membaca Al Qur’an. Maka berkatalah Auf bin Malik kepadanya: “kau pendusta, kau munafik, aku beritahukan hal ini kepada Rasulullah”, lalu berangkatlah Auf bin Malik kepada Rasulullah untuk memberitahukan hal ini kepada beliau, akan tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu kepada beliau.

Baca juga: Adzan: Uraian Lengkap Mengenai Kalimat Penanda Masuk Waktu Shalat (Bacaan, Doa Setelah Adzan, Keutamaan, Dll)

Dan ketika orang itu datang kepada Rasulullah, beliau sudah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya, maka berkatalah ia kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, sebenarnya kami hanya bersenda gurau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang yang mengadakan perjalanan untuk menghilangkan penatnya perjalanan”, kata Ibnu Umar : “sepertinya aku melihat orang tadi berpegangan sabuk pelana unta Rasulullah, sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu, sambil berkata : “kami hanyalah bersenda gurau dan bermain main saja”, kemudian Rasulullah bersabda kepadanya :

أبالله وآياته ورسوله كنتم تستهزؤون

“Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok olok”.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengatakan seperti itu tanpa menengok, dan tidak bersabda kepadanya lebih dari pada itu.

Baca juga:Shalat Istikharah: Penjelasan Super Lengkap (Tata Cara, Doa, Dll). Shalat Sunnah Bagi Kita yang Sedang Dihadapkan pada Beberapa Pilihan

Selain itu, ada juga adab-adab lain yang harus kita perhatikan dalam menyebut namaNya tersebut. Salah satunya tercantum dalam ayat berikut ini,

قُلِ ٱدۡعُواْ ٱللَّهَ أَوِ ٱدۡعُواْ ٱلرَّحۡمَـٰنَ‌ۖ أَيًّ۬ا مَّا تَدۡعُواْ فَلَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۚ وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتۡ بِہَا وَٱبۡتَغِ بَيۡنَ ذَٲلِكَ سَبِيلاً۬

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna [nama-nama yang terbaik] dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”

Hendaknya ketika menyebut nama Allah dengan suara yang tidak terlalu keras. Hal ini pernah terjadi di jaman Rasulullah SAW, dan beliau mencegahnya.

“Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika sampai ke suatu lembah, kami bertahlil dan bertakbir dengan mengeraskan suara kami. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Wahai sekalian manusia. Lirihkanlah suara kalian. Kalian tidaklah menyeru sesuatu yang tuli dan ghoib. Sesungguhnya Allah bersama kalian. Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Maha berkah nama dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2830 dan Muslim no. 2704)

Baca juga: Sholat Taubat, Shalat Sunnah yang Kita Kerjakan Sebagai Bentuk Keseriusan Kita dalam Bertaubat. Yuk Baca Tata Caranya.. 🙂

99 Asmaul Husna

mentadabburi 99 Asmaul Husna

sumber gambar sebelum editing: pixabay.com

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, iaitu 100 kurang satu (HR. Bukhori).

Sesuai dengan hadist diatas, nama-nama Allah dalam asmaul husna itu berjumlah 99. Sementara pada hadist lain yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, ke-99 asmaul husna disertai dengan nama-namaNya.

Baca juga: Sholat Dhuha, Sholat Sunnah yang Memiliki Banyak Keutamaan. Salah Satunya, akan Mengundang Rizki

Berikut 99 asmaul husna beserta dengan artinya yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam kitab sunan.

 

Allah      الله          Allah

1              Ar Rahman          الرحمن   Yang Maha Pengasih

2              Ar Rahiim             الرحيم      Yang Maha Penyayang

3              Al Malik                الملك        Yang Maha Merajai (bisa di artikan Raja dari semua Raja)

4              Al Quddus           القدوس   Yang Maha Suci

5              As Salaam            السلام    Yang Maha Memberi Kesejahteraan

6              Al Mu`min           المؤمن      Yang Maha Memberi Keamanan

7              Al Muhaimin      المهيمن      Yang Maha Mengatur

8              Al `Aziiz                 العزيز       Yang Maha Perkasa

9              Al Jabbar              الجبار       Yang Memiliki Mutlak Kegagahan

10           Al Mutakabbir   المتكبر   Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran

11           Al Khaliq               الخالق      Yang Maha Pencipta

12           Al Baari`                البارئ      Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)

13           Al Mushawwir   المصور     Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)

14           Al Ghaffaar         الغفار       Yang Maha Pengampun

15           Al Qahhaar          القهار       Yang Maha Memaksa

16           Al Wahhaab        الوهاب    Yang Maha Pemberi Karunia

17           Ar Razzaaq          الرزاق     Yang Maha Pemberi Rezeki

18           Al Fattaah            الفتاح      Yang Maha Pembuka Rahmat

19           Al `Aliim                العليم        Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)

20           Al Qaabidh          القابض    Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)

21           Al Baasith            الباسط    Yang Maha Melapangkan (makhluknya)

22           Al Khaafidh         الخافض    Yang Maha Merendahkan (makhluknya)

23           Ar Raafi`               الرافع        Yang Maha Meninggikan (makhluknya)

24           Al Mu`izz              المعز         Yang Maha Memuliakan (makhluknya)

25           Al Mudzil             المذل        Yang Maha Menghinakan (makhluknya)

26           Al Samii`               السميع     Yang Maha Mendengar

27           Al Bashiir              البصير     Yang Maha Melihat

28           Al Hakam             الحكم        Yang Maha Menetapkan

29           Al `Adl                   العدل      Yang Maha Adil

30           Al Lathiif               اللطيف    Yang Maha Lembut

31           Al Khabiir             الخبير       Yang Maha Mengenal

32           Al Haliim               الحليم        Yang Maha Penyantun

33           Al `Azhiim            العظيم      Yang Maha Agung

34           Al Ghafuur          الغفور      Yang Maha Memberi Pengampunan

35           As Syakuur          الشكور   Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)

36           Al `Aliy               العلى        Yang Maha Tinggi

37           Al Kabiir                الكبير      Yang Maha Besar

38           Al Hafizh              الحفيظ     Yang Maha Memelihara

39           Al Muqiit              المقيت     Yang Maha Pemberi Kecukupan

40           Al Hasiib              الحسيب   Yang Maha Membuat Perhitungan

41           Al Jaliil                  الجليل      Yang Maha Luhur

42           Al Kariim              الكريم      Yang Maha Pemurah

43           Ar Raqiib              الرقيب     Yang Maha Mengawasi

44           Al Mujiib              المجيب      Yang Maha Mengabulkan

45           Al Waasi`              الواسع      Yang Maha Luas

46           Al Hakiim             الحكيم      Yang Maha Maka Bijaksana

47           Al Waduud          الودود       Yang Maha Mengasihi

48           Al Majiid              المجيد       Yang Maha Mulia

49           Al Baa`its              الباعث    Yang Maha Membangkitkan

50           As Syahiid            الشهيد     Yang Maha Menyaksikan

51           Al Haqq                الحق        Yang Maha Benar

52           Al Wakiil               الوكيل      Yang Maha Memelihara

53           Al Qawiyyu         القوى      Yang Maha Kuat

54           Al Matiin              المتين        Yang Maha Kokoh

55           Al Waliyy              الولى       Yang Maha Melindungi

56           Al Hamiid             الحميد       Yang Maha Terpuji

57           Al Muhshii           المحصى     Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu)

58           Al Mubdi`            المبدئ     Yang Maha Memulai

59           Al Mu`iid              المعيد       Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

60           Al Muhyii             المحيى        Yang Maha Menghidupkan

61           Al Mumiitu          المميت     Yang Maha Mematikan

62           Al Hayyu              الحي         Yang Maha Hidup

63           Al Qayyuum       القيوم       Yang Maha Mandiri

64           Al Waajid             الواجد      Yang Maha Penemu

65           Al Maajid             الماجد       Yang Maha Mulia

66           Al Wahid              الواحد      Yang Maha Tunggal

67           Al Ahad                  الاحد      Yang Maha Esa

68           As Shamad          الصمد      Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta

69           Al Qaadir              القادر       Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

70           Al Muqtadir        المقتدر     Yang Maha Berkuasa

71           Al Muqaddim     المقدم       Yang Maha Mendahulukan

72           Al Mu`akkhir      المؤخر      Yang Maha Mengakhirkan

73           Al Awwal             الأول       Yang Maha Awal

74           Al Aakhir              الأخر       Yang Maha Akhir

75           Az Zhaahir           الظاهر     Yang Maha Nyata

76           Al Baathin            الباطن     Yang Maha Ghaib

77           Al Waali                الوالي       Yang Maha Memerintah

78           Al Muta`aalii       المتعالي     Yang Maha Tinggi

79           Al Barru                البر          Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)

80           At Tawwaab       التواب     Yang Maha Penerima Tobat

81           Al Muntaqim      المنتقم       Yang Maha Pemberi Balasan

82           Al Afuww            العفو        Yang Maha Pemaaf

83           Ar Ra`uuf             الرؤوف   Yang Maha Pengasuh

84           Malikul Mulk      مالك الملك              Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)

85           Dzul Jalaali Wal Ikraam  ذو الجلال و الإكرام Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

86           Al Muqsith          المقسط    Yang Maha Pemberi Keadilan

87           Al Jamii`                الجامع       Yang Maha Mengumpulkan

88           Al Ghaniyy          الغنى        Yang Maha Kaya

89           Al Mughnii          المغنى       Yang Maha Pemberi Kekayaan

90           Al Maani              المانع         Yang Maha Mencegah

91           Ad Dhaar             الضار       Yang Maha Penimpa Kemudharatan

92           An Nafii`               النافع        Yang Maha Memberi Manfaat

93           An Nuur               النور        Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)

94           Al Haadii               الهادئ     Yang Maha Pemberi Petunjuk

95           Al Badii’                البديع       Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya

96           Al Baaqii               الباقي       Yang Maha Kekal

97           Al Waarits            الوارث     Yang Maha Pewaris

98           Ar Rasyiid            الرشيد    Yang Maha Pandai

99           As Shabuur         الصبور    Yang Maha Sabar

Baca juga: Sholat Hajat: Panduan Lengkap Berisi Tata Cara, Doa, Niat, hingga Berbagai Hikmah di Dalamnya

Keutamaan Menghafal Asmaul Husna

menghafal Asmaul Husna

sumber gambar sebelum editing: pixabay.com

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, iaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk syurga.” (H.R Bukhori)

Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita mengenai salah satu keutamaan yang bisa di peroleh dari asmaul husna, salah satunya adalah memperbesar kesempatan masuk syurga. Penawaran ini bisa kita raih dengan cara menghafalkan nama-nama Allah tersebut.

Rasulullah SAW mengsyaratkan untuk menghafal 99 nama yang dimiliki oleh Allah SWT, namun sebaiknya kita tidak berhenti sampai disana saja. Tujuan tertinggi dari menghafal asmaul husna ini justru untuk mengkaji dan mengenali lebih dalam tentang keagungan yang dimiliki oleh Allah SWT.

Baca juga: Doa Qunut: Bacaan Sunnah dalam Shalat Menurut Madzhab Syafi’i

Proses ma’rifat ini tidak cukup hanya dengan menghafalkannya saja, tapi harus mentadabburi dan merenungkannya dengan hati sehingga diperoleh sebuah sikap yang tepat dan ideal sebagai seorang yang telah mengenal Allah.

Beberapa ulama di era saat ini pun menyadari hal ini, salah satu diantaranya adalah KH. Abdullah gymnastiar. Ulama yang mendirikan pesantren Daarut Tauhid tersebut menyelenggarakan kajian asmaul husna setiap minggunya, guna selain menghafal juga membimbing jamaah dakwahnya untuk lebih mengenal Allah SWT.

Di era digital seperti saat ini, menghafal asmaul husna bisa menjadi lebih menyenangkan dan lebih mudah. Ada beberapa syair dan lagu yang didesain untuk membantu proses menghafal dan merenungi setiap nama yang ada di dalam asmaul husna.

Beberapa diantaranya adalah asmaul husna yang diterbitkan oleh ESQ-nya Ary Ginanjar yang dibawakan oleh Haddad Alwi. Selain itu ada juga asmaul husna yang dibawakan oleh Ummi Maktum voice dan Raihan.

Berbagai media seperti mp3 asmaul husna atau file audio visual asmaul husna ini seharusnya dimanfaatkan oleh kita sebagai umat muslim sebagai sarana agar lebih mudah dalam menghafal.

Baca juga: Panduan Sholat Tahajud SUPER Lengkap: Yuk Pelajari Tata Cara, Bacaan Niat, Doa hingga Tips Bangun Malam

Memberikan Nama untuk Anak dari Asmaul Husna

Asmaul Husna dan nama untuk anak

sumber gambar sebelum editing: pixabay.com

Dalam hal ini, kita harus memahami jika asmaul husna ini dibagi ke dalam dua bagian, yaitu,

1. Nama-nama yang mengandung sifat yang hanya khusus dimiliki oleh Allah SWT,

seperti: Ar-Rahmân, Al-Khâliq, Al-Bâri, Al-Qayyûm, Al-Ilâh, Ar-Razzâq, Ash-Shamad, dll. Nama-nama Allah yang seperti itu hanyalah milik Allah dan tidak boleh digunakan oleh makhluknya.

Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang diberi nama dengan Malikul-Amlâk (Raja semua raja), dengan sabdanya:

( إِنَّ أَخْنَعَ اسْمٍ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الْأَمْلَاكِ… لَا مَالِكَ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ )

Artinya: “Sesungguhnya nama yang paling hina di sisi Allah adalah seseorang yang bernama Malikul-Amlâk (Raja semua raja)…Tidak ada raja kecuali Allah ‘azza wa jalla.”

Beberapa nama dalam Asmaul Husna khusus diperuntukan hanya untuk Allah. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan nama-nama ini untuk di nisbatkan kepada makhluk.

Baca juga: Rukun Iman: 6 Hal yang Harus Anda Imani Sebagai Seorang Muslim

2. Nama-nama yang mengandung sifat yang tidak dikhususkan untuk Allah SWT,

seperti: Al-Halîm, Ar-Rahîm, Ar-Ra-ûf, Al-‘Azîz, Al-Karîm, Al-Hakîm, Al-Hakam, Al-‘Aliy dll. Nama-nama Allah yang seperti itu boleh digunakan oleh makhluknya.

Beberapa sahabat Rasulullah SAW pun ada yang memiliki nama seperti Al-Hakam, Ali dan lain sebagainya. Akan tetapi meskipun demikian, ketika hendak menggunakan asmaul husna sebagai nama makhluk dianjurkan untuk mendampinginya dengan kalimat penghambaan, seperti Abdurrahman, Abdullah dan lainnya.

Penyalahgunaan Asmaul Husna

adab kita terhadap Asmaul Husna

sumber gambar sebelum editing: pixabay.com

Setidaknya terjadi 5 jenis penyalahgunaan yang dilarang dalam  penggunaan asmaul husna, yaitu

1. Menamai Objek Pemusyrikan dengan Asmaul Husna

Hal ini terjadi di masa Jahiliyah, dimana patung-patung yang disembah di sekitar Ka’bah diberi nama dengan nama-nama Allah. Diantaranya seperti Mannat, Latta dan Uzza.

Sebagaimana kita ketahui, syirik merupakan dosa besar yang tidak terampuni. Syirik atau menyekutukan Allah dengan objek telah dilakukan oleh kaum-kaum terdahulu hingga mereka mendapat adzab dari Allah SWT.

2. Memberikan Nama/Sifat yang Tidak Layak Pada Allah

Seperti orang-orang Nashrani yang menisbatkan sifat pada Allah sebagai Tuhan Bapak, atau mensifati Allah dengan sifat-sifat kekurangan dan kehinaan, seperti faqir.

Baca juga: Baca Ini Jika Kamu Belum Cukup Paham Mengenai Mandi Wajib

3. Mengingkari Nama dan Sifat yang Dimiliki oleh Allah

Pengingkaran terhadap nama dan sifat entah itu sebagai bentuk ketidak yakinan atau bahkan pengingkaran yang nyata tidak diperbolehkan.

Disinilah penting proses marifat, sehingga kita bisa meminimalisir segala bentuk ketidak yakinan dan keraguan terhadap berbagai sifat yang dimiliki oleh Allah.

4.Melakukan Perumpamaan dan Perbandingan antara Allah dengan Makhluk

Menggunakan pemisalan asmaul husna kepada makhluk sehingga menimbulkan persepsi jika Allah menyerupai sifat makhluk. Padahal sudah jelas jika sifat Allah itu berbeda dan tidak dapat disamakan dengan makhluk apapun.

Demikian penjelasan tentang asmaul husna, semoga dengan pemahaman kita tentang nama-nama Allah tersebut bisa mengantarkan kita jauh lebih dekat dengan proses ma’rifat sebagaimana yang telah di contohkan oleh Rasulullah, Sahabat, Tabiin dan orang-orang salaf terdahulu.

Baca juga:

Artikel ini bermanfaat? Ditunggu ya komentarnya :p